Taujih Gerakkan

Ketegasan Tanpa Ragu Ala Jokowi
July 17, 2017
Pernyataan Sikap PW KAMMI Kaltim Kaltara “Pecat Ketua DPR RI”
July 18, 2017

Pemateri : Samsul Alam, S.Pd.

(Ketua Umum KAMMI Kaltim 15/17)

Assalamualaikum wr wb.

      Saat ini permasalahan yang sering terjadi yaitu kurangnya SDM yang bisa digerakkan. Maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Abu Bakar As Sidiq Pada saat itu kondisi kaum muslimin mengalami  persis seperti apa yang kita alami saat ini. Kader kita banyak, tapi sedikit yang mampu memahami ideologi gerakan, bagaimana cara kita bisa mencapai dan mewujudkan kebaikan – kebaikan  yang telah dirumuskan dalam paradigma dan filosofi gerakan, itu belum banyak kader yang mampu menterjemahkannya.

      Maka Abu Bakar As Sidiq merecovery kondisi keimanan umat saat itu, tidak ada jalan lain selain kita mengajak dialog umat kita, mengajak diskusi, berkumpul dll. Baik dalam diskusi formal dan non formal. Lalu siapa yang harus melakukan itu saat ini, yaitu BPH. Jangan kita andalkan lagi majelis taklim kita, karena majelis taklim kita terlalu sepi saat ini, jangan lagi kita mengandalkan diskusi diskusi jahe kita (ini mungkin bisa dijadikan selingan / fasilitas  saja karena kondisi nya kini juga sepi).

      Sekarang kita yang harus datang ke tempat  berkumpul mereka, kita ajak mereka berkumpul, kita ajak berdialog, kita ajak untuk menyamakan apa yang kita rasakan dan apa yang harusnya mereka rasakan.Inilah yang dilakukan Abu Bakar As Siddiq, karena beliau seorang khalifah tentu tools nya berbeda, karena kita adalah organisasi gerakan maka tools yang digunakan adalah tools untuk mendekati dari hati ke hati .

     Jadi saat kondisi sulit, maka jangan menyerah. Ada yang lebih sulit dari kita, dia mampu bangkit. Dan ketahuilah di dalam kondisi sulit itu berarti Allah sedang menyiapkan orang orang hebat di dalamnya. Contohnya saja Nabi Yusuf yang bahkan, ingin dibunuh dan dibuang oleh saudaranya-saudaranya sendiri. Tapi beliau tetap bersabar dan tidak meratapi hal tersebut. Bahkan terus diuji  dengan dijadikan budak juga diuji oleh wanita dan bahkan dipenjara tapi beliau tetap bersabar. Maka kita sebagai umatnya diminta untuk bersabar, perkuatlah kesabaran itu dan bertaqwalah.

     Meneladani kisah Nabi tersebut dengan segala keterpurukanya, maka cobaan kita belum ada apa-apanya, kita belum sampai ditinggal saudara kandung kita sendiri, kita hanya ditinggal kader-kader yang belum paham sehingga belum bisa diajak untuk bergerak. Maka dengan cobaan yang belum ada seberapa itu lalu kita mengambil kunci kesuksesanya itu yaitu bersabar dan memperkuat kesabaran itu maka pertolongan Allah pasti akan datang dan kejayaan pasti akan kita raih.

     Ini yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Bahwa kemenangan pasti Allah janjikan kepada orang-orang yang beriman, yang pasti kita pastikan sekarang kita tetap on the track dalam aturan Allah SWT lalu kita beramal kebaikan sesuai dengan aktivitas yang dianjurkan, kemudian kita melakukan ijtihad – ijtihad gerakan untuk mencapai tujuan kita.

     Adapun masalah – masalah yang kita hadapi nanti kita akan menemukan solusi nya lewat kesabaran yang kita lakukan. Tapi sabar itu juga bukan berarti pasif. Misal mengajak kader untuk bergerak tapi dia tidak mau, lalu kemudian kita bersabar diam saja. Karena barangkali kader perlu contoh, perlu diarahkan, perlu diperintah atau bahkan diatur seluruhnya, karena kader itu bermacam – macam karakter dan modelnya. Maka ini tugas kita untuk masuk didalamnya dan memahami mereka.

     Organisasi yang kita pimpin, tentu bukan gerakan yang setiap hari demo tapi juga membawahi KAMMI daerah daerah yang lain, maka tugas kita adalah menginspirasi mereka untuk juga mau bergerak bersama kita, jika belum bisa juga bergerak hanya dengan sekali atau dua kali instruksi, maka kita harus tetap bersabar. Maka kita harus tetap turun tangan dan memberikan pengarahan yang lebih detail.

     Terakhir yaitu mengambil sebuah kisah yang terjadi pada Perang Qodisia, Perang Islam melawan kerajaan Persia, saat kekhalifahan Umar bin Al-Khattab ada seseorang yang memiliki kisah menarik bernama  Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi. Beliau orang biasa saja bukan seseorang pemimpin atau panglima perang tapi dia orang yang selalu memaksimalkan potensi dari dalam dirinya. Dan dengan kecerdasannya dia selalu mengusulkan pada panglima perangnya, dia selalu insiatif.

     Pada saat itu panglima perang Sa’ad bin Abu Waqqash sedang sakit dan ternyata Persia saat itu juga tidak mau damai dan mengajak perang. Maka dengan kondisi pemimpin sedang lemah seperti itu kita jangan menggerutu tapi berlaku lah seperti Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi. Ia mengusulkan jika kita langsung menyetujui peperangan tanpa startegi, mereka harus melewati sungai dahulu dan itu menghabiskan energi yang banyak untuk menyusuri sungai tersebut lalu bisa membuat kaum muslimin kalah lebih dulu, ditambah pasukan musuh yang jumlah nya berkali kali lipat lebih banyak. Ia mengusulkan, ia dan beberapa orang pasukan terlebih dahulu untuk menyusuri sungai dan mencari jalan yang aman dan ia menemukan bagian sungai yang dangkal sehingga bisa dilewati.

     Saat itu ada pula dari pasukan musuh yang mengkhianti kaum Persia itu sendiri yang mengirim surat ke kaum muslimin, isinya apabila kaum muslimin menang maka, kaum muslimin berjanji untuk tidak membunuhnya maka ia akan membeberkan seluruh kelemahan yang ada di Benteng Persia. Ini pentingnya kita mengetahui kader cerdas itu kita tempatkan dimana, siapa kader yang loyal, siapa yang mau diajak bergerak maka jadikan itu tim di lingkaran  utama yang kita minta sarannya dan masukkannya lalu kita juga ajak bergerak. Dengan seperti itu kejayaan – kejayan pasti mampu kita dapatkan.

    Dan tentunya yang kita inginkan dari kemenangan itu hanya kita persembahkan untuk Islam. Allah mengingatkan dalam surat As Shaff, Allah sangat menyukai orang orang yang berperang di jalan Allah dalam keadaan yang rapi saff nya, terorganisir, terkordinasi dsb, seperti bangunan yang kokoh dan rapi dan tidak ada miss komunikasi.

     Seandainya ada teman departemen yang berbeda dengan kita tidak berjalan, maka jangan terlalu menghakimi dia tapi beri motivasi. Dan selesaikan dulu tugas kita dan jika masih ada waktu maka kita bantu dia, minimal jangan saling sudut menyudutkan. Ini yang terpenting, karena persatuan kita akan mampu mengalahkan lawan sebesar apapun. Apalagi tantangan kita sekarang semakin besar, masa – masa sulit sekarang sepertinya sudah di depan mata, mahasiswa sudah mulai dikekang, intimidasi dimana – mana. Maka cara gerak kita harus semakin cantik  dan save. Maka kita atur cara nya sedemikian rupa agar kita bisa terus bergerak tapi tetap dalam keadaan save. InsyaAllah.

     Karena medan dakwah yang ada di KAMMI persis seperti yang ada di medan perang karena kita bicara tentang membela rakyat yang miskin dan muslim yang tertindas, jika kita tidak segera tolong maka karena kemiskinan, mereka bisa jatuh dalam lembah kekufuran bahkan jatuh dalam lembah kekafiran. Maka ayo kita sama sama bergerak, kita harus yang paling gelisah, jangan biarkan kemiskinan mereka mendekati dengan kekufuran.

Semoga Bermanfaat dan Bisa Menjadi Penyemangat kita Semua.

Wasalamualaikum wr. Wb.

::Taklim Pengurus Perdana KAMMI Kaltim Kaltara::

Odah FEB, 17 Juli 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung