Kawal Pilgub Kaltim 2018, KAMMI Sambangi KPU Kaltim

Memanusiakan Manusia
August 19, 2017
Peri yang Hilang (Sebait kata untuk RohingyaTeraniaya)
September 7, 2017

Pasca Diskusi Publik “Mengurai Benang Kusut Pilgub Kaltim 2018”. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltim Kaltara menyambangi kantor KPU Kaltim pada hari  Kamis, 31 Agustus 2017. Selain ingin melakukan kerjasama dengan KPU, kunjungan  kali ini  juga merupakan follow up 2 diskusi yang dinisiasi departemen Kebijakan Publik KAMMI Kaltim Kaltara sebelumnya, guna melakukan pengawalan pilgub Kaltim yang tak lama lagi akan berlangsung. Ketua KPU, Muhammad Taufik dan Ibu Amel selaku Kasubag Divisi Teknis KPU Kaltim menyambut hangat kunjungan KAMMI saat itu.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan sistem pemilu dengan sistem proporsional (proportional system) dimana dalam sistem ini proporsi kursi yang dimenangkan oleh Partai Politik dalam sebuah daerah pemilihan berbanding seimbang dengan proporsi suara yang diperoleh partai tersebut. Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga yang menyelenggarakan pemilihan umum baik di tingkat Republik Indonesia, Provinsi, maupun tingkat Kota.

KPU khususnya di Kalimantan Timur sedang mempersiapkan pesta demokrasi untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur (wagub) pada tahun 2018. Pesta demokrasi kali ini, Mohammad Taufik mengharapkan agar mahasiswa khususnya kader KAMMI ikut berpartisipasi aktif dalam mengawal pemilu di Kaltim, misalnya menjadi bagian dalam penyelenggaraan / kepanitiaan pengawas pemilu (panwaslu) di daerah masing-masing.

“Hal ini bertujuan sebagai media pembelajaran dan pengalaman untuk mahasiswa agar lebih terlibat aktif di masyarakat dan bisa memantau juga mengkritisi berjalannya pemilu. Dan kelak saat nanti mahasiswa ketika akan terjun di masyarakat atau  ingin mencalonkan diri sebagai wakil rakyat sudah tau permasalahan apa saja yang ada di dalam pemilu atau dunia politik’’, tutur Muhammad Taufik yang saat masih duduk di bangku kuliah dulu, beliau pernah tergabung dalam Forum Rektor Indonesia yang berfungsi mengawal jalannya proses demokrasi pemilu 1999.

“Mencintai negara ini jangan hanya bicara saja, buktikan dengan terjun langsung ke dalam masyarakat salah satunya dengan cara menjadi penyelenggara pemilu. Negara ini sedang memanggil kalian anak muda, saya sering sedih ketika melihat anak muda saat jika hanya berkutat dengan gadget atau hanya ke mall saja. Apabila orang muda peduli dengan bangsanya , InsyaAllah Negara aman”, tambahnya.

“KAMMI juga bisa mencoba mensosialisasikan pilgub, pileg dan pilpres dikalangan perusahaan , misalnya dengan tema : “negara memanggil perusahaan untuk peduli dengan pemilu dan demokrasi atau dapat pula mencoba sosialisasi di kalangan pesantren”, ujarnya.

Karena pentingnya pemilu dan demokrasi, yaitu memberikan kesempatan kepada setiap warga Negara untuk menggunakan hak pemilunya, terjaminnya pergantian kepemimpinan secara regular dan damai, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dan mempertahankan kedaulatan rakyat dan tetap tegaknya Negara. Karena banyak Negara yang semena- mena terhadap rakyatnya karena tidak berlangsungnya pemilu di Negara tersebut.

Ibu Amel mengatakan “dari KPU yang masih susah adalah koneksi dan sosialisasi dengan pemilih pemula yang berada di panti asuhan, karena beberapa alasan tertentu. Oleh karena itu jika KAMMI bisa melakukan hal itu pasti sangat bagus”.

Lalu untuk pemantau selain pemantau Pemilu dari lembaga, pemantau Pemilu dapat berasal dari perseorangan dalam negeri yang tidak berkedudukan sebagai pengurus dan/atau anggota partai politik, serta perseorangan dari luar negeri. Pemantau Pemilu wajib memenuhi syarat, yaitu bersifat independen, mempunyai sumber dana yang jelas dan terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sesuai dengan cakupan wilayah pemantauannya.

Selain itu, mahasiswa juga harus memahami tahap-tahapan persiapan pemilu khususnya pemilihan gubernur dan wagub yang saat ini sedang berlangsung di Kaltim. Berikut merupakan tahap-tahap persiapannya, yaitu:

  1. Perencanaan program dan anggaran
  2. Penyusunan peraturan penyelenggaraan pemilihan
  3. Perencanaan penyelenggaraan yang meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan pemilihan
  4. Pembentukan PPK, PPS, dan KPPS
  5. Pembentukan Panwas Kabupaten/Kota, Panwas Kecamatan, PPL, dan pengawas TPS
  6. Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan
  7. Penyerahan daftar penduduk potensial
  8. Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Selanjutnya, setelah selesai persiapan internal dan administrasi, maka perlu adanya persiapan dari KPU untuk pendaftar calon hingga pengangkatan calon terpilih, yaitu sebagai berikut.

  1. Pengumuman pendaftaran pasangan cagub dan cawagub
  2. Pendaftaran cagub dan cawagub
  3. Penelitian persyaratan cagub dan cawagub
  4. Penetapan pasangan cagub dan cawagub
  5. Pelaksanaan kampanye
  6. Pelaksanaan pemungutan suara
  7. Perhitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara
  8. Penetapan calon terpilih
  9. Penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil pemilihan
  10. Pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih

Di akhir pertemuan, KAMMI diajak berkeliling bersama Ibu Amel untuk melihat Lamin Pintar Pemilu, disana banyak terdapat informasi seputar sejarah KPU dan Pemilu, buku-buku, miniatur tata cara memilih di TPS, yang jelas informasi seputar Pemilu sangat lengkap di Lamin Pintar tersebut bahkan terdapat studio mini untuk menonton film perjalanan sejarah Pemilu di Indonesia dan sejarah KPU itu sendiri. Tempat ini bisa digunakan untuk pencerdasan mengenai pemilu kepada mahasiswa dan masyarakat.

Dengan adanya kunjungan KAMMI PW Kaltim Kaltara ke Ketua KPU Kaltim ini, harapannya KAMMI dan kita sebagai mahasiswa mampu berperan aktif di masyarakat khususnya dalam pengawalan pemilu cagub dan cawagub di Kaltim supaya angka golput (partisipasi pasif) dari masyarakat menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung