[Notulensi Diskusi Online Nasional KAMMI PW Kaltim Kaltara]

P2TP2A Bersama KAMMI, Selamatkan Perempuan dan Anak Kaltim
September 12, 2017
Pernyataan Sikap DPP PW KAMMI Kaltim Kaltara : “Berantas Pornografi, Selamatkan Generasi Bangsa”
September 21, 2017

Fasilitator : Muhammad Teguh Satria (Ketua Umum KAMMI PW Kaltim Kaltara)
Moderator: Muhammad Taufik (Pengurus BPK KAMMI Daerah Samarinda)
Bedah Buku : Bagaimana Menyentuh Hati (Abbas As-Sisi)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Prolog

Setiap hal itu ada seninya termasuk setiap kebaikan yang ingin kita sebarkan secara luas itu juga pakai seni nah seni ini akan di bahas dalam bahasan bagaimana menyentuh hati bahwa tema _How to touch the Heart_ malam ini bukan tentang apa yang dipikirkan oleh seseorang yang merindukan idolanya.

Diskusi ini kita batasi dengan tema bahasan berupa hati yang dimaksud adalah hati mad’u.

Orang yang insya Allah akan kita kader. Orang yang akan kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin atau mujadid-mujadid dakwah selanjutnya.
Definisinya pun mengarah pada bagaimana mengajak mereka untuk mau masuk menjadi kelompok yang siap menebar kebaikan dimana pun dan bagaimana pun kondisi mereka.
Sebab target dakwah kita adalah individu-individu yang unik. Berbeda-beda, banyak karakter dan sikap yang heterogen. Individu ini adalah elemen yang sangat penting.
Sebab individu-individu inilah yang kemudian menjadi target dari dakwah yang dilakukan oleh da’i.

Penyampaian Materi

Tugas kita yang hari ini telah meyakinkan diri sebagai seorang da’i adalah memahami sebuah analogi yang menarik di dalam buku karya Abbas As-Sisi

Di setiap kota pasti memiliki pembangkit listrik. Yang di dalamnya terdapat para pekerja yang siaga dan sigap memastikan mesin itu menyala dan mengalirkan energi listrik ke rumah-rumah sesuai instalasi yang ada. Nah tugas kita persis sebagai para pekerja yang siaga dan sigap itu.

Lalu apa itu “pembangkit listrik”?

Ia adalah Al-Qur’an yang menjadi sumber energi utama seorang muslim.

Baik diri kita sebagai da’i atau target dakwah kita.

Nah di awal ini, kita harus pahami bahwa energi utama seorang muslim adalah Qur’an.

Jika tak miliki pembangkit listrik yang mumpuni atau seringkali tak stabil nyalanya, maka tak heran rumah-rumah disekitarnya akan mengalami biarpet yang menjengkelkan.

Begitulah kita tanpa Al-Qur’an. Gelisah tak berkesudahan. Kembali ke target dakwah.

Dalam buku ini dijelaskan ada 3 karakteristik manusia :

  1. Akhlak Islamiyah adalah manusia yang telah menerapkan nilai2 keislaman dalam kesehariannya. Tercermin dari tingkah laku dan sikapnya
  2. Akhlak asasiyah adalah mereka yang melakukan maksiat/dosa tp malu menampakkannya kpd yang lain. Tapi masih bisa di nasihati.
  3. Akhlak jahiliyah. Ya buruk. Sikapnya tidak terpuji. Susah untuk didekati atau dinasihati

Ini adalah tahapan-tahapan prioritas kriteria untuk dijadikan target dakwah fardiyah.

Makanya dalam konteks dakwah fardiyah kita diminta untuk fokus membina yang hanif daripada bersusah payah mendekati mereka yang jelas-jelas akhlaknya buruk. Sarana-sarana dakwahnya itu macam-macam.

Sebagaimana dalam hadist.

Bahwa kewajiban muslim atas muslim lainnya ada 6.

  1. Memberi dan menjawab salam
  2. Jika tidak ada kabar, cari tahu.
  3. Jika sakit, jenguk
  4. Jika diundang, datang
  5. Jika bersin lalu mengucapkan hamdalah, dijawab yarhamukallah dan yahdikumullah
  6. Jika meninggal, turut mengantarkan jenazahnya

Nah itu beberapa contoh kewajiban kita sebagai muslim kepada muslim lainnya.

Lalu apa korelasinya dengan dakwah fardiyah ? Tentu ada.

Jadikan itu amalan-amalan dasar yang bisa kita contohkan.

Dalam hadist lain juga ada yang menjelaskan tentang beberapa keterangan tentang dianjurkannya kita untuk bersedekah atas nikmat yang kita dapatkan atas diri kita setiap harinya.

Lalu gimana mau sedekah kalau ga ada duit ? Gini caranya.

Dalam hadist dikatakan amalan-amalan berikut juga dinilai sebagai sedekah :

  1. Mengucapkan Tasbih, takbir, tahlil.
  2. Menyingkirkan duri dari jalan.
  3. Menolong orang yang tuli/buta.
  4. Menunjukkan arah orang yang kebingungan.
  5. Menolong orang yang membutuhkan.
  6. Menolong orang yang lemah.

Amalan-amalan tersebut adalah sedekah yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Tentunya dengan keyakinan bahwa Allah akan membalas kita melalui pertolongan-pertolongan atas kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.

“Ada gak sih yang lebih simple gan? Ribet amat nyari duri.”

“Ya kali nyari orang buta ama tuli dulu baru bisa buat baik gan”

Jangan khawatir. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hal sederhana yang bisa bernilai sedekah antara lain senyum

Sebab bahagia bukan diperoleh dari harta, melainkan wajah ceria dan akhlak yang mulia.

Senyum kita di depan teman, keluarga, sahabat, orang tua, mertua bahkan target dakwah adalah sedekah.

Nah dibuku itu juga banyak membahas hal-hal teknis.

Dalam menjalankan aksi-aksi menyentuh hati target dakwah

Hal yang perlu diperhatikan seorang da’i dalam menyentuh hati target dakwahnya dimulai dari

Pertama,
Penampilan. Di buku ini Mush’ab bin Umair dicontohkan sebagai sosok da’i yang menjaga penampilannya di depan target dakwahnya. Baik itu kata-kata hingga pakaiannya yang rapi.

Kedua,
pandangan. Cara memandang juga penting.
Kalau di buku bahasanya Pandangan kasih sayang.
Tentunya deskripsinya sesuai dengan limitasi dan definisi kita diawal tadi ya gengs
Tentunya deskripsinya sesuai dengan limitasi dan definisi kita diawal tadi ya gengs

Ketiga,
Salam, tegur sapa. Kita harus, kudu, wajib, menyapa lebih dulu.
Lalu usahakan panggil mereka dengan panggilan yang disukai.

Ke empat,
Upayakan berjabat tangan. Lalu jika memungkinkan beri tawaran tempat duduk untuk beristirahat.
Enak kalau ketemu mereka yang care, humble dan enak diajak ngobrol.
Akan terasa lebih membatin kalau yang ditegur ini orangnya cuek dan dingin banget.
Jadi ngarasa garing.
Nah respon apapun yang diberikan hendaknya dibalas dengan hal yang baik.
Baik itu respon negatif atau interogatif (mengundang banyak tanya).
Berikan respon positif. Itu sih beberapa teknis yang digambarkan di buku itu.
Nah terus dalam hadist ada jg yang menjelaskan sarana untuk membuka hati. Kurang lebih sy bahasakan dengan sederhana menjadi berikut :

  1. Kita menjadi pribadi yang memiliki nilai dan manfaat.
  2. Hadir dengan wajah gembira.
  3. Mampu mengurangi kesulitan mereka. Sprti membayarkan hutang mereka atau memberi makan.
  4. Membantu menyelesaikan keperluannya.
  5. Bersabar menahan emosi & membersamainya hingga tuntas urusannya.
  6. Tidak bersifat buruk/jelek. Sebab itu akan merusak Image yang tlah susah payah dibangun sbagaimana cuka yang merusak madu.

Nah !
Beruntungnya, adik2 kita ini mayoritas berusia lebih muda.
Walaupun ada juga kejadian kakak2 yang trnyata jd adik2.
Paham kan ? Paham aja lah ya.
Sehingga, mendidik mereka yang lebih muda jauh lebih mudah.
Sebagaimana orang tua mendidik anak2.
Sabar dan telaten kuncinya.

Ke lima,
Pastikan tak ada paksaan. Hindari bahasa2 yang bermakna intimidasi.
Usahakan semua bersifat ajakan, himbauan atau rekomendasi yang bersifat persuasif.

Ke enam,Bersabar jika ada fitnah yang dihujamkan.
Misalnya “modus”. “Penculik”. “Cari perhatian”. Dll
Memang ga gampang. Tp ttp harus diperhatikan.
Teman2 sekalian.Dakwah Fardiyah ini lebih dominan kepada dakwah yang mengedepankan keteladanan.
Dakwah yang harus menampilkan kata2 optimis dan dilengkapi dengan senyuman manis.
Sebab itu merupakan magnet utama untuk menarik hati dri target dakwah.
Lalu perlu juga dipahami bahwa kita adalah da’i. Bukan penceramah.
Bersyukur jika telah menjadi da’i sekaligus penceramah.
Tapi untuk mnjadi da’i tak harus menjadi penceramah.
Seorang da’i hrs cerdas dan berpenampilan bersih.

Baik lahir maupun batin.
Sebab target dakwah kita ini masih awam dari “dakwah” itu sendiri.
Jadi di era modern saat ini, kata2 mutiara tak terlalu diperlukan.
Keteladanan adalah jawaban dari tantangan2 yang datang.
Nah kita sdkit flashback
Bahwa salam merupakan hal yang sangat penting.
Sebab hal ini yang akan membuka hati dan memberikan pesan damai.
Dakwah adalah persoalan ruh dan perasaan.
Jadi straregi psikologis baik face to face maupun dalam forum dialog umum sangat diperlukan.

Ke tujuh
Bersedia menerima kritik sbagai sarana pembenahan. Entah itu dri target dakwah langsung atau dari tim Dakwah Fardiyah itu sendiri.
Sebab akhlak kita bisa ternilai dari sikap kita mengelola kritik
Akhlak > Keahlian
Maka akhlak akan jauh lebih ditrima drpd keahlian kita didepan target dakwah.

Ke delapan,
Berlatih untuk berpikir membaca tipu daya dan kecerdikan.
Terkadang kita juga hrs mampu membedakan bagaimana tipu daya ini jg hadir di tengah dakwah fardiyah yang kita lakukan.
Kita hrs cerdik agar mereka mau dan mampu memahami bahasa dakwah yang kita gunakan.
Gunakan bahasa2 yang indah dan menentramkan. Sbab ini yang akan langsung sinkron dengan hatinya.

Ke sembilan,
Gunakan sarana2 yang menyenangkan hati.
Perantara ini penting agar bisa memiliki kesesuaian di awal. Contoh sesama hobi futsal, sesama hobi membaca buku, dll

Ke sepuluh,
Waspadai perdebatan.Utamakan kesantunan dan keramahtamahan. Namun ttp membawa nilai2 pemahaman.Sebab dakwah fardiyah ini adalah muara dari dakwah jama’iyah. Yang orientasinya mulai kolektif dan berkesinambungan melalui program program.

Ke sebelas,
Tetaplah ikhlas dan tulus.
Sebab anak muda memang butuh kesabaran untuk dihadapi.
Ingatlah bahwa kita harus mencintai mereka sebagai generasi dakwah selanjutnya.
Cinta karena Allah inilah yang menjadi pintu menuju hatinya melalui doa2.

Ke dua belas,
Tetaplah hangat dan mencari hikmah dibalik hasil akhir proses dakwah fardiyah ini.
Sebab tugas seorang da’i ini sangat agung bahkan ini langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Yang sangat arif dan bijaksana.
Contoh ketika ada seorang Arab Badui yang buang air kecil di masjid.

Para sahabat emosi dan nyaris menghardik arab badui tsb
Namun Rasulullah mencegahnya
Dengan menganjurkan sahabar untuk menyiram bekas buang air kecilnya dengan air 1 ember.
Mulianya akhlak Rasul thd mereka yang baru mengenal Islam.

Rasul tau bahwa Arab Badui ini blm memahami kesalahannya
Kita harus sadar ikhwah.
Bahwa saat ini kita hrs kembali mempersiapkan diri untuk menjadi ulama dan pemimpin yang mencerahkan ummat.
Jika tak mampu menjadi, maka kita hrs mampu mencari dan mempersiapkan generasinya.

Sebab dakwah ini adalah terminal yang menghubungkan ikatan antara kepercayaan ummat dan nilai2 dakwah yang sangat akurat.

Usia dakwah ini tak dapat diprediksi

Tugas kita adalah memupuk konsistensi, Terus menawarkan narasi dari generasi ke generasi.

Kita harus yakin bahwa air yang tenang sangat mudah tercemar, Maka kita hrs bergerak dengan gencar berpencar.

Maksimal dalam menebarkan nilai2 dakwah yang mengakar.

Jangan rusak hangatnya perasaan barisan dakwah dengan kata menyerah.

Sebab kita adalah guru bagi diri sendiri dan org lain.

Sekian.

Sesi Tanya Jawab
Keterangan:

??pertanyaan

? jawaban

?? Assalamualaikum wr.wb. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Nama ana Jamiah, kader kammi komsat unmul. Ini pertanyaan ana :

  1. Saat ini ana sedang tertarik memahami bagaimana mengelola emosi orang lain yang memiliki karakter khas masing2. Namun di sisi lain, diri pribadi pun memiliki karakter khasnya sendiri. Untuk mampu memahami orang lain apakah harus menguasai ilmu empati? Kalo iya, gimana melatihnya?
  1. Dalam kasus menghadapi pribadi keras kepala, kpn saatnya kita bersikap lembut, kapan saatnya bersikap tegas? Karena kalo lembut mulu malah ngelunjak (pengalaman hhe). Menurut kak teguh perbedaan keras dan tegas itu gimana? Gimana cara tegas yang gak menyinggung?
  1. Gimana ngadepin senior yang pengaruhnya sulit tergantikan? Pengaruh yang ana maksud adalah pengaruh yang tidak sejalan dengan misi dakwah. Sebagai junior apa langkah tepat buat menyentuh hatinya? Karna ngadepin senior lebih gereget.. Seperti td kak teguh bilang..

? Walaikumsalam wr.wb.

Mantap pertanyaannya.

  1. Iya. Jadilah pendengar yang baik. Banyak mendengar drpd berbicara. Ketika berbicara itu menjadi solusi atau minimal menjadi kebutuhan.
  1. Keras ini cenderung kasar. Tegas ini jelas tanpa ngegas.

Tegas tanpa menyinggung = Lantang tanpa menantang, lugas tanpa sarkas dan memberi solusi tanpa intervensi. Fokus ke substansi daripada intonasi. Fokus pada didengar bukan menampilkan wajah sangar.

  1. Tetap berposisi sebagai junior yang berterima kasih. Cari kesempatan untuk berdiskusi, baik face to face atau di dalam forum. Berikan sikap dan prinsip.

Ketika msh berbeda maka sdh saatnya bertanya pd logika.

Sebab itu bukan domain hati.

?? Assalamualaikum

MasyaAllah pemaparannya luar biasa.

Dan terimakasih sebelumnya sudah diperkenankan untuk bertanya.

  1. Untuk menjalankan organisasi dg baik, perlu kader yang tangguh dan militan, bagaimana cara dan gaya memimpin yang baik, agar kadernya aktif dan respec ?
  2. Bagaimana menyentuh kader yang cuek, dan kadang sering mengabaikan ajakan kegiatan ?? padahal pemimpinnya sudah berusaha menerapkan sebagian hal2 yang tadi disebuntukan di atas.
  3. Bagaimana cara bermediasi dg kader yang ngambek dan menarik mereka dlm jln dakwah kita. ??

? Walaikumsalam.

Nice !

  1. Memimpin dengan keteladanan. Mengajak bukan memerintah. Mengajarkan bukan melepaskan.

Hrs bisa membaca situasi, kapan bersikap dengan memberikan otoritas, kapan harus turun tangan blusukan.

Kombinasikan 2 type kepemimpinan ini. Sesuaikan dengan kondisi dan stuasi.

  1. Ajak mereka berkontribusi dengan hal yang mreka senangi. Tempatkan mreka di bidang yang dekat dengan hobi mreka.

Lalu naikkan level mereka mnjadi menyenangi hal yang disebut dengan kontribusi.

Seleksi alam itu biasa, tp yang trsaring tentunya kader yang luar biasa.

Fokus berdayakan yang ada. Jika yang lain sdh berulang kali diajak namun ttp tak ada. Kita bkn organisasi yang gemar meminta2.

  1. Ngambek gt ya. Cri dan telusuri dlu akar masalahnya. Terapkan solusi dengan mengedepankan musyawarah.

??Bismillah

Syukron telah diberi kesempatan abang taufik, semoga selalu diberi kesehatan, dan syukron untuk kak teguh atas pemaparan diskusi malam ini sangat bermanfaat sekali, semoga kita semua selalu dikuatkan ukhuwahnya dan selalu dalam lindungan Allah aamiin.

Tema malam ini tentang hati, kerennya kaitan dengan df(dakwah fardiyah).

Df yang kami gunakan didaerah kami untuk rekruting?..

Sdh lengkap dengan cara2 jitu abang teguh bagaimana df itu..

Yang ingin ana tanyakan bang, bagaimana mengimbangi kecemasan kekhawatiran terhadap segala kendala2 yang ada pada pelaku2 df. Yang ana mksd bkn target dakwahnya tp pekerja dfnya.

Sedangkan kita ini musti optimis, kendala pasti ada , setidak berusaha dlu ntar selanjutnya Allah.

Kecemasan dan khawatir td mnurut ana ber efek kepada pelaku2 df yang lain. Misal jadi putus asa dluan. Blm dicoba sdh lemes.

?Hmm. Gimana ya.

Perlu taujih tuh Tim DFnya.
Dalam teori debat, kita tidak boleh mengalah apapun alasan yang disampaikan lawan kalau tidak ingin kalah dalam pertarungan. Dalam kasus ini, kekhawatiran, kecemasan, dll sprtinya hadir krna blm pnya bahan bakar.
Akhirnya kandas sblm berlayar.
Adain taujih dulu deh.
Waspada tuh bisa kena penyakit Wahn. Cinta dunia dan takut mati.
Kasus gini ini yang bkin Indonesia blm bisa bener2 bangkit di mata dunia.
Kita ga malu dengan saudara2 kita di Palestina ? Rohingya ?
Untuk skedar berbicara aja lemes. Gmna angkat senjata sprti para syuhada dalam sirah ?
Banyak2 istghfar.
Tak akan habis dunia jika dikejar, jika akhirat bener2 jd tujuan harusnya kita sadar, fokus utama kita adalah menyadarkan mereka bahwa kita semua adalah makhluk berTuhan

??Syukron untuk kesempatannya. Afwan jika agak menyimpang.  Ane mo nanya kk. Kita ad lembaga ilmi tuh sebagai wadah df. Nah ketika df udah mateng di lembga ilmi, kita mau arahkan mreka ke lmbaga prgerakan sprti KAMMI. Nah dsini trkadang kendala muncul. Sperti ketidaksejalanan pola pikir ilmi mreka dengan pola pikir siasi. Mreka bberapa ad yang sdikit berontak. Mhon pnjelasan na kk bagaimana mengatasi kendala tsb. Afwan.

?Good ??

Niatnya udh bagus. Tp hrs ada evaluasi sdkit di eksekusinya.

Kata Ust Farosih, untuk melakukan hal baik dengan sempurna ada 3 syarat

  1. Isinya bener
  2. Caranya baik
  3. Waktunya tepat.

Kynya ada dipoin 2 & 3 tuh masalahnya.

Terus kita juga harus paham lembaga ilmi ini “hardware” yang berbeda dengan lembaga siyasi.
Jadi KAMMI sebagai “software” hrs disesuaikan. Fitur2 mana yang bisa digunakan, fitur2 mana yang cukup disave saja drive instalannya di folder.
Kader antum sebagai “brainware” hrs bisa memahami dengan baik spesifikasi “hardware” lembaga ilmi itu. Support gak dengan “software” KAMMI.
Kalau ga support ya jelas “NgeHank” atau berontak itu tadi.

??Ana tertarik di poin ke 2, yang saya mau tanyakan bagaimana caranya kita menaikkan level untuk menyenangi yang namanya kontribusi?

?Tntunya mreka sdh hrs melewati fase2 dasar.

Hierarkinya tuh kan gini
Magang – Staff – Mentri/Kadept – Ketua
Nah level 2 ini sdh pd tataran mentri/kadept.
Pasti jumlahnya lbh sdkit. Sdh masuk tataran Middle Management.
Gmna caranya ? Beri amanah dan otoritas yang proporsional.

Closing Statement

“Membahagiakan Gerakan Mahasiswa”

Oleh : Teguh bin Sabar

Samarinda – Sebuah era baru kepemimpinan KAMMI Kaltim-Kaltara akan segera dimulai. KAMMI sebagai laboratorium pemimpin masa depan harus kembali pada keseimbangan jati dirinya sebagai organisasi pencetus solusi melalui rangkaian gerakan. Kepemimpinan kader KAMMI beberapa tahun terakhir di berbagai kampus nasional mampu membuktikan kokohnya lini kaderisasi, namun ranah gerakan masih perlu banyak evaluasi. Tak jarang gerakan mahasiswa mengalami dead lock seperti kehabisan narasi dan berlindung di balik emosi sebagai implementasi kekuatan moral, iya gak sih ?

Harus diakui beberapa tahun belakangan evaluasi besar-besaran terkait gerakan mahasiswa harus segera dilakukan. Berbagai aspek penunjang gerakan mahasiswa mengalami degradasi kualitas, termasuk KAMMI.

Pertama, lini kaderisasi menghadapi permasalahan serius. Organisasi kemahasiswaan dihadapkan dengan generasi baru yang mengalami pressure untuk tetap fokus di bangku perkuliahan tanpa ada opsi untuk merasakan hangatnya asap kendaraan dan debu jalanan. Sebut saja kebijakan UKT yang semakin mempersulit mahasiswa masuk dalam kampus, kalaupun sudah masuk akan susah mengambil resiko karena himpitan ekonomi. Adalagi kebijakan berupa pemangkasan masa studi dari 7 tahun menjadi 5 tahun, pemangkasan beasiswa efek defisit anggaran negara, belum lagi regulasi-regulasi yang mempersempit ruang gerak mahasiswa yang revolusioner.

Masalah kaderisasi menjadi konsentrasi utama setiap elemen gerakan.  Sebab nyawa organisasi akan berlanjut atau terhenti karena sektor ini. Apa cukup sampai disini masalahnya ? Belum.

Kedua, sektor jaringan. Jaringan merupakan kemampuan organisasi kemahasiswaan untuk berkomunikasi politik dengan matang melalui diplomasi, negosiasi atau sekedar berbagi informasi. Relasi antara fungsionaris dan para pendahulunya pun menjadi bahan pendiskusian yang hangat. Ada yang memanfaatkannya untuk bersilaturahmi sembari menambah energi tapi adapula yang terjebak romantismenya dan tak mampu lepas dari sentimen pragmatisme yang akhirnya mengakibatkan degradasi moral gerakan mahasiswa yang cenderung politis. Di sisi lainnya, sektor jaringan organisasi kemahasiswaan pun seolah hanya terfokus pada profit, padahal benefit adalah hal yang utama. Menajamkan gagasan hingga memperluas jangkauan referensi gerakan dapat dilakukan oleh sektor ini. Nahasnya, komunikasi tak berjalan dengan baik, kenapa ? Bisa jadi masalahnya ada pada poin pertama tadi.

Ketiga, sektor gerakan. Hal ini paling disoroti belakangan ini. Kemana mahasiswa ? Apa kerjanya mahasiswa ? Pertanyaan yang lebih pedas daripada menu mie setan level 16, pedas hingga membuat komat-kamit bahkan menangis bagi penikmatnya. Pertanyaan ini seharusnya bisa dengan lantang terjawab, bukan dengan argumentasi, melainkan sebuah sikap yang disebut konsistensi. Tensi gerakan mahasiswa menjadi masuk angin karena kekosongan narasi. Seorang senior gerakan pernah mengatakan dalam sebuah diskusi, bahwa hari ini gerakan mahasiswa hanya bersifat momentuman, menunggu hari-hari besar untuk bersikap melalui demonstrasi atau aksi-aksi kecil lainnya. Tanpa dibarengi identifikasi yang matang hingga eksekusi dan evaluasi tak bernilai apa-apa untuk gerakan selanjutnya. Hal ini ditenggarai akibat gerakan mahasiswa kehilangan nyawanya, gerakan-gerakan yang dibangun hanya melalui gerakan moral dan cenderung menjurus pada ego sektoral.

Gerakan mahasiswa harus mengembalikan jati dirinya sebagai gerakan ideologis yang ditopang oleh narasi-narasi para ideolognya tanpa membuat jarak dengan problematika yang dihadapi rakyat. Disinilah peran organisasi eksternal kampus seperti KAMMI dan organisasi lainnya. Sejauh apa mampu memberikan gambaran bahwa tawaran metode dan konsep gerakannya relevan dengan kondisi kekiniannya.

Dari mana harus memulainya ?

“Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Khattab radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”(HR. Bukhari Muslim).

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata: Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya

Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Maka sebuah langkah fundamental yang harus disusun adalah membangkitkan kembali hati para pemuda Indonesia yang mulai terlelap dalam impian-impian pribadi tanpa mempertimbangkan kemaslahatan negerinya, Indonesia. Karena disanalah akar dari semua energi gerakan bermula dan berakhir. Dulu, kemerdekaan bangsa ini diawali dari keresahan dan kegelisahan hati para pahlawan hingga akhirnya mereka mampu mendefinisikan serta mentransformasikannya menjadi energi gerakan yang terbukti mampu membawa Indonesia merdeka dari penjajahan. Kebangkitan hati mampu menggerakkan apapun. Bahkan terkadang pelakunya melakukan hal-hal di luar logika manusia biasa. Layaknya orang kasmaran yang menemukan cinta sejatinya, ia mau dan mampu mengorbankan apapun yang dimilikinya untuk pemilik hatinya. So sweet kan ? Mohon bersabar yang hatinya belum ada yang memiliki, ini ujian.

Maka arahnya haruslah bermuara pada gerakan. Indonesia sedang dininabobokan oleh citra-citra positif para penguasa yang dibaliknya banyak sekali racun berbisa, pembunuh harapan dan asa generasi selanjutnya. Hati para pemudanya harus segera dibangkitkan untuk menggerakkan Indonesia yang tampaknya sedang jalan di tempat. Diamnya Indonesia mengakibatkan penyakit-penyakit datang menghinggapinya, mulai dari issue kebhinnekaan yang sudah tuntas oleh ideologi Pancasila hingga acara televisi yang sudah tak ada lagi elektabilitasnya.

Bagaimana caranya ? Ide utamanya adalah menyentuh hati para pemudanya. Membangkitkan rasa bangga pemuda terhadap sejarah bangsanya dan landasan idiil hingga konstitusional negara Indonesia. Ketika mereka bangga, maka rasa tidak rela atau rasa marah akan tergugah jika negaranya tengah diacak-acak oleh tangan besi yang bersembunyi dibalik wajah yang unyu-unyu.

Memang itu tak mudah, maka langkah selanjutnya adalah membuat anak muda ini tak dibatasi oleh hal-hal kaku. Aturan dan gerakan memang harus baku demi menjaga orisinalitas identitas organisasi, namun kekakuan harus diatasi dengan memberikan wadah berkreasi dan berinovasi. Estetika menjadi poin penting dan bumbu penyedap rasa gerakan mahasiswa. Pemberdayaan potensi harus dimaksimalkan tanpa mengedepankan eksklusivitas pada karyanya, bukan citranya. Mengakui pluralitas minat dan bakat namun mengkritisi pluralisme yang mengaburkan makna kebenaran yang hakiki. Unsur estetika membuat gerakan mahasiswa lebih berwarna melalui variasinya sekaligus menyerap aspirasi generasi emas selanjutnya.

Tahapan strategis berikutnya adalah meningkatkan frekuensi konsolidasi-konsolidasi baik internal maupun eksternal organisasi. Sinergisitas menjadi faktor penting untuk menularkan kegelisahan dan menelurkan gagasan yang komprehensif. Tujuan bersama menjadi sasaran tembak utama, apapun pelurunya, apapun senjatanya. Kesamaan frekuensi akan memperkuat pondasi gerakan sekaligus mengikis perbedaan tensi di lapangan. Tantangan ini akan membawa kedewasaan dalam bergerak dan kematangan berpola pikir dalam keberagaman.

Muara akhirnya tentu menjawab pertanyaan yang pedas tadi, mahasiswa hadir dengan sumpah serta beban sejarahnya. Mengawal berbagai kebijakan publik yang harus benar-benar berpihak pada keadilan sosial. Kehadiran mahasiswa secara fungsional mungkin bisa saja diambil alih oleh lembaga swadaya masyarakat pasca reformasi, namun secara moral mahasiswa harus tetap ada dalam percaturan politik bangsa. Mahasiswa harus campur tangan, menjadi poros penyeimbang dan melakukan ekskalasi gerakan dengan totalitas, objektif dan profesional. Top !

Langkah-langkah ini memang berat bahkan sakit yang membawa bekas luka untuk menerapkannya. Ah masa ? Lebay.

Tapi coba ingat masa-masa kecil kita saat belajar mengayuh sepeda. Pernah terjatuhkan ? Pernah terluka kan ? Banyak kan lukanya ? Tapi akhirnya bisa naik sepeda kan? Mulai roda empat, roda tiga, roda dua hingga roda satu kan ? Jumping.

Jawabannya bisa ! Kenapa ? Karena saat itu kita menjalankannya dengan bahagia. Unsur keterpaksaan memang ada, gengsi saat teman-teman mahir bersepeda, lah kita masih asyik jalan kaki dengan sandal yang kadang hilang sebelahnya. Rasa bahagia menjadi energi utamanya, keyakinan adalah penguat langkahnya dan _Bismillah_ adalah ucapan yang membuat kita terhindar dari luka yang berlebihan.

Maka, izinkan kepemimpinan baru ini terlahir dengan bahagia. Menjalankan roda organisasi dengan bahagia. Memaksimalkan ruang gerak mahasiswa dengan bahagia. Memperjuangkan yang haq dan melawan yang bathil dengan bahagia.

[Visi Bahagia]

“Menjadikan KAMMI Kaltim-Kaltara sebagai organisasi yang Bahagia (membangkitkan hati untuk gerakkan Indonesia)”

[ *B – E – S – T* Misi]

1. Membangkitkan rasa *Bangga* kader terhadap KAMMI.

2. Mengoptimalkan *Estetika* dalam roda gerak KAMMI Kaltim-Kaltara.

3. Meningkatkan *Sinergisitas* jaringan kerja internal dan eksternal KAMMI Kaltim-Kaltara.

4. *Tangguh* dan profesional dalam advokasi issue kebijakan publik.

Mari bergabung dengan KAMMI dan bersama bangkitkan hati untuk gerakkan Indonesia. Hidup mahasiswa !

Samarinda, 21 April 2017

Salam,

Ketua PW KAMMI Kaltim-Kaltara

@TeguhbinSabar

“Bangkitkan Hati, Gerakkan Indonesia”

??

Itu sedikit narasi tentang latar belakang mengapa pentingnya kita menyentuh hati.
Jika kita bener2 cinta dengan Indonesia dan dakwah ini.
Maka kita harus kembalikan semangat tauhid dalam diri kita.
Kita harus Merdeka dari apapun !
Hanya Allah yang kita takuti.

Sehingga kepingan2 sejarah kejayaan Islam yang tengah hancur lebur dapat kembali kita susun menjadi bangunan yang lebih kokoh dan menakutkan bagi para musuh dakwah.

2 kalimat syahadat yang kita lantunkan setiap hari, harus dimaknai sebagai sumber energi yang selalu terbarukan dalam hati dan pikiran kita.

Tindakan tindakan yang terbingkai dalam aksi dakwah kita adalah manifestasi dari kecintaan kita pada Islam. Wujud kedalaman jiwa yang tersusun rapi oleh ayat ayat rabbani.
Tegur hatimu ya ayyuhal ikhwah.
Tegur hati saudara ya ayyuhal ikhwah.
Indonesia membutuhkanmu.
Islam merindukanmu.
Bergerak lah tanpa tapi.Bergerak lah tanpa nanti. Sebab kita adalah kesatuan aksi !
Sebab surga menanti para perindunya.
Mari berjuang dengan Bahagia.
Bangkitkan Hati Gerakkan Indonesia !
Allahu Akbar

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Samarinda, 17 September 2017

#Dept.PembinaanKader

#KAMMIKaltimKaltara

#BangkitkanHatiGerakkanIndonesia

#JayakanIndonesia2045

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Best Regards,

PW KAMMI Kaltim-Kaltara

? FB : Kammi Kalimantan Timur

? FP: KAMMI Kaltim Kaltara

? Twitter: @kammikaltim

? Web: kammikaltimkaltara.com

? IG: @kammikaltimkaltara

? Youtube: KAMMI Kaltim Kaltara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung