Pernyataan Sikap DPP PW KAMMI Kaltim Kaltara : “Berantas Pornografi, Selamatkan Generasi Bangsa”

[Notulensi Diskusi Online Nasional KAMMI PW Kaltim Kaltara]
September 17, 2017
KAMMI dan Kaltim Kaltara
September 25, 2017

         Kasus pornografi telah merajalela di bumi pertiwi. Kejahatan dari pornografi sudah semakin beragam dan marak di Indonesia. Tak heran kasus kejahatan seksual semakin bertambah disetiap daerah. Hal ini dikemukakan oleh P2TP2A khususnya di Kaltim, yang mengatakan bahwa peningkatan itu terus terjadi setiap tahun. Bahkan 1 orang bisa mengalami beberapa kasus kekerasan. Tidak hanya anak sebagai objek korban kejahatan seksual, tetapi mereka sudah menjadi pelaku kejahatan seksual. Semua itu tidak lain disebabkan oleh pornografi yang tak dapat dibendung di dunia internet.

Dampak pornografi lebih berbahaya daripada narkoba. Narkoba dapat merusak 3 bagian otak, namun berbeda dengan pornografi yang justru dapat merusak 5 bagian otak. Efek yang timbul jika dikonsumsi anak-anak dapat lebih besar dibandingkan dikonsumsi oleh orang dewasa. Pertumbuhan otak anak yang belum matang merupakan faktor berbahayanya pornografi mereka. Anak yang kecanduan pornografi dapat merusak otaknya, hingga tidak dapat membedakan perbuatan baik dan buruk. Akhirnya mereka dapat melakukan kejahatan seksual, akibat ingin mempraktikan apa yang mereka tonton.

Kasus pornografi anak yang terbaru menambah kekhawatiran masyarakat, karena pornografi telah merambah ke media sosial. Anak yang menjadi pengguna gadget akan menjadi korbannya. Dalam kasus ini, pelaku telah memperjualbelikan video pornografi anak yang dikenal dengan nama VGK (Video Gay Kids). Tiga pengedar video porno anak sesama jenis tersebut, bahkan telah masuk dalam jaringan pengedar video porno dari 49 negara. Mereka bekerja sama untuk mencari pembeli di media sosial.

Sedikitnya 750 ribu video telah diamankan oleh pihak kepolisian. Tentu hal ini membuat prihatin masyarakat, dimana pornografi telah begitu marak beredar di media sosial.

Dengan ini,  KAMMI Kaltim Kaltara menyatakan sikap :
1. Pihak penegak hukum harus menangani kasus pornografi dengan tegas, yaitu memberi hukuman yang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
2. Kementerian Kominfo perlu mensosialisasikan kepada masyarakat atau dinas terkait tentang program proteksi bahaya pornografi terhadap pengguna layanan internet hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyakarat.
3. LSM perempuan dan anak dibawah naungan pemerintah tetap intens dalam menangani setiap kasus bahkan membuat program pencegahan kejahatan perempuan dan anak di masyarakat.
4. Dinas pendidikan melakukan pencegahan dengan melakukan edukasi literasi kepada pendidik dan para siswa khususnya di tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA dengan materi literasi anak dalam penggunaan internet.
5. Sebagai proteksi utama bagi anak yaitu keluarga, harus melakukan berbagai proteksi dengan membuat nyaman rumah bagi anak hingga anak tidak mencari kenyamanan di tempat lain sebagai contoh internet yang menjadi sumber pornografi bagi anak.

Semua pihak tentu memiliki keterkaitan dalam kasus pornografi ini.

Pemberantasan pornografi harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh pihak terkait. Ketika seluruh elemen masyarakat melakukan kerjasama untuk memberantas kasus pornografi, tentu kita telah melakukan penyelamatan generasi bangsa ini.

Endah Sri Lestari, S.S.
(Kepala Departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI Kaltim Kaltara)

#BahagiakanAnakIndonesia
#BahagiaTanpaPornografi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung