Notulensi Diskusi Online DPK PW KAMMI Kaltim Kaltara

Rilis Aksi Bela Ibukota Palestina
December 9, 2017
“Sabotase Perdamaian Ala Trump” (Keputusan Trump dan Kondisi Perpecahan Negara Arab)
December 14, 2017

Jum’at, 9 Desember 2017
Pukul 20.00 – 22.00 WITA

Fasilitator : Fadly Idris, S.Pd. (Kepala DPK PD KAMMI Samarinda 2017-2018)
Moderator : Sigit Untoro (Pengurus DPK PW KAMMI Kaltim-Kaltara)
Tema : IJDK KAMMI sebagai Identitas KAMMI


Assalamu’alaykum Wr. Wb

Indeks Jati Diri Kader (IJDK) ialah ukuran untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan, prestasi dan percepatan kader dalam memenuhi nilai-nilai dasar kader KAMMI. IJDK menjadi standar pencapaian dari seorang kader KAMMI.
Kader KAMMI yang ideal harus bisa memenuhi :
✊ 5 Profil Muslim Negarawan
1. Memiliki basis ideologi Islam yang mengakar
2. Memiliki basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan
3. Idealis dan konsisten
4. Berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa
5. Mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.
✊6 kompetensi kritis
1. Pengetahuan Ke-Islam-an
2. Kredibilitas Moral
3. Wawasan ke-Indonesia-an
4. Kepakaran dan profesionalisme
5. Kepemimpinan
6. Diplomasi dan Jaringan
✊10 IJDK kader
1. Aqidah
2. Tsaqofah keislaman
3. Akhlak
4. Fikrah
5. Manhaj perjuangan
6. Wawasan Kebangsaan
7. Kepakaran dan Profesionalitas
8. Pengembangan Diri
9. Kemampuan sosil politik
10. Pergerakan dan Kepemimpinan
Bisa di bayangkan bagaimana syummulnya seorang kader jika memenuhi kriteria ini semua. Makanya penting bagi seorang kader untuk bisa memenuhi semua kriteria pencapaikan kader tersebut

 

Diskusi

T : Apa yang perbedaan “Kepakaran dan Profesionalisme” pada 6 kompetensi kritis yang harus dimiliki kader KAMMI dengan poin ke-7 pada 10 IJDK?
J : Sebenarnya kurang lebih tentang kepakaran dan profesionalisme.Namun yang membedakan ini adalah cita2 kader kammi yang dalam perspektif “IJDK” dan kompetensi kritis itu yang membedakan

T : Apakah pencapaian kriteria dalam diri kita tsb bisa kita nilai sendiri?
J : Kita bisa bercermin dan cara mengukur nya dengan :
1. Searching mantuba(manhaj tugas buku) bagi AB1,AB2,AB3
2. Berdiskusi dengan sesama kader tentang kriteria dan wawasan antum terkait materi yang ana sampaikan diatas
Jika merasa belum cukup sesuai dengan standar IJDK, berarti mari tuntaskan dan cari referensinya agar kita bisa mencapai standar tersebut. Jika mau mengukur diri ya tafadhol segera ikut sertifikasi. Semua wajib bagi kader yang sudah 6 bulan ikut DM

T : Bagaimana contoh yang real untuk tiap point di Profile Muslim Negarawan?
J : Kita bisa menganalogikan jika posisi kita sebagai ketua BEM dikampus kita
1. Ideologi yg mengakar
Kader KAMMI di bem atau dikampus siap menyampaikan gagasan terkait perbaikan kampusnya ( advokasi jadwal sholat agar tidak ada mata kuliah yang berjalan )
2. Pengetahuan dan pemikiran yang mapan
Kader KAMMI, misalnya di konsolidasi dan advokasi masyarakat dia bisa memberikan data dan fakta yang jelas terhadap ketimpangan sosial yang terjadi
3. Idealis dan konsisten
Kader kammi jangan sampai mudah menerima suap dalam bentuk apapun, baik itu amanah, jabatan atau sampai uang sekalipun
Dan itu menjadi prinsip dalam dirinya
Selalu konsultasikan pada pihak yang kita percaya bisa memberikan pandangan dan masukan untuk kita
4. Berkontribusi pada pemecahan problematika ummat dan bangsa. Kader KAMMI harus siap untuk kita kerja bakti bersama, gotong royong bersama warga, dan memberi masukan terhadap masalah – masalah ummat di masyarakat. Jika itu tataran RT ya silahkan sampaikan usulan – usulan
Jika kampus, berikan masukan ke rektorat atau dekanat dan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kampus
5. Mampu menjadi perekat
Kader kammi siap untuk menjadi pelopor dari setiap gerakan, dan menjadi kader yang moderat dan bisa mengakomodir setiap usulan dan ide serta gagasan gerakan dari setiap elemen masyarakat

T : Kader KAMMI yaitu yang memenuhi beberapa poin tersebut. Lantas yang belum memenuhi kriteria tersebut apakah bukan dinamakan kader KAMMI? Bukan kah kader itu yg sudah mengikuti DM 1?
J : Jika antum mengikuti seluruh jenjang kaderisasi KAMMI nantinya apalagi jika antum pengurus di komsat, kamda atau kamwil. Antum harus mengetahui bahwa “sebenarnya” dia dikatakan kader KAMMI itu jika dia sudah melakukan sertifikasi kader dan di nyatakan lolos. Jika belum berarti belum memenuhi catatan sebagai kader. Kenapa? Karena mereka yang ikut DM1, mempunyai niat – niat berbeda masing – masing.
Dan untuk mengukuhkan mereka sebagai kader maka dia harus mengikuti semua pelajaran di KAMMI agar syummul menjadi seorang kader KAMMI.

T : Bagaimana kita untuk memenuhi kriteria – kriteria yang sudah dijelaskan tadi ketika d komsat dihadapkan dengan 2 sistem pengkaderan yaitu KAMMI dan majelis syuro kampus?
J : Ini yang biasa terjadi jika antum wa antum berada di kepengurusan PK, PD maupun PW.
Disaat harus melaksanakan proker, juga harus melaksanakan penjagaan, pembinaan oleh kader. Konsekuensinya jelas terkadang kepengurusan tidak fokus ataupun menjalani kepengurusan dengan tidak terlalu progresif.
Kuncinya sebenarnya ada di pengurus itu sendiri agar bekerja lebih progresif agar terlihat dan terasa oleh kader maupun majelis itu tadi
Sehingga semua hasilnya yang membuktikan.
Sebagai pengurus, wajib untuk khatam aturan2 organisasi
– AD ART
– Manhaj
– PKK, PKD, PKW
Jalankan kepengurusan semua arahan diatas, insya Allah akan ada efek yang berkualitas jika sesuai dengan aturan organisasi kita.Jangan lupa lakukan inovasi2 program agar kader senang dan cinta untuk berproses di KAMMI
Masalah mensiasati kadernya tadi, selalu setiap kader kita tidak bisa paksan untuk menyelesaikan problemnya masing2. Namun kita sebagai kader dan pengurus yang faham wajib untuk menyampaikan bagaimana KAMMI itu harus bisa diterjemahkan oleh setiap kadernya. Persiapkan mereka dengan modal bacaan buku atau diskusi2 tentang KAMMI agar mereka tahu dan bisa merasa pantas dengan kekurang2annya

T : Bila kader mengalami masalah administrasi, idealisme, pandangan independensi KAMMI dan masalah komunikasi sehingga pengelola tidak meloloskan ke jenjang kaderisasi berikutnya (DM2). Apa yang harus dilakukan agar bisa ikut DM2? Dan bagaimana mnghadapi kader yang merasa tidak pantas ikut DM 2 karena belum memenuhi kriteria tersebut?
J : Saya pernah mendengar dan melihat lansung kejadian yang seperti ini. Mengacu pada sikap yang di ambil oleh pengelola seperti yang antum sampaikan di atas, sebenarnya itu adalah langkah yang tepat yang harus diambil karena beberapa hal. Sebenarnya pengelola yang menentukan itu semua lolos atau tidaknya krn mereka yang tau dan faham akan kondisi kader tersebut. Ada banyak faktor kader itu bisa lolos tahapan pengkaderan kita.
Dan ada banyak alasan pula kenapa kader itu tidak lolos untuk maju ketahapan selanjutnya. It semua karena kita memiliki acuan yang jelas yang merupakan titik kita untuk mengambil keputusan dan kebijakan dan itu sifatnya amniah untuk di sampaikan ke khalayak umum 🙂
antum bakalan faham jika sudah menuntaskan jenjang kaderisasi KAMMI. Cepat selesaikan sampai DM3 ya
Tanggapan penanya : Itu memang baik.
Namun, Berarti disini dpertanyakan independensi kammi itu sendri. Krn acuan klulusan sdh clear di manhaj, nah kalau yg saya smpaikan benar adanya, dan pengelola itu salah faham dan yg amniah itu benar-benar tidak ada gmana? Krna tim lak bkn tim malaikat yg tdk pernah salah, jika benar ada intervensi gmana? Antum pasti faham maksud ana, tim lak itu harus jujur sejujur – jujurnya, mereka akan jalankan mekanisme organinisasi sesuai dengan prosedur organisasi tanpa intervensi.
Tanggapan pemateri : Ana sepakat dengan antum soal itu 🙂 kalau tanggapan ana pribadi memang kader yang faham dan bisa maju ya silahkan bisa untuk di ajukan untuk ke jenjang kaderisasi selanjutnya. Namun semua pengelola punya pertimbangannya sendiri. Kasus yang ana pernah rasakan juga demikian. Namun tetap semua melewati perangkat (pengelola) itu untuk bisa maju ketahap selanjutnya. Jika boleh memberikan tanggapan yang jelas, ana rasa perlu di clearkan masalah tersebut oleh pihak – pihak yang berwenang di kepengurusan tersebut dan bisa mengkomunikasikan masalah – masalah yang terjadi.
KAMMI harus bisa menyelesaikan masalah – masalah seperti ini dengan segera, agar bisa fokus terhadap kebijakan publik di masyarakat yang menjadi gawean utamanya selain kaderisasi

T : Bagaimana menghilangkan sifat tidak baik dalam diri mengingat saya calon pendidik? bagaimana cara mencegah pemerosotan moral di masa yang akan datang ? serta bagaimana cara menghadapi tantangan kemerosotan moral yang telah terjadi di zaman ini?
J : Jadilah seorang yang pembelajar, gemar berdiskusi, dan senang menulis. Jadi pribadi yang bisa menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Mulai dari diri sendiri hingga bisa merubah orang lain. Di KAMMI itu kita diajarkan menjadi MAN POWER bisa di baca di artikel
https://www.google.co.id/amp/s/kammitasikmalaya.wordpress.com/2009/01/06/grand-design-bab-iv/amp/

T : Apakah boleh mengangkat “BPH” tapi tidak mengetahui 6 kompetensi kritis & 10 IJDK?
J : Boleh :)sesuaikan kondisi di daerah antum.
SDM dikepengurusan itu sangat diperlukan, jadi wajar jika mereka tidak sesuai kriteria yang ada. Namun yang menjadi catatan bahwa menjadi seorang pengurus wajib hukumnya untuk belajar lebih dalam dari hanya seorang kader biasa. Sehingga dia bisa melakukan akselerasi agar bisa mencapai IJDK yang menjadi acuan kita bersama secara nasional.

Closing Statement
IJDK kader itu merupakan kriteria ideal menjadi seorang kader KAMMI dan menjadi acuan kita sebagai kader dan pengurus untuk bisa mencapai tingkatan tersebut. Namun semua akan bisa terwujud dengan niat dan kerja keras serta kesungguhan seorang kader untuk bisa mencapai hal tersebut.Bagaimana caranya ?
Kita saling mendorong dan menguatkan serta berproses di KAMMI dengan kesungguhan dan penuh cinta. Kita organisasi yang ideal dan jelas dalam gerakannya. Sehingga menjadi seorang kader harus siap untuk menuntaskan IJDK yang menasbihkan dirinya menjadi seorang kader KAMMI

Nantikan diskusi – diskusi online selanjutnya
Wassalamu’alaykum wr.wb
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Best Regards,
DPK PW KAMMI Kaltim-Kaltara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung