KONSEKUENSI CINTA

“MARAH”
January 18, 2018
Konsep dan Aplikasi (Kader Dakwah)
January 29, 2018

Konsekuensi Cinta

oleh : Andi Mohammad Akbar

Ketua Umum KAMMI Daerah Balikpapan

 

Mencintai siapa yang dicintai oleh kekasih kita, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cinta kita kepada kekasih itu. Cinta kita kepada sesuatu menuntut kita untuk mencintai apa yang dicintai dan membenci apa yang ia benci.

Kebencian kita kepada sesuatu yang ia cintai akan menjadikan ia benci kepada kita, cinta kita kepada sesuatu yang dibenci akan menyebabkan ia benci kepada kita. adalah lazim dalam tradisi cinta-mencintai bahwa kekasih bersatu dengan kekasihnya. Ia merasakan apa yang dirasakan kekasihnya. ia sedih dengan kesedihannya, ia bahagia dengan kebahagiaannya. Ia menderita dengan penderitaannya, ia gembira dengan kegembiraannya. Secara global, dapat dikatakan bahwa cinta kepada sesuatu menuntut berbagai konsekuensi dan tuntutan.

Dalam bahasa Arab, kata “man” (siapa) biasanya digunakan untuk yang berakal meskipun kadang ada juga sebagian orang yang menggunakannya untuk yang tidak berakal.

Al-Qur’an sendiri kadang menggunakan kata ini untuk yang tidak berakal. Mereka yang dicintai Allah adalah para malaikat-malaikat-Nya, para nabi dan rasul, shidiqqin, syuhada, dan orang-orang shaleh sebagaimana firman Allah

“Dan barang siapa yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu; Nabi-nabi para shidiqin, orang yang mati syahiddan orang shaleh dan mereka itulah teman sebaik-baiknya.” (An-Nisa 4 : 69)

Cinta kepada Allah menuntut konsekuensi kepada kita untuk mencintai manusia-manusia yang telah dipilih oleh Allah dan mendapat nikmat yang lebih besar dari-Nya, yaitu para nabi, dan orang-orang tersebut pada ayat di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung