Notulensi Jaulah Kewirausahaan

KAMMI & Tarakan
February 16, 2018
MEMAKNAI PERJALANAN
March 2, 2018

Notulensi Jaulah Kewirausahaan

21 Februari 2018

Bersama : Satria Al Mukarrom, S.Pd.

 

            Ketika memulai usaha, yang perlu diperhatikan yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), terlebih untuk era saat ini, sistem penjualan via online/digital yang paling menjual. Ketika akan memulai usaha, fokus pada satu hal yang akan dikerjakan, misalnya online shop fashion, ataupun yang lain. Cari sumber daya manusia yang memang berkompeten di bidangnya untuk fokus mengerjakan (kewirausahaan) shop tersebut, yaang keuntungannya bisa dibagi dua/mempekerjakan sesorang yang dia mendapat keuntungan juga dari job usaha itu, agar usaha yang dijalankan tetap fokus. Bisa dari KWH menunjuk anggotanya untuk mengolah suatu usaha yang akan dibrandingkan. Terlebih ketika kader memiliki usaha, coba untuk kolaborasi bagi hasil sebagai salah satu dari sistem penjualan,

            Buat masing-masing akun untuk kegiatan kewirausahaan ketika memulai online shop, dan tempatkan masing-masing prodak yang berbeda-beda, misalnya online shop khusus fashion, makanan, barang, jasa, dan lain-lain. Agar tidak terjadi penumpukan penjualan, selain tidak terkesan ‘berantakan’, konsumen juga bisa memilih barang/jasa yang dibutuhkan. Kalau bisa, jangan membawa nama organisasi dulu ketika melakukan penjualan/usaha. Pilih salah satu dari beberapa usaha yang dijalankan untuk menjadi brand yang memiliki peluang besar dan menghasilkan (80% fokusan pada usaha yang memiliki peluang besar, sedangkan 20% -nya pada usaha yang lain). Jadi delapan puluh persen profit didapatkan dari dua puluh persen total usaha secara keseluruhan. Pengusaha harus jeli melihat waktu, karena waktu lebih berharga daripada uang. Waktu satu-satunya aset yang tak bisa diganti dengan apapun. Kita harus mampu mengoptimalkan nilai waktu untuk melipatgandakan nilai usaha.

            Memang ada beberapa hal yang perlu dipelajari baik dari kepengurusan tahun lalu dan saat ini, karena silaturahmi harus tetap terjaga. Kondisi personil beberapa tahun yang lalu, tidak sebanyak yang ada di kepengurusan KAMMI sekarang, kami hanya memiliki 2 sampai tiga 3 orang perbidang namun mereka memiliki komitmen untuk bertahan dan membersamai sampai akhir kepengurusan. Komitmen dan istiqamah baik internal maupun eksternal memang diperlukan, karena ketika kepengurusan selalu mengalami ‘bongkar-pasang’, pengurus baru harus menyesuaikan semuanya dari awal.

Saat itu, untuk mengontrol “KAMMI Komisariat Khusus” , biasanya beliau mengunjungi langsung komisariat yang ada di daerah tersebut. Di satu tahun kepengurusan kami saat itu, bisa dibilang masa-masa transisi di KAMMI Wilayah. Dan Saat itu untuk pertamakalinya  KAMMI wilayah  Kaltim berdiri sendiri, dan mendirikan dua KAMMI Daerah yaitu KAMMI Balikpapan  dan KAMMI Samarida yang sebelumnya bernama KAMDA Kaltim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung