International Women’s Day

Merajut Pembangunan Karya Anak Bangsa
March 2, 2018
Maknai, Lalu Tentukan Pilihanmu Menjadi Aktivis !
March 10, 2018

“Perempuan Cerdas, Lawan Kekerasan terhadap Perempuan”

oleh : Endah Sri Lestari, S.S.
(Ka. Departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI Kaltim Kaltara)

Hari ini tepat tanggal 8 maret yang menjadi momen penting bagi perempuan se-dunia. Momen ini adalah peringatan hari perempuan internasional yang telah menyejarah sejak tahun 1957 hingga sekarang. Tak dapat dipungkiri sejak dahulu hingga sekarang masih banyak hak perempuan yang perlu diperjuangkan. Mulai dari sisi ekonomi, politik, sosial hingga budaya yang telah mendiskriminasi para perempuan.

Para perempuan harus sadar akan haknya sebagai warga negara yang memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Bukan kesetaraan yang sifatnya tidak dapat diubah sebagai kodrat perempuan itu sendiri. Melainkan hak perlakuan yang menyesuaikan dengan kebutuhan perempuan yang tentu berbeda dengan laki-laki. Kita banyak temukan tempat publik yang tidak sesuai dengan kebutuhan perempuan, contohnya tidak adanya tempat menyusui bagi perempuan. Atau beberapa lembaga yang tidak membuat kebijakan adanya cuti bagi perempuan hamil dan melahirkan.

Hak perempuan itu bukan hak yang sering digaungkan oleh para feminis radikal bahwa perempuan harus setara dalam berbagai sisi dalam kehidupan. Hingga akhirnya kesalahan dalam memahami fitrah manusia itu sendiri baik perempuan maupun laki-laki. Akhirnya berdampak _misunderstanding_ dalam memahami hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki. Karena sesungguhnya Allah menciptakan keduanya memang berbeda sesuai fitrahnya untuk memakmurkan bumi dengan saling melengkapi.

Hari perempuan internasional hari ini seharusnya menjadi momen dalam memerangi kasus kekerasan perempuan yang semakin tahun semakin meningkat. Tercatat oleh komnas perempuan bahwa tahun 2016 terdata 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari kekerasan dari ranah personal, komunitas ataupun negara. Kasus dari ranah personal yang paling tinggi diantara kasus dari ranah yang lain. Yang mana pelaku dari kekerasan tersebut adalah dari hubungan keluarga korban itu sendiri. Bahkan yang termasuk paling tinggi kasusnya adalah angka kekerasan seksual yang menjadi penyakit tersendiri bagi bangsa ini. Betapa tidak, setiap harinya ada saja kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia bahkan yang melakukan keluarga mereka sendiri.

Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan seharusnya menjadi perhatian lebih dari pemerintah dengan melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi bahkan mencegah kasus ini di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus sadar akan pentingnya melawan kekerasan seksual ini di keluarga bahkan di masyarakat. Salah satunya dengan menjaga keluarga dari tontonan pornografi yang merusak otak manusia hingga melakukan tindak yang tidak senonoh terhadap orang terdekatnya. Pemerintah seharusnya dapat memproteksi masyarakat dari situs porno yang begitu mudahnya diakses di dunia maya.

Hari perempuan intenasional menjadi momen bagi perempuan se-dunia untuk memperjuangkan haknya sebagai perempuan dengan memerangi diskriminasi atau kekerasan terhadap perempuan. Perempuan Indonesia harus berdaya, kuat dan berkarya dengan segala potensi yang dimilikinya. Perempuan memiliki kecerdasan intelektual yang mapan dan dapat dirasakan kebermanfaatannya. Begitu banyak contoh para perempuan tangguh yang telah menorehkan sejarah indah dalam memperjuangkan haknya sebagai perempuan hingga untuk membela negaranya.

Maju terus perempuan se-Dunia
Perangi kekerasan terhadap perempuan
Perempuan penentu masa depan bangsa

Selamat Hari Perempuan International

8 Maret

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung