Pernyataan Sikap PW KAMMI Kaltimtara “Puisi Kontroversi Sukmawati”

SYARAT LOMBA KAMMI KALTIM-KALTARA UNTUK MILAD KAMMI KE-20
March 25, 2018
Menyelami 20 Tahun Identitas KAMMI dalam Bingkai Pergulatan Reformasi
April 18, 2018

PERNYATAAN SIKAP PW KAMMI KALTIMTARA

“PUISI KONTROVERSI SUKMAWATI”

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Pancasila mengajarkan kita sebagai warga negara Indonesia untuk bersikap adil dan bijaksana dalam bermasyarakat. UUD ’45 menjadi landasan konstitusional untuk membawa cita-cita kemerdekaan Indonesia bernilai global & universal.

Sudah cukup rasanya bagi kita Pancasila & UUD ’45 sebagai pemersatu dan perekat bangsa. Perbedaan yang hadir akan menjadi warna yang indah jika disatukan dalam wadah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita mengenalnya dengan slogan yang mendunia, Bhinneka Tunggal Ika.

Kali ini semangat harmoni kebhinekaan kembali ternoda oleh oknum publik. Umat Islam kembali resah dan marah akibat lantunan kalimat yang sama sekali tak tepat.

Membanding-bandingkan sesuatu yang bukan pada tempatnya, sungguh tak pantas dilakukan oleh putri dari seorang pahlawan bangsa. Kekecewaan umat Islam semakin meruncing akibat simbol-simbol serta hal yang dihormati dalam perspektif kepercayaan dalam Islam direndahkan.

Hal ini tak boleh terus terjadi. Sekali lagi hukum Indonesia sedang diuji. Belum sembuh sakit hati akibat ulama dipersekusi hingga hal-hal sensitif yang terus dijadikan bahan diskusi yang lebih kental dengan asumsi, bukan substansi Islam sebagai Rahmatan lil alamin.

Melihat situasi dan kondisi ini, PW KAMMI Kaltimtara merespon dengan menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengecam Puisi Kontroversi oleh Sukmawati Soekarnoputri yang merendahkan cadar, hijab hingga adzan serta berharap yang bersangkutan segera bertaubat nasuha.

2. Menuntut Permohonan maaf secara terbuka Sukmawati Soekarnoputri dengan tulus yang ditujukan kepada umat Islam di Indonesia.

3. Mendesak pihak berwajib untuk segera memproses hal ini agar tak terjadi kegaduhan yang lebih besar di tengah masyarakat.

4. Mengajak pemuda Islam untuk tetap menahan diri dari sikap yang tak terpuji akibat emosi sesaat dan tetap berakhlaqul karimah mensyiarkan Islam sebagai agama yang damai.

Bahwa kerukunan Indonesia tercapai karena saling mengerti dan menghormati. Jika kau tak mengerti maka hormatilah hal yang tak kau pahami.

Alhamdulillahi’ala ni’matil Islam. Allahu Akbar !

Jatinangor, 2 April 2018

Salam,
Ketum PW KAMMI Kaltimtara
Muhammad Teguh Satria, S.Ak

Cp. 085200022219

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung