Memenangkan Ramadhan, Sejarah akan Berulang!

GERCEP Kaltim Gelar Sosialisasi Pemilih Pemula, Ini Materi Yang Disampaikan
May 28, 2018
[Selfie or Groufie Contest]
June 8, 2018

oleh : Nur Ahlina Hanifah
(Ketua KPIS Samarinda)

Ramadhan merupakan bulan mulia di antara sekian banyak bulan yang Allah subhanahu wa ta’ala hadirkan dalam kehidupan manusia. Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan begitu banyak pahala atas amal kebaikan. Manusia mempersiapkannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban agar totalitas dalam menghadapi Ramadan. Beribadah kini laksana napas yang berhembus. Apapun yang dilakukan, kata yang diucapkan, tempat yang dituju, semata-mata untuk beribadah mendapat ridho Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam perspektif sejarah, bulan Ramadan memiliki serangkaian kisah menggetarkan yang menggambarkan kemenangan umat Islam atas kuasa Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti kisah dalam perang Badar yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah. Awalnya Rasulullah mendengar kabar bahwa akan tiba kafilah pedagang kaum Quraisy  dari Syam dibawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Kemudian Rasulullah mengajak kaum muslimin untuk mencegat rombongan tersebut dan menagih harta mereka sebagai ganti kekayaan kaum Muslimin yang dirampas di Makkah.

Abu Sufyan telah mendengar bahwa kafilahnya akan dihadang oleh kaum Muslimin. Sehingga, dia mengutus Dhamdham bin Amr Al-Giffari untuk meminta bantuan pasukan ke Makkah. Setelah mendengar berita ini, kaum Quraisy langsung mempersiapkan diri dan berangkat dengan tujuan berperang. Sementara itu, kaum Muslimin belum mengetahui adanya pasukan susulan tersebut. Rasulullah berangkat bersama 314 sahabat dengan 70 ekor unta.

Setelah mendengar kabar yang sebenarnya, Rasulullah mengirim intel untuk mengetahui kondisi lawan. Dari intel tersebut didapatkan informasi bahwa jumlah lawan sekitar 900-1000 orang. Abu Sufyan dan kafilahnya berhasil kabur dan sampai di Makkah dengan selamat. Namun, Abu Jahal tetap bersikeras melanjutkan peperangan. Rasulullah di tempat pemberhentian mencoba menenangkan para sahabat dengan kabar kematian kaum Quraisy saat peperangan nanti.

Rasulullah di tengah kesempitan dan ketidakpastian itu tetap optimis dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, “Ya Allah, inilah kaum Quraisy yang datang dengan segala kecongkakan dan kesombongannya untuk memerangi Engkau dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, tunaikanlah janji kemenangan yang telah Engkau berikan kepadaku. Ya Allah, kalahkan mereka esok hari..”.

Rasulullah terus berdo’a denga khusyuk dan merendahkan diri hingga Abu Bakar iba melihatnya dan mencoba menenangkan Rasulullah

Dalam peperangan tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala mengirimkan bala bantuan Malaikat kepada kaum Muslimin. Meskipun secara jumlah kaum Muslimin jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kaum Quraisy, namun Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemenangan sesuai dengan yang Allah subhanahu wa ta’ala janjikan. Kemenangan ini juga Allah kisahkan dalam QS. Ali Imran ayat 123,

”Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya”.

Bulan Ramadan juga mengisahkan kemenangan umat Islam yang lainnya. Seperti Kisah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam Fathu Makkah. Tujuan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam diawal memasuki Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh. Kemudian terjadi pernjanjian,hingga akhirnya umat Islam berhasil masuk ke Makkah. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam terus membaca QS. Al-Fath saat memasuki Makkah.  Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam juga berhasil menghancurkan berhala yang berdiri di sekitar Ka’bah sambil bersabda, “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebathilan. Telah datang kebenaran dan tidak akan datang lagi kebathilan”.

Kemenangan lainnya juga dikisahkan pada saat Khalid bin Walid berhasil menumbangkan patung berhala Al-‘uzza pada bulan Ramadhan tahun ke-9 hijriah. Penyerahan kota Thaif kepada umat Islam juga terjadi di tahun 9 Hijriyah pada Bulan Ramadhan. Dan pada era modern, umat Islam juga berhasil meraih kemenangan pada saat bangsa Arab (Mesir, Syria, dan Yordania) berhasil merebut banteng Israel “Garis Bar Lev” pada 10 Ramadan 1390 H/24 Oktober 1973 M.

            Dengan kisah-kisah kemenangan tersebut menjadi pelajaran bagi kita bahwa Bulan Ramadan merupakan bulan kemenangan. Memenangkan ke-ridho-an Allah subhanahu wa ta’ala, memenangkan diri dari hawa napsu yang membelenggu, memenangkan diri dengan meninggalkan keburukan-keburukan kita terdahulu, dan kemenangan-kemenangan lainnya. Kemenangan identik dengan perjuangan dan pengorbanan. Tidak ada kemenangan yang hadir hanya dengan berpangku tangan. Allah subhanahu wa ta’ala ingin agar hambaNya menciptakan sebab-sebab agar kemenangan itu pantas Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Maka Bulan Ramadan ini mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemenang, yaitu meraih kemenangan dengan semangat perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan untuk memberikan usaha yang terbaik dan berkorban dengan segala hal yang dimiliki untuk meraih kemenangan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung