Dauroh Marhalah 3 KAMMI Kaltimtara 2018

KAMMI Kaltim Kaltara Sambangi Kesbangpol Kaltim
June 25, 2018
Membangun Mental Kesatria
June 25, 2018

kammikaltimkaltara.com SAMARINDA – Dauroh Marhlah III KAMMI Kaltim-Kaltara merupakan salah satu agenda besar dari KAMMI ini, menghadirkan beberapa delegasi dari daerah Kaltim-Kaltara dan luar daerah Kalimantan. Agenda ini diadakan selama 5 hari dari tanggal 20 – 25 Maret 2018.

            Dauroh Marhalah 3 merupakan agenda kaderisasi yang dilakukan oleh KAMMI Pusat / yang dilakukan secara teknis oleh KAMMI Wilayah Kaltimtara dimana merupakan bagian dari ikhtiar untuk menerapkan Manhaj Kaderisasi KAMMI 1427 H. Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pembukaan nya yaitu SUARA (Studi Mahasiswa dan Rakyat) dengan tema Kebijakan Bimbang, Ekonomi Tumbang, Rakyat Meradang, serta Diskusi Publik yang bekerjasama dengan SKK MIGAS mengadakan Seminar “Pengaruh Kelancaran Operasi Hulu Migas Terhadap Peningkatan Manfaat Bagi Masyarakat”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung BKKBN Provinsi Kaltim ini dihadiri kurang lebih 100 orang, baik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat.

            Acara diskusi publik Kebijakan Bimbang, Ekonomi Tumbang, Rakyat Meradang berlangsung pukul 08.30 Wita ini, menghadirkan narasumber Purwadi, S.E., M.Si. (Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman), H. Zainal Haq, S.T. (Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Timur), dan Samsul Alam, S.Pd. (Pengusaha Muda Kalimantan Timur). Diskusi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya secara bersama-sama, setelah pembacaan tilawah dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, dan Ketua Umum KAMMI Kaltim Kaltara.

            Menurut Purwadi, S.E., M.Si., selaku akademisi, beliau berpendapat bahwa permasalahan ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini dikarenakan :

(1) Rendahnya pertumbuhan ekonomi, karena Indonesia masih bergantung pada modal dari invstasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya. (2) Kemiskinan, kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil, masyarakat mengalami penurunan daya beli barang –barang kebutuhan pokok secara umum. (3) Pengangguran, banyak angkatan kerja yang tidak terserap dalam lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran. (4) Kesenjangan penghasilan, dalam masyarakat terdapat kelompok masyarakat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Sehingga keduanya memiliki kesenjangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (5) Inflasi, Inflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan tingginya permintaan agregat, sementara permintaan barang dan jasa tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. (6) Hutang luar negeri, hutang yang terus menumpuk tersebut menyebabkan terjadinya berbagai masalah perekonomian seperti nilai mata uang rupiah yang terus menurun. (7) Defisit anggaran, ketika anggaran belanja lebih tinggi dari anggaran pendapatan, penyebab utamanya adalah korupsi, perilaku pemerintah yang sangat boros anggaran, dan subsidi yang tidak tepat sasaran. (8) Ketidakmampuan Industrial, industri di Indonesia kebanyakan hanya merakit barang saja. Kalaupun ada industri besar, industri tersebut pasti milik asing. Perindustrian masih sangat bergantung pada ekonomi, bahan baku, dan teknologi asing. (9) Ketikmampuan mengelola sumberdaya manusia, walaupun penduduk Indonesia terbanyak ke-4 di dunia, namun kualitasnya masih sangat buruk. (10) Penguasaan iptek yang kurang, karena jumlah tenaga ahli di Indonesia masih sangat sedikit. Kalaupun ada, mereka lebih memilih untuk bekerja di luar negeri karena penghasilaanya yang tinggi. (11) Korupsi, yang menjadi masalah serius di negeri ini, (12) Masalah pangan, ketidakmampuan pemerintah daam mengandalikan harga pengan membuat harga pangan terus meroket, terutama sembako. (13) Pembangunan yang cenderung tersentralisasi, pembangunan yang difokuskan pada kawasan tertentu saja yang membuat kesenjangan sosial di daerah perkotaan dan pedesaan. Saat ini, negara diambang bahaya  karenan pengentasan kemiskinan mengalami stagnan.

            Di hari selanjutnya, agenda Seminar SKK Migas “Pengaruh Kelancaran Operasi Hulu Migas Terhadap Peningkatan Manfaat Bagi Masyarakat” yang dimoderatori oleh Muhammad Said, A.Md (Kadept Kebijakan Publik KAMMI Kaltimtara) juga berlangsung dengan lancar. Dan forum diskusi pun cukup hidup dengan pertanyaan – pertanyaan kritis peserta kepada beberapa pemateri SKK Migas dan hadir pula dari pengurus KAMMI Pusat disana.

            Untuk agenda DM 3 di tahun 2018 ini, KAMMI Kaltimtara meluluskan belasan peserta dari berbagai daerah.  DM3 ini ibarat sebuah kapal yang akan mengantarkan kita untuk mengarungi lautan ilmu, menyelam makna, dan membuka cakrawala wawasan di luasnya samudera. Imam Rabi’ah bin Farukh berkata ” Sesungguhnya Ilmu tidak akan memberikan sebagian dari dirinya kepadamu kecuali jika kamu memberikan seluruh jiwamu untuk mendapatkannya”

Diharapkan lulusan DM 3 ini nantinya dapat menjadi pemuda tangguh di era globalisasi ini, mampu  mempetakan visi dan menyalakan semangat untuk menyongsong kejayaan Indonesia 2045 juga memiliki semangat juang pemuda yang visioner demi masa depan bangsa.  Karena bangsa ini membutuhkan anak muda yang memiliki kompetensi kritis, mental, dan spiritual yang kuat, sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung