Membangun Mental Kesatria

Dauroh Marhalah 3 KAMMI Kaltimtara 2018
June 25, 2018
Melirik Peluang Akurasi Lembaga Survei di Pilgub Kaltim 2018
June 26, 2018

oleh : Abdi Rahman

(Sekretaris Jendral KAMMI Kaltimtara)

 

Rentetan pengalaman belajar tak begitu mudah untuk dilalui, tak begitu susah pula bila diseriusi. Nyatanya, pengalaman belajar yang biasanya menghabiskan 1/4 abad usia kehidupan tak lantas membangun mental idealnya seorang pembelajar. Maka benar sabda Rasul yang mengatakan bahwa “Tuntutlah Ilmu dari buayan hingga ke liang lahat”. Itu sebabnya kita sebagai manusia tak boleh merasa puas dengan ilmu dan pengalaman belajar yang dimiliki.

Bahkan kita dapati disekeliling kita, ada orang yang pengalaman belajarnya lebih banyak namun mentalnya kerdil, cara berpikirnya dibawah dan akhlaknya rendah. Ini bukan tentang tingginya derajat seseorang karena ilmu, sebab itu sudah menjadi hak prerogratif Allah terhadapnya. Ini tentang bagaimana mental kesatria dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kesatria menurut kamus bahasa Indonesia berarti orang (prajurit, perwira) yang gagah berani, pemberani. Sudah sejak lama kita telah gunakan kata ini untuk menunjuk seseorang yang hebat dan bertanggungjawab dengan keberanian yang dimiliki. Mental itulah yang kini semakin meredup dalam jiwa-jiwa kita.

Manusia bermental kesatria itu maju tanpa menjatuhkan, bangkit & lakukan perlawanan untuk sikap solidaritas persamaan tanpa saling menyalahkan. Kegagalan bukan untuk dinikmati, tetapi untuk diperbaiki. Mari bersama-sama kita evaluasi diri, agar hidup ini terasa berarti.

Ingat, mental kesatria adalah mental bertanggungjawab, mau mendengar, mempertimbangkan, cenderung bijak, berani mengakui kesalahan dan menjadi problem solver dalam kehidupan. Bukan menambah masalah menjadi lebih carut-marut dan mengedepankan kepentingan pribadi. Jangan bermental rakyat, yang suka menuntut & suka dilayani.

Samarinda, 27 Ramadhan 1439 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung