Notulensi Diskusi Online “MemBOOMingkan Isu Via Media Sosial”

Melirik Peluang Akurasi Lembaga Survei di Pilgub Kaltim 2018
June 26, 2018
[Maklumat PW KAMMI Kaltim Kaltara] “AKSI MERESPON KENAIKAN HARGA BBM”
July 4, 2018

Pemantik :Surahman Malik (Aktivis, Penggiat Media Sosial)

MATERI

  1. Mengelola Isu:

     Ada dua hal yg bisa dilakukan:

  1. Membaca trend isu di sosmed lalu ikut memboomingkannya, atau
  2. Menciptakan isu (issue maker)

Ada Dua bentuk isu/news viral:

  1. PERISTIWA
  2. PROPAGANDA

Ada dua  aspek isu yg sulit diabaikan oleh publik:

  1. Isu terkait urusan PERUT / FISIK (masalah lapangan pekerjaan, sembako, BBM, listrik, kesehatan, pendidikan)
  2. Isu terkait urusan PERASAAN / PSIKIS (dari masalah cinta-cintaan pasangan kekasih, hubungan rumah tangga, hingga masalah keyakinan)

[Contoh sederhana: viralnya kisah asmara dua sejoli yg berpacaran sejak SMP hingga bekerja, Tp ujung2nya si perempuan menikah dg pria lain. Mantan kekasihnya ikut foto di pelaminan.

[Contoh lain:

Peristiwa terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit yg bermasalah.

  1. Metode penyampaian di sosmed:
  2. Memilih Media yang efektif:

     Urutan user terbanyak:

  1. YouTube
  2. Facebook
  3. WhatsApp
  4. Instagram
  5. Line
  6. BBM
  7. Twitter
  8. Google+

Mau pakai yang mana?

Pilih saja yg Sesuai dg segmentasi target dan letak geografis Anda.

  1. Teknik marketing sosmed:

Kata kuncinya:

Mengelola KONTEN

Konten ad/ bagian terpenting dari social media marketing.

Kesuksesannya dipengaruhi 3 faktor:

  1. Kualitas konten
  2. Timing / waktu posting
  3. Frekuensi Posting

Jenis konten yg sering kita gunakan:

  1. Teks
  2. Link
  3. Gambar/Foto/Infografis
  4. Video

*Jenis konten Apa yang paling banyak diakses?:

Konten berupa Teks yang disertai foto dan Link

Hindari hanya memposting teks panjang. Apalagi yg hobi share BC Dapat dari grup sebelah…

Mengapa bisa begitu?

Kita simak sama-sama lanjutannya…

Kita ambil contoh sosmed yg banyak digunakan: misal Facebook

Selanjutnya. Dari sekian banyak konten di sosmed , Ternyata isi dari Konten tsb ada kriteria tertentu yg banyak diakses, berupa (urutan tertinggi):

  1. Artikel berisi “daftar-daftar”
  2. Artikel penjelaaan “mengapa”
  3. Video
  4. Artikel berisi “panduan”
  5. Artikel penjelasan “apa”

Hipwee, IDN , gila bola , dsb… memakain jurus ini.

“5 tempat yg layak kamu kunjungi”

“10 pemain bergaji tinggi”

Dsb

Bisa jadi nanti dibuat versi:

“5 kandidat terkuat Ketum PP Kammi dari Kalimantan”

Selanjutnya, Catatan: artikel yg banyak dishare adalah yg mampu membangkitkan PERASAAN

Best days memposting:

Akhir pekan

Kamis 18%

Jumat 18%

Sabtu 32%

Minggu 32%

Senin – Rabu dianggap hari yg buruk utk marketing isu di sosmed

Best times:

9am

1pm

3pm

  1. Tunjuk satu akun yg besar pengaruhnya, lalu Gunakan anggota komunitas / kader utk ikut menshare
  2. Manfaatkan influencer “Grup-Grup komunitas* di FB, WA, TG. (Bubuhan Samarinda, Cyber army, dsb)

  1. Fahri Ihsan (Komsat Sekota Balikpapan)

Bagaimana cara mengatasi hoax yg terjadi di isu media sosial

Misal nya tentang pilgub pilkada dll

Jawaban:

  1. Abaikan
  2. Jangan terpancing (Abaikan)
  3. Jangan menshare (abaikan)
  4. Klarifikasi (jika mendesak)

Kuncinya abaikan.. abaikan… abaikan…

Makin ditanggapi makin menjadi hoax itu.

Terakhir sekali jika sangat harus diklarifikasi baru diklarifikasi.

ingat: klarifikasi adalah pekerjaan melelahkan

“Sebarkan kabar atau kampanye bohong tentang lawan Anda walau itu sulit diterima akal sehat. Memang berita yang disebar itu tidak benar, tapi setidaknya lawan Anda akan kehabisan energi untuk membantah atau mengklarifikasinya”

(Our Brand is Crisis)

Kampanye negatif itu boleh, bukan hoax.

Kampanye hitam, itu tidak boleh, masuk kategori hoax.

Kampanye negatif = fakta = Samarinda kota banjir , Balikpapan kadang juga banjir.

Kampanye hitam = Farid kader Kammi Balikpapan sudah beristeri dua. (Misalnya)

  1. Langgeng (Komsat Unmul)

Menurut pemaparan diatas apakah metode ini juga bisa di kembangkan misalnya untuk marketing olshop agar produk atau bahan yang kita akan viralkan bisa booming dengan cepat..? Mohon maaf jika keluar dari konten.

Jawaban:

Bisa digunakan. Marketing olshop dan marketing isu sama2 menjual produk. Hehe…

Tapi utk marketing olshop tentu ada treatment2 tambahan lain. Senin-Rabu tetap sj posting sesuatu, jgn dikosongkan. Dan olshop itu harus aktif dan responsif pada pelanggan di sepanjang waktu.

Lebih berefek lagi bila menggunakan iklan berbayar mas.

Baik olshop ataupun isu .

Di Facebook sangat banyak konten politik yg diiklankan berbayar. Dan menyasar dg tepat sasaran segmen yg dituju.

  1. Wahyu (Kamda Papua Barat)

Si sini sayamelihat  peran komunitas sangat efektif.dan yg sangat ingin saya tanyakan cara membuat kesadaran pentingnya pembomingan ini bagaimna..di lingkup komunitas…karena ini soal kuantitas yg membentuk..pengaruh.

Jawaban:

Ide dan semangat itu sm dg penyakit akhi: bisa menular.

Jadi Harus ada sosok yg Istiqomah mengajak pada “kesadaran” yg diharapkan.

DISKUSI BARENG

NONGKRONG BARENG

DISKUSI LAGI

JALAN BARENG

PERLUAS JEJARING

dst

Khusus utk isu di sosmed, antum sudah punya jejaring: KAMMI SE Indonesia, itu bisa dimanfaatkan utk memviralkan kabar/isu dari tanah Papua.

  1. Puji (KAMMI Kaltimtara)

Biasanya jika postingan yang berupa teks atau tulisan jarang terlalu diminati, apalagi yang panjang. Namun, jika tulisan itu “berisi” maka akan sangat bermanfaat. Tulisan itu sangat tergantung dari apa yang dibaca (selain pengalaman). Pertanyaannya, bagaimana meningkatkan minat baca (buku), tidak hanya baca (whatsapp) agar tulisan yang dibuatpun bermutu?

Jawaban:

Betul sekali. Tulisan panjang bikin capek membaca. Kecuali yg memakai teknik penulisan tertentu yg bisa membuat kita betah membaca tulisan panjang, contoh Copy Writing. (Nanti Sy share satu contoh tulisan panjang).

Jadi Klu panjang, cantumkan di blog sj lalu posting linknya ke sosmed.

Bagaimana tingkatkan minat baca?

  1. Memang Harus ada niat yg kuat
  2. Jadwalkan
  3. Paksakan diri utk membaca

(Luangkan waktu utk membaca, jangan tunggu waktu luang utk membaca)

  1. Gabung komunitas literasi (gemar baca , penulisan, dsb)

  1. Annisa (KAMMI IAIN Samarinda)

Misal masyarakat tdk tau akan kenaikan harga bbm. .

Alhasil kita boomingkan melalui medsos agar menjadi viral dan bisa mendapatkan perhatian serta perbaikan kedepannya.

Ketika tlah di respon oleh pihak yg bertanggung jawab atas masalah tersebut, langkah apa yg dilakukan oleh kita sbagai mahasiswa dalm menyikapi hal tersebut. ? Agar bukan sbuah opini blaka mlainkan bukti nyata dalam penyikapan fakta real yg terjadi..

Jawaban:

Responnya bagaimana dulu.

Kalau sekeder “baik… aspirasi Anda kami terima. Silahkan kembali pulang.”

Ya Sy pribadi gebrak lagi pintu kantornya 🙂

Tapi sebelumnya, memang penting bagi kita bergerak dg data dan argumen yg kuat. Sehingga kita bisa adu mulut secara matang.

Namun , fokus advokasi kita adalah meringankan beban rakyat krn kenaikan harga BBM tsb, jadi kita menempatkan diri pada posisi rakyat yg kesusahan .

Tidak serta merta menelan mentah penjelasan dari pihak Pemerintah

Kan ada pakar tuh yg ngomong “Penyebar hoax terbesar di negeri ini adalah Pemerintah . Mereka punya kuasa utk melakukan itu”

Tanggapan:

Apakah dngan ini aja cukup. ?

Misal dari pihak pemerintah mngatakan sperti itu, tetapi nyata nya blm membuat harga bbm itu turun..

Langkah selanjutnya. ??

Jawaban:

Demo secara berkala. Dgn massa yang dibesarkan.

Demo besar2an mahasiswa tahun 2012 berhasil membuat rezim SBY membatalkan kenaikan harga bbm.

  1. Erna (PW Kammi Kaltimtara)

terkait media ini kak @Ka Surahman , di daerah samarinda kalau diperhatikan jarang organisasi yang menggunakan facebook untuk mensyiarkan agenda ataupun suatu isu.

Sekarang lebih banyak menggunakan IG, padahal kalau diperhatikan untuk lebih ke masyarakatnya keseluruahan masih banyak yang update dan membuka segala sesuatu di grup2 FB “Bubuhan Samarinda” misalnya, klau menurut pandangan kakak sendiri bagaimana? Dan media yg kini mulai  ditinggalkan sepertinya twitter , apakah twitter ini masih maksimal untuk digunakan, karena sepertinya para politikus negeri ini masih sering yang update melalui di twitter ataukah memang lebih baik kita hanya fokus pada IG saja kak misalnya ?

Jawaban:

Tiap sosmed dan messenger punya segmen pengguna masing2. Perlu digarap dg catatan disesuaikan dg konten yg laris di masing2 sosmed.

FB dan IG di daerah masih tetap tinggi penggunanya.

Twitter di daerah sudah mulai ditinggalkan. Pengguna Twitter kebanyakan tersisa dari kalangan ibukota dan oleh para intelektual , politisi, dan profesional.

Saran saya, utk daerah fokus garap Facebook dan  Instagram. Tapi akun lembaga di Twitter jgn juga ditutup. Yang paling tidak habis dimakan zaman, kayaknya YouTube . Survive terus.

Baiknya lembaga juga mulai garap Channel YouTube secara maksimal

Tanggapan:

Satu lagi ya kak

Apakah semua isu harus kita sikapi , minimal di instastory IG KAMMI gitu kak

atau membuat pernyataan sikap yang resmi,,

atau hanya isu tertentu saja yang harus KAMMI pilih dan harus menunggu instruksi penyikapan isu dari KAMMI Pusat kak

Jawaban:

Tidak semua isu harus kita sikapi ya. Buat skala prioritas saja.

Ada isu nasional

Ada isu daerah.

Isu nasional boleh sj berkoordinasi dg pengurus pusat.

Isu daerah tentu kita di daerah yg lebih paham situasi kondisinya.

Kuncinya Proaktif trhdp fenomena sekitar.

Insta story boleh lah.

Tapi jangan jadi gerakan andalan ya.

Pernyataan sikap, penting.

Tapi jgn hanya berakhir di atas lembaran putih yg difoto lalu disebarkan.

Upayakan minimal ada konferensi pers dan aksi lanjutan.

  1. Fadhil Abdurrahman

Terkait dengan keputusan instagram yang bikin aturan postingan yang akan muncul di jendela followers kita adalah postingan yang paling banyak tangapanya (like and comment) saya mau tanya apakah ini benar dan bagaimana cara biar kita mendapatkan banyak tangapan dari pemirsa?

Jawaban:

Saya belum update kebijakan baru itu.

Tapi secara umum triknya kurang lebih sama di materi tadi ya:

  1. Konten yg menarik “rasa”
  2. Caption yg bermagnet
  3. Perbanyak hastag
  4. Kalau dirasa perlu: beli likers berbayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung