Peran Perempuan di Era Teknologi Sebagai Kontribusi Abad 21 Untuk Mewujudkan Indonesia yang Madani

KINI TAK LAGI DIBERI KEBEBASAN
July 12, 2018
BAYANG-BAYANG PILGUB KALTIM 2018
July 12, 2018

Peran Perempuan di Era Teknologi Sebagai Kontribusi Abad 21 Untuk Mewujudkan Indonesia yang Madani

(Febriani – The Winner of Muslimah Negarawan Competition 2017)

Logika dan perasaan, demikiansalah satu pembeda dalam diri perempuan dan laki-laki yang menjadi stereotipe di masyarakat.Perempuan lebih cenderung memakai perasaan saat bertindak sedangkan laki-laki lebih kepada logika.Stereotipe tersebut menjadikan perempuan masih dibatasi dalam beberapa bidang, salah satunya teknologi. Kaum adam masih menjadi penghuni terbanyak dalam jurusan IT dan yang menggeluti pekerjaan di bidang teknologi.Menurut Kemristekdikti, perempuan peminat jurusan komputer tidak begitu tinggi yaitu hanya mencapai 20% dari semua populasi mahasiswa perempuan yang mencapai 55%.Padahal, peran perempuan juga dibutuhkan dalam bidang IT. Dalam wawancaranya dengan BBC.com, Suw Charman-Anderson, pendiri dari yayasan Ada Lovelace mengemukakan bahwa jika ada banyak perempuan yang bekerja di bidang teknologi, aplikasi kesehatan tidak akan lupa bahwa para perempuan memiliki masa haid dan aplikasi untuk melacak periode haid tidak seluruhnya terfokus pada rencana kehamilan. Pernyataan dari Suw mengindikasikan bahwa perlunya perempuan terjun di bidang teknologi.

Perkembangan teknologi di abad 21 yang sangat pesat tidak bisa dihindari oleh manusia diberbagai belahan dunia.Inovasi-inovasi terus bermunculan setiap harinya demi memudahkan manusia dalam beraktifitas.Dikutip dari Wikipedia, teknologi sendiri dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.Di Indonesia, tercatat pengguna internet mencapai 39.600.000 jiwa dari penduduk Indonesia yang berjumlah 237.556.363 jiwa, menurut data survey pada tahun 2011.Hal ini menjadi kesempatan besar untuk menjadikan Indonesia bersaing secara global dengan peran aktif pemuda, khususnya perempuan di bidang teknologi.

Sejarah Perempuan dan Teknologi

            Minimnya kaum perempuan di ranah teknologi bukan berarti perempuan sama sekali tidak terlibat dalam perkembangan teknologi saat ini. Tahun 1969 mencetak sejarah bagi peradaban manusia dimana manusia berhasil menjajakkan langkah pertama dibulan. Margaret Hamilton, perempuan alumni jurusan matematika di University of Michigan memiliki kontribusi besar dalam hal itu, beliau memimpin software engineer dalammisi Apollo dengan mengembangkan sebuah modul yang berisi cara untuk menghindari bencana ketika mendarat dibulan.

            Masih di benua yang sama, “Prophet of Computer Age”, sebutan bagi Ada Lovelace, programer komputer pertama di tahun 1800 yang terkenal dengan karyanya yaitu “mesin analitis” yang dikerjakan bersama seorang penemu, Charles Babbage.Atas koreksinya terhadap terjemahan bersama Babbage banyak hal yang berkembang saat ini.Masih banyak kontribusi wanita lainnya, seperti Edith Clark, Grace Hoper, Susan Kare yang temuannya tidak bisa diremehkan dalam sejarah perkembangan komputer.Hal ini seharusnya mematahkan persepsi bahwa perempuan gagap teknologi dan tidak kompeten di bidang tersebut.Masih terbukanya peluang teknologi untuk berkembang harus dijadikan momentum bagi perempuan Indonesia untuk ikut andil membangun peradaban dengan nilai nilai yang baik dan berguna bagi kehidupan manusia.

Islam dan Teknologi

            Islam adalah agama yang menyeluruh. Di buktikan dengan ajarannya yang tidak akan pernah berubah dari waktu ke waktu. Ajarannya yang sama di belahan dunia manapun serta pedoman yang sama bagi seluruh penganutnya. Teknologi yang merupakan hal baru dan tidak ada pada zaman kenabian bukan menjadi halangan bagi umat islam untuk terjun kedalam bidang teknologi. Ajaran ajaran islam yang di aplikasikan kedalam teknologi dapat membantu menyiarkan bahwa islam adalah agama yang damai. Namun, umat islam masih memiliki ketertarikan yang rendah dengan dunia teknologi atau umat islam yang tidak paham dengan nilai nilai islam sehingga membuat suatu teknologi yang tidak memiliki kebermanfaatan dan nilai syiar didalamnya. Fakta bahwa teknologi sekarang memiliki dampak negatif yang banyak menjadi salah satu penyebab rendahnya ketertarikan. Padahal, teknologi yang dikembangkan dengan nilai nilai islam dapat menjadi alat untuk memperbaiki permasalahan di dunia dan untuk kebangkitan umat islam itu sendiri.

            Saat ini teknologi masih dikuasai oleh negara yang minoritas kaum muslim, seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, China dan lain sebagainya. Sehingga, teknologi yang di buat jauh dari kata kata memiliki nilai yang baik. Banyak teknologi yang diciptakan untuk memerangi kaum muslim, senjata senjata yang berbahaya, aplikasi aplikasi duniawi yang melalaikan. Indonesia sebagai Negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak menduduki peringkat 60 dari 72 negara dalam indeks pencapaian teknologi berdasarkan data dari United Nation for Development Program(UNDP) pada tahun 2013      

Peran Muslimah di Bidang Teknologi

            Salah satu tayangan Innovation Nation di channel National Geographic, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang berasal dari Canada, Makosinki menciptakan suatu senter yang dapat digunakan bukan dengan baterai namun dengan tenaga panas pada telapak tangan saat kita menggenggamnya. Mungkin banyak yang berpikir bahwa teknologi ini tidak cocok saat musim dingin, namun Makosinki menciptakan teknologi tersebut terinspirasi oleh keadaan di benua Afrika atau negara miskin lainnya yang minim akan penerangan saat malam hari. Masih untuk benua yang sama, Jessica Matthews dan Julia Silverman menciptakan bola yang akan menghasilkan energi listrik jika terus digunakan atau ditendang sehingga anak anak yang kekurangan dapat menggunakannya saat matahari bersinar dan menggunakannya saat malam untuk energi penerangan. Matthews pun ingin menyeselesaikan permasalahan dunia, terutama kemiskinan yang melanda di berbagai belahan dunia.

            Contoh-contoh diatas seharusnya dapat menginspirasi kaum perempuan khususnya muslimah di Indonesia untuk dapat berinovasi.Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di Indonesia dan teknologi yang semakin berkembang dapat dijadikan momen untuk menciptakan solusi solusi solutif yang mengikuti perkembangan jaman.Di bidang teknologi memiliki keuntungan bagi muslimah untuk berkarir sekaligus menjaga izzahnya.Deborah Clark mengatakan bahwa perempuan cenderung memilki bakat multi-peran alami dan negosiasi keterampilan yang muncul beserta aspek-aspek lain dari kehidupan, terutama kita harus menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan rumah atau merawat keluarga.Pun Makosinki mengerjakan senter dikamarnya sambil berkatifitas dirumah.

Kekerasan pada wanita bahkan anak anak seharusnya menjadi kegelisahan bagi kaum muslimah untuk mencari solusi dan inovasidengan memanfaatkan bidang teknologi. Aplikasi maupun software yang dikembangkan, seperti kata Shuw, seharusnya dapat lebih memihak kepada perempuan, namun, karena yang terjun ke bidang teknologi adalah mayoritas  laki-laki maka kepahaman akan situasi perempuan tidak berjalan. Becky Plummer seorang insinyur yang bekerja di Bloomberg berkata “Tidak ada pertanyaan apa yang telah dibawa oleh para perempuan, dan akan terus membawa, inovasi besar bagi dunia yang kita tempati. Jadi seperti apa industri teknologi dan dunia ini jika perempuan yang berperan semakin banyak ?Dengan lebih banyak lagi perempuan yang berpartisipasi dalam industri teknologi, saya pikir kami akan (dan saya berharap kita akan) melihat lebih banyak produk yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup bagi individu.”

            Semakin banyaknya perempuan yang sadar akan pentingnya terjun di dunia teknologi lama kelamaan akan lebih banyak perempuan yang bersedia meluangkan waktu untuk membimbing teman perempuan lainnya sehingga paradigma bahwa teknologi hanya di isi oleh kaum laki-laki dapat di seimbangkan dengan peran perempuan didalamnya.

Hal tersebut tidak dapat terjadi tanpa kerja keras dan usaha yang sungguh sungguh. Margaret Hamilton tidak serta merta dalam waktu sekejap bisa menjadi pemimpin para software engineer dan membuat sebuah modul. Didalam sebuah foto ditunjukkan bagaimana Margaret berdiri disamping sebuah  tumpukan buku yang memiliki tinggi yang sama seperti dirinya, buku-buku itu berisi tulisan tangannya tentang kode kode program untuk menghantarkan manusia ke bulan.

Dengan sadarnya dan bangkitnya pemuda khususnya di Indonesia untuk dapat berperan di dunia teknologi dapat menjadi momentum kuat bagi umat islam untuk bangkit dan lebih dihargai oleh bangsa lain sehingga momen 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, Indonesia sudah bukan negara yang dipandang sebelah mata, umat islam bukan lagi umat yang di cap sebagai radikal. Tetapi, umat islam di Indonesia dikenal sebagai manusia innovative dan solutif yang dapat membangkitkan kejayaan di Indonesia dan menjadikan Indonesia yang madani, tentu dengan peran muslimah didalamnya.

Daftar Pustaka

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161012_majalah_iptek_wanita_teknologi “Kisah Para Perempuan yang berkiprah di dunia teknologi” [diakses tanggal 16 April 2017 Pukul 22.10 WITA]

http://ry-portfolio.weebly.com/perkembangan-teknologi-di-indonesia.html “Perkembangan Teknologi di Indonesia” [diakses tanggal 16 April 2017 pukul 22.24 WITA]

http://tekno.kompas.com/read/2015/04/21/16573077/Kenapa.Perempuan.Harus.Berperan.dalam.Teknologi.“Kenapa perempuan harus berperan dalam teknologi?” [diakses tanggal 16 April 2017 pukul 22.10 WITA]

https://www.harianbernas.com/berita-7814-Progammer-yang-Membuat-Manusia-Pergi-ke-Bulan-adalah-Seorang-Perempuan.html “Programmer yang membuat manusia pergi ke bulan aalah seorang perempuan” [diakses tanggal 16 April 2017 pukul 23.46 WITA]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung