Menyambut, Melanjutkan Hingga Membekas (Babak Estafet Dakwah)

BAYANG-BAYANG PILGUB KALTIM 2018
July 12, 2018
Menyambung Nafas, Katanya
July 14, 2018

Oleh: Sulthan Nur Hidayatullah, S.E

 

Ingatkah kita, ketika Rasulullah menyambut perintah Allah dengan mendakwahkan Islam secara rahasia kepada orang- orang terdekatnya. Kenapa harus rahasia? Ini untuk menghindari perlakuan buruk kaum Quraisy yang fanatik terhadap paganisme. Allah tidak memerintahkan Rosulullah dikala ada peluang bahkan menyiapkan para manusia untuk menyambut Nabi yang akan datang, tidak. Allah tidak membekali kenyamanan yang utuh pada panggilan itu, yang Allah berikan memang sebuah jabatan tapi jabatan bagi panggilan dakwah seharusnya bukan tentang kenyamanan, tapi pilu yang mengorbankan senyum. Allah memerintah Rosulullah untuk menciptakan peluang itu sendiri, bukan seperti hari ini perintah itu ada karena peluang. ingatlah bahwa menyambut bukan hanya tentang tangan yang diulurkan tapi juga bukit yang perlu diterjang.

Ingatkah kita, apa landasan dan motivasi Sultan Muhammad Al-Fatih dan pasukannya dalam menaklukan konstatinopel ? Apalagi kalo bukan melanjutkan risalah Rosulullah; “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad bin Hanbal). Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepemimpinannya serta taktik dan strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tentaranya. Tapi sungguh taktik dan strategi itu lahir dari motivasi dan hasrat melanjutkan risalah Rosulullah Shalallahu alaihi wasallam. Ingatlah! sungguh melanjutkan dakwah ini tidak hanya apa yang kita perjuangkan hari ini saja tapi juga apa yang agama ini jaga dari awalnya nafas itu dihembuskan.

Ingatkah kita, kondisi kepemimpinan seorang presiden muslim di Turki hari ini? seorang yang terpilih kembali dalam periode keduanya untuk memimpin negara dan umat muslim di turki. Kembali terpilihnya seorang Erdogan bukan sekedar hanya narasi yang ia janjikan diawal kepemimpinannya tapi bukti dan inovasi kerja yang ia lakukan pada masa kepemimpinannya. Sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga infrastruktur yang Erdogan kembangkan tidak hanya berbekas pada negara tersebut tapi juga tercamkan kuat pada rakyat bahkan generasi mendatang Negara Turki. Maka ingatlah! dibalik ekspetasi musti ada narasi dan dibalik kerja harus ada inovasi, karena membekas bukan sekedar membangun. Semua bisa berjanji bahkan bertindak tapi tidak banyak yang berfikir kreatif dalam inovasi kerja.

Dalam kerja dakwah mulanya kita harus mau dan sigap menyambutnya, kokohnya pondasi atau lapangnya medan bukanlah suatu yang dinanti dalam penyambutan tersebut melainkan dampak dari sigapnya kemauan. Selanjutnya dakwah tidak menuntut kita untuk memulai tapi tidak realistis tapi dakwah memprioritaskan kita untuk melanjutkan atas pengalaman yang telah hadir. Hingga ketika kita telah memaknai kondisi internal dalam menyambut dan bekerja secara hikmah maka selanjutnya kita memantaskan narasi dakwah yang dibawah agar terus bernafas ditengah masyarakat.

KAMMI adalah gerakan yang terus berotasi dan bernafas. Sepanjang ia bernafas terkadang lembut dalam menghirup namun terkadang ‘ngos-ngosan’ bahkan tersesak, tapi itulah rotasi gerakan. Ia membutuhkan masa muda dan tua, jenjang periode dan estafet, pembaharuan tenaga juga ide baru karena estafet kader KAMMI bukan masalah menggantikan tapi tentang berbagi kekuatan. Kita yakin apa yang telah dibawa oleh para Alumni tidak bisa kita gantikan, karena zaman dan medan akan silih berganti bak lembar demi lembar halaman buku yang kita titipkan kata-kata dan membuah ingatan hingga menjadi sebongkah buku bersama.

 

KAMMI terus bernafas pada gejolaknya.
Sulthan Nur Hidayatullah, S.E
(Kadept. DPK Kammi Kaltim Kaltara periode 2017-2018)
MUSWIL III KAMMI Kaltim Kaltara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung