Diskusi Suara KAMMI : “Melukis Nasib Kaltim Pasca Pilgub 2018”

[Press Release Samarinda Darurat Keamanan] – KAMMI Samarinda
July 17, 2018
Press Relese : Transisi Kepemimpinan 2019
July 27, 2018

kammikaltimkaltara.com Samarinda. Rangkaian Muswil (Musyawarah Wilayah) kembali digelar KAMMI Kaltim-Kaltara. Nuansa pilgub beberapa bulan yang lalu memberikan nama untuk KAMMI merangkai agendanya dengan melaksanakan Diskusi Publik SUARA (Studi Mahasiswa dan Rakyat) yang mengangkat tema “Melukis Nasib Kaltim Pasca Pilgub 2018”.

Dihadiri lebih 100 orang tamu diskusi, acara ini dilaksanakan pada Jumat 13 Juli 2018. Tak ketinggalan, sederet pembicara dalam diskusi yang berkompeten di bidangnya dihadirkan KAMMI Kaltim-Kaltara di Juanda Advenue Cafe Samarinda.

Sebut saja, Purwadi, S.E., M.Si. (Akademisi Unmul), Airin Noviyan Nurjani, S.Sos. (Pengamat Politik Kaltim), Ibrahim, S.Kom. (Jurnalis Kaltim Post), M. Teguh Satria, S.Ak. (Ketum Kammi Kaltim-tara).

Diskusi kali ini membahas terkait :

a. Evaluasi terhadap pelaksanaan pilgub kaltim 2018.

b. Analisis masa depan kaltim pasca pilgub 2018

c. Konsepsi ideal pemerintahan kaltim masa depan.

Berbicara tentang Kaltim masa depan, tak dipungkiri bahwa hal itu akan kita tanam dan ciptakan bersama mulai hari ini.

Namun, tidak hanya para pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah. Beberapa hal yang menjadi unek-unek para diskusi malam itu tentang, bagaimana janji yang di sampaikan pemerintah, mereka meminta agar Pak Gubernur lebih jeli lagi untuk melihat masa depan Kaltim kedepan.

Selain itu, SDA (Sumber Daya Alam) yang ada saat ini belum maksimal dirasakan oleh masyarakat Kaltim, untuk itu mereka juga menyampaikan bagaimana seharusnya peran semua, terutama mahasiswa dalam mengawal pemerintah demi masa depan Kaltim. Lalu, seperti apa menurut narasumber dalam menyikapi hal ini? Berikut penjabarannya.

Menurut Pak Purwadi selaku akademisi Unmul ini, mengatakan ; Pondasi belum selesai, harus selalu meletakkan 3 pondasi dasar. Persoalannya, SDM belum maksimal, insfrastuktur belum selesai.

PR gubernur sekarang adalah cari duit. Yang kedua, efisiensi, pangkas yang tidak perlu. Yang terakhir bagaimana membuat efisiensi operasional. Selanjutnya pengembalian plat sesuai daerah. Pondasinya harus segera diselesaikan.

Sedangkan Ibrahim Jurnalis Kaltim Post) menyayangkan, untuk saat ini, kita masih kurang serius dalam mengawal pemerintah dalam janji-janji yang diberikan. Terutama terkait anggaran pendidikan.

Lanjutnya di Kaltim ada 7 proyek yang belum selesai. Cerita cagub,
sorotan tentang janji gubernur, tentang Pendidikan. Terutama tentang penganggaran. Amanat UU pendidikan adalah 20%, nyatanya 7-8, karena kita tidak serius dalam mengawal pemerintahan. APBD 8,4 triliun tahun ini. Untuk pendidikan 1,1 triliun, infrastruktur 1,5 triliun. Mahasiswa harus lebih fokus dalam mengawal pemerintah.

Sementara itu, Pak Airin (Pengamat Politik Kaltim) mengatakan bahwa, semua orang bisa jadi pengamat di era keterbukaan politik. Ibarat main bola pilgub ini. Masing” ada jagoannya. Respons terhadap kekalahan dan kemenangan itu lebih penting dari kekalahan dan kemenangan tersebut.

Yang salah itu bukan janji pemimpin, tapi yang salah itu kita yang tidak menepati janji kita. Pemimpin itu harus pintar berjanji dan menepati. Bagaimana kedepannya? Bagaimana bisa memiliki visi yang jelas. Boleh mengkritik asal pesannya sampai. Euforia nasional itu luar biasa, harusnya lebih rame buat daerah.

Sedangkan M. Teguh Satria selaku Ketua Umum KAMMI Kaltim Kaltara, mengatakan untuk evaluasi pilgub tahun ini, angka golput berkurang. Masalah tentang pentingnya berpolitik. Adanya perbedaan dalam berpolitik sebagai pencerdasan berpolitik.

Mahasiswa sebagai kekuatan politik Ekstraparlementer bisa menjadi sparing partner yang baik bagi pemerintah. Berhenti menghujat mahasiswa lain apatis. Mereka hanya perlu diberi pemahaman dengan cara yang berbeda. Lalu beri fasilitasi mereka lewat berbagai bidang yang mereka senangi untuk mengawal pemerintah melalui kritik dan ide kreatifnya.

Dalam perspektif KAMMI ada beberapa poin paradigma gerakan.

1. Dakwah Tauhid. Nilai” ketuhanan yang harus diperkuat.
2. Intelektual Profetik. Sesuai dengan bidangnya masing”.
3. Sosial Independen. Mahasiswa punya peran di sana.
4. Ekstraparlementer. Nafas gerakan yang harus tetap dijaga.

Menurutnya, ada dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. 1st, sense of belonging. 2nd, sense of crisis. Prioritas pemerintah ini ke mana, harus diperhatikan.

Sementara itu, Pak Airin melanjutkan Bagaimana cari duit dalam pemerintahan sekarang.

– Kita terbiasa dengan SDA, yang banyak tanpa memperhatikan SDM yang luar biasa.
– Kemampuan pemimpin kepada pihak” yang dapat menghasilkan uang dengan cara yang halal. Uniknya bahwa anggaran kita itu berbasis orang bukan luas wilayah.
– Peruntukan kendaraan plat merah. Orientasi itu project.

Ada beberapa PR untuk para mahasiswa, yang disampaikan Pak Purwadi. Ditimbang secara praktis, Setahun di organisasi mahasiswa perlu bersuara, tidak perlu berfikir jadi apa. Bikin kelompok untuk bedah APBD. Perkuat di jalanan, rasa memiliki diperkuat, banyak diskusi. Puasa keluar daerah & luar negeri selama 5 tahun.

Ibrahim
APBD: itu uang kita yang dikelola oleh pemerintah. APBD murni: 6 bulan sebelum ditetapkan. APBD perubahan. Perlu adanya fokus dalam pengawalan isu. jangan loncat”. Kemiskinan itu nyata dan dekat. Harus berani mengawal.

Mulai pukul 19.00 diskusi tersebut berlangsung, dengan dipandu Haris Jundana selaku Ketua Gercep Kaltim hingga akhir, acara berlangsung dengan penuh keakraban, suasana baru, dan pasti pe-er baru untuk kita buat Kaltim masa depan.

……..

Demi Kaltim di masa depan, semua harus punya peran.

Agar janji pemimpin tak sekedar diucap,

Agar mahasiswa tak hanya sekedar kuliah tanpa ‘cuap’,

Mahasiswa itu ‘pengawalan’ bukan perlawanan, yang karena tak satu tunju, lalu berkotak-kotakan.

Terima kritik dan saran,

Semua bergerak, jangan diam

Jika salah, itu perlu diluruskan, kalau benar semoga selamat sampai tujuan

Berperan dan bergandengan tangan.

(Humas PW KAMMI Kaltimtara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung