ISLAM DAN PATRIOTISME KEBANGSAAN :TANTANGAN UNTUK GENERASI MUDA

Press Relese : Transisi Kepemimpinan 2019
July 27, 2018
Indonesia Kita
July 27, 2018

OLEH : YULI WULANDARI

Sejak dulu hingga se­karang, pemuda merupakan pilar ke­bangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pe­muda adalah rahasia kekuatannya. Da­lam setiap pemikiran, pemuda adalah peng­ibar panji-panjinya.”

(Hasan Al-Banna)

Berikan aku 100 orang tua, maka akan kucabut gunung semeru dari akarnya. Namun berikan aku 10 orang pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.”

(Ir.Soekarno)

Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara kepada pemuda merupakan hal yang tidak boleh dilupakan oleh bangsa ini, karena pemuda tidak dapat dipisahkan dengan perjalanan panjang bangsa ini. Berbicara kemajuan suatu bangsa maka tak lepas dari pelopor yang menjadi tonggak utama bagi terciptanya cita-cita suatu bangsa. Kemajuan juga tak lepas dari tangan yang memegang peran penting sehingga kemajuan perubahan suatu bangsa itu dapat tercipta. Dalam sejarah peradaban bangsa pemuda adalah aset yang sangat berharga dan tak ternilai harganya, tak heran jika pemuda memiliki julukan sebagai Agent of Change. Potensi-potensi yang dimiliki pemuda adalah potensi yang sangat luar biasa dan bisa diharapkan. Semangat juang yang tinggi bahkan terkesan sangat berani, nyaris untuk dipatahkan dan dipadamkan. Terlebih semangat yang tinggi jika disertai dengan pengetahuan dan diimplementasikan dengan tindakan maka akan terwujudlah suatu perubahan yang di cita-citakan. Pemuda ibarat matahari di jam 12, yaitu sinarnya yang paling terang dan paling panas. Pemuda memiliki kekuatan, pemikirannya yang kritis, idealis dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat menghantarkan kegemilangan peradaban suatu bangsa. Indonesia telah menjadi saksi akan pengaruh dari jamahan tangan dan kekuatan besar dari pemuda yang mampu menduduki gedung parlemen dan meruntuhkan rezim orde baru pada tahun 1998. Bahwa pada saat itu pemuda Indonesia sangat berani menunjukan jiwa patriotismenya, yang mana pemuda di zaman itu mampu menggulingkan rezim pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

Pemuda adalah tumpuan dan harapan bagi terwujudnya cita-cita suatu bangsa. Suatu bangsa tidak akan besar, dihargai dan dihormati bangsa lain melainkan karena peran pemuda dan pemudi yang semangat juang dan jiwa patriotisme terhadap bangsanya sangat tinggi. Pemuda adalah motor penggerak dan pelaku perubahan. Pemuda dapat mendobrak kejenuhan yang dialami oleh masyarakat, sehingga pemuda juga bisa disebut sebagai jantungnya bangsa ini karena semangat membangun dan jiwa patriotisme yang tinggi. Karena siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa ini selain pemuda-pemudi yang berjiwa luhur dan patriotisme. Patriotisme merupakan wujud sikap cinta tanah air, perwujudan sifat patriotisme dapat dilakukan dengan berbagai aspek salah satunya adalah aspek pendidikan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyentuh aspek jiwa pada pelajar. Patriotisme membawa kemajuan bangsa apalagi dalam bidang pendidikan. Sikap patriotisme, nasionalisme, dan hidup mandiri merupakan hal yang sangat penting. Karena akan membawa kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa.

Bangsa Indonesia seakan-seakan tidak terlepas dari berbagai persoalan dan tantangan, sangat disayangkan persoalan bangsa salah satu penyumbang terbesarnya adalah pemuda. Persoalan yang ada diantaranya adalah menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda. Jangan sampai ada ketakutan bagi pemuda dalam mengimplementasikan wacananya.  Berbicara mengenai persoalan dan tantangan pemuda maka memasuki persoalan yang rumit, kompleks dan tidak mudah untuk diselesaikan. Maka untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi butuh dukungan dari pemuda sendiri yaitu keinginan mereka untuk berubah menjadi semakin baik dan bersemangat membangun bangsa. Pemupukan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara dikalangan pemuda perlu digalakkan karena akan mempertebal semangat membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman yang akan menghadang. Dengan semangat ini, pemuda perlu dilibatkan dalam usaha pertahanan nasional.

Selaku generasi penerus bangsa, pemuda harus selalu berpikir dan berbuat maksimal untuk bangsanya. “Jangan tanyakan apa yang akan Negara berikan padamu, tapi tanyakan apa yang akan kamu berikan pada Bangsamu” . Kalimat itu mengartikan bahwa, sebagai cikal bakal pendongkrak kegemilangan, pemuda dituntut untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Pemuda juga harus bisa memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada, karena kesempatan itu bukan ditunggu melainkan diciptakan. Semua kesempatan itu hanya bisa diwujudkan dengan kreativitas, inovasi dan kesadaran menerima kemajuan ilmu dan teknologi bagi diri sendiri, orang-orang sekitar dan bagi bangsanya. Namun, kemajuan teknologi itu bisa menjadi ancaman tersendiri jika dalam pemanfaatannya tidak dibarengi dengan kedewasaan dalam berpikir. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, contohnya adalah generasi muda saat ini lebih menggandrungi budaya asing daripada budaya bangsanya sendiri. Oleh karena itu, kemajuan teknologi ini harus tetap diawasi penggunaannya, sehingga pemuda tidak menjadi korban dan terjerumus dengan kekejaman teknologi yang dapat menggerus penggunanya yang pada akhirnya dapat merusak budaya generasi muda Indonesia serta pemuda harus bisa memfilter budaya-budaya negatif yang datang melalui pintu gerbang teknologi informasi.

Bangsa Indonesia terkenal akan budayanya yang beraneka ragam dan memiliki kekayaan yang melimpah ruah yang tidak dimiliki bangsa lain, bahkan kekayaan yang dikandung bumi pertiwi merupakan salah satu anugerah yang telah diberikan Allah SWT kepada bangsa ini. Indonesia juga terkenal dengan penduduknya yang ramah-ramah dan menerima pendapat serta perbedaan -perbedaan di lingkungan Bangsa Indonesia. Budaya ketimurannya yang kental, telah mencirikan bahwa bangsa ini memiliki norma dan etika dalam berbangsa dan bernegara. Indonesia telah mulai belajar menerima dan memahami perbedaan sesungguhnya dengan lebih luas dan terbuka. Sungguh sangat disayangkan jika generasi muda lebih tertarik dengan budaya asing dibandingkan dengan budaya bangsanya sendiri. Jangan sampai kasus budaya Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga terjadi lagi. Karena kasus seperti itu telah membuktikan kurang pedulinya generasi muda terhadap budaya bangsanya dan kurangnya rasa kecintaan serta memiliki bangsa yang telah ditunjukkan oleh pemuda bangsa ini.

Sudah sepantasnya pemuda bangsa ini benar-benar memilih dan memilah setiap informasi yang masuk. Karena kemajuan teknologi menjadi semakin terbuka lebarnya setiap informasi yang telah berkembang di dunia. Bagi pemuda yang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi terhadap bangsanya, tidak akan bergeming dan tergiur sedikit pun dengan segala tawaran kemewahan informasi dan budaya asing yang masuk. Karena didadanya telah tertancap dengan kokoh kecintaan akan budaya bangsanya sendiri. Maka dari itu, setiap pemuda harus saling sinergi, bergandengan tangan dan saling bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini yang terkandung dalam Pancasila.

Banyak cara yang dapat menunjukkan bahwa pemuda mempunyai jiwa patriotisme, diantaranya dengan mengisi kegiatan sehari-harinya dengan hal-hal yang positif dan berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat dan bangsa. Karena pemuda yang kelak akan menjadi orang sukses adalah yang dapat memanfaatkan usia mudanya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan seperti lewat kegiatan olahraga, seni, diskusi, pendidikan dan lain sebagainya. Masih banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan pemuda untuk merintis dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun saat ini banyak pemuda yang sudah berkurang sikap patriotismenya. Generasi muda yang anti patriotisme adalah mereka-mereka yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, norma sosial dan agama serta yang dapat merugikan dirinya sendiri. Seperti mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, gemar minum minuman keras, pergaulan bebas dan sejenisnya adalah bentuk dari sikap anti patriotisme.

Persoalan nasionalisme dan patriotisme di era global sebenarnya bukan hanya masalah yang dialami oleh Indonesia saja. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya dengan kekuatan politik, ekonomi, budaya, dan hankam yang tak tertandingi pun harus berdaya upaya sekeras-kerasnya dalam membangun semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan warganya terutama generasi mudanya. Demikian pula dengan negara-negara maju lain. Bahkan Malaysia, misalnya, beberapa waktu belakangan ini tengah ramai diskusi dan program tentang pembangunan nasionalisme dan patriotisme di negara tersebut. Penyelesaian persoalan yang harus dihadapi Indonesia dalam menumbuhkan kembali patriotisme bagi pemudanya akan dapat terselesaikan, jika adanya dukungan dari setiap elemen terutama dukungan  dari pemudanya sendiri.

Islam telah membuktikan kiprah pemuda yang telah mengukir indah dengan tinta emas dalam sejarah. Peranan mereka sangat didambakan sebagai pionir perubahan kearah yang lebih baik. Maka tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan bumi dipelopori oleh gerakan pemuda. Sebagian sahabat yang telah membersamai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam yang akhirnya dapat menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi, sehingga dunia berada dibawah naungan cahaya Islam. Mereka adalah pemuda yang menjadi sahabat sekaligus murid dari Rasulullah SAW. Eksistensi pemuda islam dalam kehidupan sangatlah penting, karena merekalah kaum yang dapat memberikan berbagai warna ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Di mata umat dan masyarakat umum, mereka adalah agen perubahan (agent of change).

            Oleh karena itulah para Sahabat Nabi yang masih muda memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah SWT.  Dalam pentas sejarah Islam, dengan mudah kita mendapati pemuda-pemuda yang namanya terukir dengan tinta emas. Mereka layak menjadi uswah (teladan) bagi pemuda generasi sekarang. Panutan yang sangat riil di saat pemuda kini kehilangan figur yang bisa dicontoh. Maka selayaknyalah generasi bangsa ini mencontoh pribadi-pribadi seperti sahabat-sahabat  Rasulullah, diusia muda telah menyumbang sejarah bagi Islam. Sahabat-sahabat  Rasulullah telah menyumbangkan karya yang luar biasa. Merekalah adalah pemuda Islam yang mampu mengharumkan agama Allah dalam usia mudanya.

Pemuda Islamlah yang akan melanjutkan dan mempertahankan kemajuan Islam. Sehingga merekalah yang menjadi harapan umat yang selanjutnya akan mengendalikan bahtera cita-cita bangsa ini. Kecintaan terhadap agama dan bangsanya harus ditancapkan didada pemuda. Jika prasyarat itu gagal ditanamkan pada jiwa pemuda terutama pemuda islam, niscaya kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia akan sulit dilakukan. Kaum pemuda terutama pemuda Islam sangat diharapkan dan suatu  saat dapat membawa kemajuan dan kejayaan bagi bangsa ini. Aaminn….

Ditutup dengan syair dari Edcoustic Masa muda usiaku kini

Warna hidup tinggal kupilih

Namun aku telah putuskan

Hidup diatas kebenaran

Masa muda penuh karya untukMu Tuhan

Yang aku persembahkan sbagai insan beriman

Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita

Menuju negeri syurga yang nun jauh disana

Kini jelas tiap langkahku

Illahi jadi tujuanku

Apapun yang aku lakukan

Islam slalu jadi pegangan

Wallaahu a’lam..

 

~SEKIAN~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung