Mengawal Pilpres 2019

Mengawal Transisi Kepemimpinan 2019
July 27, 2018
[PRESS RELEASE TRANSISI KEPEMIMPINAN JELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2019
July 27, 2018

Hidup rakyat !

Hidup mahasiswa !

Assalamualaikum Wr Wb

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdaulat di bidang energi dan ekonomi. Dengan kita berdaulat, maka rakyat akan menjadi pemenang di negeri sendiri” Masalah di negeri sendiri ini seakan-akan tidak pernah ada habisnya, selalu muncul episode-episode permasalahan baru. Berbagai hal ini membuat aktivis mahasiswa berpikir apa yang sebenarnya terjadi di belakang banyaknya masalah ini ? Mengapa kita menjadi burung garuda yang terpuruk ?

Rumitnya masalah ini dapat kita mulai dengan masalah utang Indonesia ke pihak luar negeri yang mencapai 4000 triliun atau 4 juta miliyar berdasarkan berita yang dikeluarkan oleh detik.com, ini bukanlah hal yang sedikit. Namun jika kita perhatikan utang ini hanya kepada pihak luar negeri, kita belum menghitung hutang kepada pihak di dalam negeri yang jika ditotal berjumah 9000 triliun berdasarkan pernyataan yang dikatakan Pak Prabowo.

Jika kita melihat kebelakang di kasus lain yang ada sangkut pautnya dengan utang Indonesia ialah mengenai pembangunan Tol Becakayu yang beru diresmikan pada bulan November lalu.

Kebijakan ini kurang tepat karena yang akan menerima dampaknya ialah kalangan masyarakat dengan ekonomi menengah keatas, namun pada masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah seperti masyarakat di desa tidak akan menerima manfaatnya. Yang mereka terima ialah dampak dari utang tersebut. Yaitu harga makanan pokok yang mulai naik. Ini mengakibatkan kesenjangan sosial, yang kaya akan semakin kaya yang miskin akan semakin miskin. Utang negara hanya dinikmati oleh para kalangan atas sementara masyarakat desa menerima dampaknya.

Dua kejadian diatas hanyalah beberapa masalah yang terjadi saat ini di Indonesia. Beberapa masalah dan kebijakan pemerintah yang kontroversial salah satunya yaitu penjualan 800 anakan BUMN untuk melunasi utang, pihak Pertamina yang mengalami kerugian 5 triliun, kerugian PLN akibat melemahnya rupiah dan penjualan aset Pertamina ke pihak asing. Ini semua merupakan efek domino dari kebijakan pemerintah yang melakukan penimbunan utang yang efeknya akan sangat dirasakan masyarakat miskin. Anehnya pemerintah tidak memberikan solusi konkrit untuk menyelesaikan masalah ini, malah melakukan solusi instan berupan penjualan aset negara yang sebenarnya bukan solusi karena akan berdampak kedepannya berupa tenaga kerja yang di PHK oleh pihak swasta yang baru, harga produk yang tidak merakyat dan lain-lain.

Oleh sebab itu menjelang pilpres yang akan dilaksanakan pada tangg 17 April 2019 kita sebagai aktivis mahasiswa harus terus mengawasi agenda 5 tahunan ini, yang juga akan menentukan arah Indonesia pada 5 tahun kedepan. Harapan kita bersama, negara Indonesia dapat menjadi lebih baik dengan berdaulat di bidang energi dan ekonomi dengan cara memiliki pemimpin yang kompeten karena di tangannya lah akan kemana arah Indonesia ini.

“Kesenjangan akan hilang dengan keadilan, kesejahteraan akan datang tanpa keserakahan, mari nyanyikan nyanyian lagu cinta, mari tarikan bukan tarian perang” (Tony Q Rastafara ).

Hidup Rakyat !

Hidup Mahasiswa !

Wasslamualaikum Wr. Wb.

Samarinda, 26 Juli 201

Salam,

Feri Ahmad Saifudin

Mahasiswa Unmul 2018

#kawalpilpres2019

#pemimpinbaru

(Latihan Cara Membuat Rilis Penugasan Sekolah Politik KAMMI : KEPOin KAMMI Batch 1.0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung