Kecam Tindakan Represif Aparat KAMMI Kaltimtara menyatakan Sikap

Pemuda Islam Milenial
September 20, 2018
KAMMI Bersama Palu
September 28, 2018

*[Pernyataan Sikap atas Tindak Represif Aparat Negara Terhadap Penyuara Aspirasi terkhusus pada wilayah Bengkulu dan Sumatera Utara]*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Negeri ini menganut sistem demokrasi, dimana berbagai macam aturan tentang hal yang satu dan yang lainnya telah diatur secara jelas, tertulis dan legal di dalam UUD 1945 yang sedari dulu hingga saat ini dan nanti pun akan tetap menjadi dasar dari negara kesatuan kita ini. Kebebasan berpendapat, menyampaikan aspirasi serta meneruskan tuntutan merupakan hak yang kemudian diperoleh dari seluruh lapisan masyarakat di dalam negara ini dan tentu di barengi dengan etika beserta asbab dari setiap tindakan yang kemudian di ambil.

Kondisi yang viral beberapa waktu belakangan membuktikan betapa bobroknya legalitas aturan yang telah menjadi dasar negara ini terhadap penerapannya. Penyampaian aspirasi bersenjatakan pengeras suara dan berjubahkan almamater ditanggapi dengan tameng, batu, tonfa dan pukulan langsung bahkan tendangan yang dilapisi sepatu berbesi oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia.

Kejadian ini masih menjadi trending topik hingga saat ini bahwa tepat pada hari Selasa, 18 September 2018 Aksi masa di bengkulu yang digelar oleh salah satu Organisasi Kepemudaan kemudian di sambut dengan peluru panas yang di arahkan pada masa aksi sehingga timbulah korban pada aksi tersebut. Kemudian kemarin Kamis, 20 September 2018 kembali tindakan represif ini juga dialami oleh mahasiswa Sumatera Utara yang juga terjadi dalam kegiatan aksi sebagai sarana penyampaian aspirasi. Belum lagi tindakan represif yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu selama rezim ini berlangsung menjadi catatan merah Pemerintah dan pihak lain yang terlibat dalam mengelola demokrasi di Republik Indonesia dengan sistem demonstrasi ini.

Pemerintah seolah anti kritik dengan sikap mereka terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi, lupa berkaca diri dan sibuk akan kepentingan pribadi sehingga memicu asumsi bahwa mereka lupa dengan tugas yang mereka emban. Seharusnya mereka lebih serius dalam problematika negara yang begitu bergejolak, dan bukan malah terlalu fokus dalam membungkam kritik akan cacat kinerja yang mereka telah jalankan melainkan seharusnya mereka bisa menjadikan kritik tersebut sebagai sarana evaluasi bagi kinerja kedepannya agar dapat lebih maksimal dengan berkesesuaian.

Berlandaskan akan kondisi yang kita rasakan hari ini, KAMMI Wilayah Kalimantan Timur – Kalimantan Utara, menyatakan sikap :

1. Mengecam tindakan premanisme terhadap penyuara aspirasi oleh aparat negara

2. Menuntut tanggung jawab kongkrit oleh pihak Kapolda Bengkulu dan Sumatera Utara yang bertanggung jawab pada daerah tersebut

3. Permohonan maaf Kapolri atas tindakan jajaran kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap masyarakat secara terbuka

4. Tidak ada lagi perilaku represif terhadap masyarakat yang mengkritik pemerintah yang sebenarnya memang tidak becus dalam melaksanakan tugasnya

Apabila pernyataan sikap ini tidak di tanggapi serius, maka kami siap menggelar aksi melawan tindakan represif hingga hal tersebut tidak akan pernah terulang lagi.

Narahubung : Muhammad Akbar (082255729477)
TTD
PW KAMMI Kaltimtara

#DemokrasiMatiMahasiswaBangkit
#KAMMIKaltimtara
#SepenuhCintaUntukIndonesia
#JayakanIndonesia2045

Hidup Mahasiswa !
Hidup Rakyat Indonesia !
ALLAHU AKBAR !!!
“Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia wilayah Kalimantan Timur – Kalimantan Utara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung