KAMMI bangga padamu, Miftahul Jannah

“Transisi Kepemimpinan, Eksistensi atau Substansi?”
October 11, 2018
Mencoba Memandangmu dari Sudut yang Berbeda
October 20, 2018

[ Pernyataan Sikap & Apresiasi Atlit Judo Miftahul Jannah ]

Seorang atlet Indonesia dari cabang olahraga Blind Judo kelas 52 kg klasifikasi low vission Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah, didiskualifikasi karena menolak melepaskan jilbabnya. Atlet kelahiran Aceh Besar itu, mengaku sedih setelah dicoret, mengingat hampir 10 bulan latihan dan mengalami cidera. Alamsyah yang bertugas mendampingi Miftah saat perhelatan akbar ini menuturkan bahwa, bagi Miftah jilbab adalah peneduh dan pelindung bagi kaum hawa. Jadi, ia lebih bangga terlihat hebat di mata Allah ketimbang bangga di mata dunia.
“Setidaknya, saya telah mampu mengendalikan diri saya, agar hebat di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Miftahul Jannah. (Selasa,09.10.18 Tribunpekanbaru.com)
Miftahul Jannah merupakan atlet berprestasi yang patut diacungi jempol, karena teguh atas prinsip yang diyakininya, namun di sisi lain dengan di diskualifikasinya Miftahul Jannah, Indonesia mengalami kerugian tidak dapat meraih mendali emas kejuaraan Judoka di Asian Para Games kali ini. Keputusan Miftah sudah sangat tepat dan konsisten terhadap apa yang diyakininya dan seharusnya bersedih adalah pemerintah Indonesia.
Sebagimana yang telah termaktub dalam ideologi bangsa Indonesia ialah pancasila pada ayat pertama Memiliki arti sebagai bentuk pengakuan adanya kuasa yang satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Memberikan kebebasan dan keamanan dalam memeluk dan beribadah menurut kepercayaan agamanya masing-masing. Tidak memberikan paksaan terhadap warga-warganya untuk memeluk suatu agama atau berpindah ke agama lain. Memberikan jaminan perkembangan dan pertumbuhan ajaran agama masing-masing. Negara memberikan kebebasan dan menjadi fasilitator bagi tumbuh kembang agama yang dianut oleh masyarakatnya. Maka dengan berlandaskan sebuah kepedulian, KAMMI Kaltimtara menyatakan sikap :
1. Mengapresiasi keputusan terbaik Miftahul Jannah.
2. Mendesak para pengelola Asian Game maupun MENPORA agar dapat membuat regulasi aturan main yang relevan dan tidak merugikan orang lain.
3. Pemerintah seharusnya lebih teliti dalam setiap mengambil kebijakan.
Seorang Muslimah adalah perempuan bangsa. Ia adalah aset yang harus dilindungi dan dijaga oleh setiap pemerintah di Negara manapun, maka hari ini jika perempuan dan anak di lecehkan dan tidak diperlakukan sebagaimana Hak menjamin kesejahteraannya maka hanya ada satu kata LAWAN
TTD
Departemen Pemberdayaan Perempuan
Maya Rahmanah ( 0852 4810 6869)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung