Mencoba Memandangmu dari Sudut yang Berbeda

KAMMI bangga padamu, Miftahul Jannah
October 11, 2018
Menjaga Komitmen
October 28, 2018

Oleh : Nur Hamdani (Staff Departemen Media KAMMI PW Kaltimtara)

Disaat orang lain memandangmu dengan kesalahan yang baru saja kamu perbuat, maka pada saat itulah aku mencoba memandangmu dari kebaikan yang dulu pernah kamu perbuat.

Aku yakin, kesalahan yang kamu perbuat itu bukan atas kehendakmu, melainkan sebuah kekhilafan yang tidak sengaja kamu perbuat.

Namun, orang lain sudah terlanjur mencela dan menghina, bahkan mencaci maki dirimu dari kesalahan yang sudah terlanjur kamu perbuat.

Banyak sekali cemoohan orang lain tentang dirimu yang datang ke telingaku sampai telinga ini menjadi panas ketika mendengar hal itu.

Karena aku yakin terhadap dirimu, bahwa kamu tidak akan melakukan kesalahan itu, sehingga bisa menyebabkan orang lain sudah tidak menghargaimu lagi, bahkan sampai ada yang membencimu, walaupun dirimu dulu dipandang dengan baik.

Dari situlah aku mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, bahwa bisa jadi kesalahan yang kamu perbuat itu datangnya dari setan yang sedang berusaha menggodamu, agar kamu melakukan kesalahan itu sehingga hawa nafsumu sudah tidak bisa lagi dikendalikan dengan baik.

Memang benar kata pepatah pada saat itu, bahwasanya seribu kebaikan yang sudah pernah kamu perbuat akan tertutupi dengan satu kesalahan yang baru saja kamu perbuat.

Pada saat itu aku mencoba menahan agar diriku ini tidak terpengaruh dari cemoohan orang lain, agar diriku ini tidak ikut-ikutan untuk membencimu.

Aku akan memandangmu dari sudut yang berbeda, di saat orang lain memandangmu dari sisi keburukanmu.

Terlepas dari itu semua, bagaimanapun juga kekhilafan itu pasti terjadi dalam diri tiap manusia. Hanya saja, kita dituntut untuk bisa mengontrol itu semua. Ketika hal itu sudah terjadi, maka sekecil apapun kesalahan yang diperbuat akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.

Marilah, untuk bisa memahami orang lain dari sudut pandang yang berbeda. Janganlah memandang dirinya secara berlebihan ketika dia melakukan kesalahan. Cobalah pandang dia dari kebaikan yang sudah pernah diperbuatnya. Bisa jadi kebaikan yang dia lakukan selama ini sudah banyak memberikan pengaruh besar terhadap orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung