Release Sarasehan Perempuan KAMMI 0.1

Merdeka atau Mati
November 10, 2018
Release Sarasehan Perempuan KAMMI 0.2
November 22, 2018

(Samarinda, 12/11) Sarasehan perempuan KAMMI merupakan agenda kunjungan rutin yang diinisiasi oleh Departemen Pemberdayaan Perempuan (DPP) PW KAMMI Kaltimtara. Agenda silaturahim perdana dari DPP ini diselengarakan bersama Ibu Eli Maria Indah Handayani S.Hut dan Ibu Heldawati, S.E dimana keduanya merupakan tokoh perempuan Kaltim dan kader AB3 KAMMI.

Agenda yang diselenggarakan di kediaman Ibu Helda yang beralamat di Jl. Suryanata Komplek Batu Putih RT 34 No. 1, dihadiri oleh kader-kader perempuan KAMMI: Maya Rahmanah, Hani Purwanti, Muthmainnah, Sri Wulandari, Yuli Wulandari, Mu’minah, Novianty, Della, dan Laila F.M. Pertemuan diawali dengan perkenalan dari pengurus PW, PD dan PK. Kemudian dilanjutkan perkenalan serta riwayat perjalanan Ibu Eli pada saat masih berkecimpung di KAMMI. Beliau, mengikuti DM1 tahun 2003 lalu DM2 tahun 2006, dan DM3 tahun 2007. Ibu Eli yang kini sudah berkeluarga dan mempunyai 2 anak. Ibu Eli pernah menjadi staff Departemen Bina Satuan/Pengembangan Organisasi dan pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pemberdayaan Perempuan tahun 2007-2010 di PW KAMMI Kaltim setelahnya menjadi MPW saat kepengurusan Ustad Rahman dan Ibu Rusna.

Narasumber kedua, Ibu Heldawati. Beliau merupakan mahasiswi FEB tahun 2003. Riwayat di KAMMI, pada tahun 2004 DM2, tahun 2006 DM3, dan menjadi BPH sejak tahun 2006. Pengalaman lainnya beliau merupakan bagian dari pengurus BPP PP KAMMI periode 2006-2008. Orang-orang yang merintis KAMMI di KALTIM pada masa itu, ada Ustadz Sumadi, Ustadz Ari Sunandar, Ustadz Adit, Ustadz Huda, Ustadz Encik Wardani, Ibu Hida dan Mba Helda sendiri.
Perbincangan semakin seru dan bercengkrama dengan bercerita nostalgia, bahwa para pendahulu kita 1 orang bisa mengemban 6 amanah, mungkin tiada hari tanpa syuro’. Amanah-amanah selama di kampus sebenarnya untuk menempa diri kita untuk menghadapi realita pasca kampus. Ingatlah amanah-amanah itu pada hakikatnya akan menguatkan pribadi kita. Kita diajak banyak belajar, bertanya dan berpikir. Walau terasa sulit, jangan coba-coba tinggalkan amanah. Kuncinya pada tarbiyahnya, harus rajin. Karena sumber asupan nutrisinya ada dalam lingkaran pekanan kita. Kalau ingin berhenti atau mundur saat masalah datang bertubi – tubi, ingatlah badai pasti berlalu. Bukankah kita berKAMMI untuk membentuk diri kita? Tetaplah konsisten dan komitmen, jalankan benar-benar manhaj kita. KAMMI bisa lebih baik jika menjalankan manhaj dengan sebenar-benarnya. Kader KAMMI itu bukan sekedar jago diskusi, jago retorika, jago narasinya, jago berdialektika, tapi yang paling utama secara ruhiyah dia kudu “The Best”. Maka yang utama lagi – lagi “harus kokoh tarbiyahnya”. Ujar mb Helda

Secara struktural KAMMI ini sudah bagus, punya keistimewaan. Kader-kadernya memiliki mantuba yang jelas. Sudah sepatutnya di iringi dengan pergerakkan yang masif dan konsisten. Jika benar-benar berpegang pada manhaj serta mengamalkannya dengan jiddiyah yang baik maka keberhasilan akan mudah diraih. Hal dasar yang harus ada dalam diri kader-kader KAMMI adalah KAMMI merupakan wajihah dakwah, bukan justru yang menjadi cita-cita utama adalah berambisi pada jabatan.

Sejarah KAMMI Wilayah bermula pada tahun 1998-2004/2005, pada saat itu Departemen pemberdayaan perempuan (DPP) belum ada di KAMMI, namun sejak tahun 2006, dengan berbagai pertimbang perlu adanya wadah untuk mengakomondir para perempuan KAMMI yang dirasa sangat dibutuhkan saat itu, maka dibentuklah DPP ini. Ibu Heldawati adalah kepala DPP Pertama saat itu. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan sharing program kerja, Pada masa Ibu Eli program-program DPP sangat banyak. Adapun program khusus Perempuan KAMMI ada yang namanya Dauroh Mar’ah ialah membentuk potensi akhwat. Dikemas dengan silabus yang jelas dan terarah. Sedangkan Program kerja lain ada bedah buku, bedah film, bedah koran/berita yang berkaitan dengan isu perempuan. Kita berharap para perempuan yang bergabung KAMMI memiliki kopetensi skill dan output yang siap berkontribusi dan menebar manfaat ditengah – tengah masyarakat. Kemudian dilanjut pemaparan program kerja DPP PW, BPP PD, dan BPP PK sesi sharing dan diskusi.
Secara garis besarnya Perempuan KAMMI harus sadar, bahwa perempuan memiliki 2 peran penting yaitu, peran domestik dan peran publik, keduanya ini harus seimbang dalam dirinya. Jangan sampai perempuan KAMMI sangking senangnya berkegiatan di luar, atau senangnya AKSI, jadi lupa perannya di rumah atau malah jangan sampai ada yang tidak siap nikah, karena takut haknya berkegiatan di luar rumah hilang. Harus ditanamkan dalam diri kader perempuan KAMMI bahwa kelak mereka akan menjadi “IBU”. Jadi sudah membersiapkan bekal ilmu sejak dini.
Pesan terakhir dari Ibu Helda dan Ibu Eli untuk semua kader Perempuan KAMMI, “Bersemangatlah dalam mengemban amanah, jangan coba-coba mengesampingkan amanah dakwah. Insyaa Allah yang dilakukan saat ini akan sangat berguna untuk menghadapi ujian hidup pasca kampus. Jaga orientasi perjuangan menjadi seorang muslim negarawan, Jangan karena sering berkumpul dengan dunia eksternal membuat diri kehilangan orientasi fiqroh. Pastikan diri kita adalah kader Terbina, Membina dan Amanah. Ingat, jangan sampai karena agenda-agenda di KAMMI atau karena amanah-amanah di kampus malah menjadikan alasan untuk tidak hadir di agenda pekanan. Pesan terakhir sekaligus kesimpulan dari kepala departeman pemberbayaan perempuan PW KAMMI KALTIMTARA oleh Maya Rahmanah sebelum mengakhiri pertemuan,
“Fitrah perempuan adalah menjadi seorang ibu demikian yang harus ditanamkan pertama bagi seorang aktivis perempuan dari rahim, Fikrah, dan pembinaannya pencetak generasi umat. Melingkar adalah nafas perjuangan KAMMI, mendengarkan nasihat adalah Fikrah pembinaan KAMMI. Dalam Sejarah para pendahulu perempuan tangguh mengajarkan kita untuk siap dalam segala kondisi apapun yang terjadi. Senantiasa belajar memantaskan diri, Menjadi pribadi yang tenang serta menenangkan, Pribadi yang dapat memberikan ketauladanan, Pribadi yang terbina serta membina. Sang pembelajaran yang aktif membangun cita – cita kemerdekaan Indonesia yang lebih baik”
Terimakasih atas Ilmu, dan pengalaman yang telah dibagi kepada KAMMI, semangat untuk terus berkolaborasi, berkarya, berdaya, dan berperan.

Samarinda, 12 November 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung