Release Sarasehan Perempuan KAMMI 0.2

Release Sarasehan Perempuan KAMMI 0.1
November 20, 2018
Kekerasan Terhadap Perempuan “Apa Peran Kita?”
November 29, 2018

(SAMARINDA, 19/11) Sarasehan Perempuan KAMMI kali ini, bersama Ibu Hj. Siti Qomariah, S.E. Agenda diselenggarakan di gedung DPRD Prov. Kaltim lantai 5 tepatnya dikantor Ibu Siti berkerja. Acara dimulai tepat pukul 13.30 WITA, dimulai dengan pembukaan dari saudari Maya Rahmanah lalu dilanjut dengan perkenalan dari berbagai perwakilan pengurus perempuan KAMMI PW, PD, PK yang di hadiri oleh Della, Sri Wulandari, Eka Lestariya, Hani Purwanti, Muthmainnah, Yuli Wulandari, Mita, Rizqiqa. Kemudian dilanjut perkenalan dari Ibu Siti Qomariah.

Beliau adalah sosok tokoh perempuan masa kini yang aktiv berkiprah diranah politik mengisi 1 kursi dari 55 kursi di DPRD KALTIM. Terdapat 6 perempuan yang terpilih menduduki kursi wakil rakyat dan kini berada di komisi IV. Ibu Siti merupakan seorang istri dari suami yang bekerja di perusahaan kayu dan dikaruniai 4 orang anak, 3 laki-laki dan satu orang perempuan. Dalam pengasuhannya di tengah – tengah kesibukan menjadi Anggota Dewan beliau merupakan sosok tokoh perempuan hebat yang berhasil mengantarkan anak – anaknya hingga berpendidikan tinggi dan ikut serta aktiv memberikan kontribusi serta manfaat bagi masyarakat. Perbincangan dilanjutkan dengan sharing sejarah pengalaman ibu Siti Qomariah dalam berkiprah di ranah politik.

Pada tahun 1996, Ibu Siti Qomariah, menjajaki karirnya di Bank Pasific. Sehingga terbiasa mengelola nasabah-nasabah yang “besar”. Beliau juga pernah mengadvokasi kasus gaji yang tak kunjung cair dari para karyawan Bank Pasific. Berangkat dari kasus ini, Ibu Siti mulai terbiasa memperjuangkan hak orang banyak.
Pada 1998 Ibu Siti Qomariah keluar dari bank, singkat cerita beliau diajak teman untuk bergabung di partai. Dengan tekad harus banyak bantu orang dengan potensi yang dimiliki kemudian turut terjun ke dalam dunia politik untuk lebih aktiv.
Berkiprah didunia perpolitikan memang keras. Pengalaman mengajarkan Ibu Siti Qomariah menjadi perempuan tangguh, terbiasa menangani manuver-manuver dalam di dunia perpolitikan.
Tahun 2008 beliau dipercaya menduduki kursi di DPR, KOMISI 2, Bagian keuangan, mitra BUMD DAN PERBANKAN, saat itu baru 7 BUMD yang menjadi Fokusan anggaran saat itu adalah infrastruktur, pertanian dalam arti luas, SDM (pendidikan, kesehatan, ekonomi). Bagi Ibu Siti Qomariah saat itu harus ditambah sektor pariwisata KALTIM yang harus menjadi perhatian pemerintah dan beliau menginisiasi untuk dapat melindungi pariwisata terutama wisata alam di Berau.
Setelah itu diskusi dilanjutkan dengan isu permasalahan perempuan dan anak, yang di awali oleh saudari Yuli terkait isu maraknya pembuangan baby hal ini menjadi perhatian apalagi terjadi disekitar lingkungan kita tinggal, pernah terjadi kasus pembuangan bayi di daerah pramuka oleh seorang mahasiswi, kemudian belum lama ada di daerah Samarinda, Balikpapan dan sekitarnya kasus pembuangan bayi ini merupakan kezaliman yang nyata. Hal pertama yang harus kita pertanyakan adalah apa peran diri kita dalam menindak kerusakan yang terjadi ditengah – tengah masyarakat seperti ini. Kemudian di sambung oleh saudari maya “kita tidak ingin menutup mata dan harus merasa resah bahwa hal ini merugikan bagi generasi bangsa kedepan”. Selain itu kasus yang menjadi perhatian kita bersama ada kasus LGBT, Pelecehan seksual di ranah pendidikan yaitu kasus BU Baiq dan Agni di nasional. Tingginya kasus kekerasan pada perempuan dan anak adalah keprihatinan yang harus ditindak tegas oleh pemerintah untuk membuat regulasi yang menjamin keselamatan bagi korban dan hukuman keras bagi pelaku. Seluruh elemen masyarakat juga harus responsif menuntaskan segala kasus kekerasan pada perempuan dan anak jangan sampai ada kasus yang sama di kemudian hari dimana seakan tidak berhujung usai. bahwa sangat penting untuk melakukan proteksi diri masing-masing. Gencarkan agenda – agenda pembinaan masyarakat. Kemudian diskusi disambung oleh Bu Siti bahwa dilokalpun masih harus menjadi perhatian kita saat ini, dan Ibu Siti sedang mencoba tangani, kasus uang palsu. Seorang bapak usia 71 tahun, dipenjara karena pemakaian uang palsu yang menurut bapak tersebut, uang itu berasal dari uang pensiun yang beliau ambil dibank. Sudah status kesalahan yang masih dipertanyakan, ditambah lagi tinggal di lapas kapasitas 500 orang, tapi terisi 1500 orang, kalau ingin bebas, perlu dana sekitar 30 juta. Kondisi hukum kita??
Setelah diskusi panjangan karena waktu sudah mendekati akhir agenda maka masuk ke sesi saling memberikan masukan antara Ibu Siti Qomariah untuk KAMMI dan Masukan dari KAMMI untuk Ibu Siti Qomariyah. Pesan terakhir dari Ibu Siti, dalam dunia perpolitikan tentu kita akan merasakan tekanan, kuncinya adalah sabar dan ikhlas, fokus pada kerjaan, kuatkan tekad “Jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin” terus berpikir dan berikan manfaat sebanyak-banyaknya.
Tepat Pukul 15.00 sebelum agenda sarasehan di akhiri, saudari Maya Rahmanah menyimpulkan dan memberikan pesan untuk kita bersama bahwa “Perjuangan seorang perempuan masa kini seperti salah satu tokoh Kaltim dihadapan kita bersama yaitu Ibu Siti Qomariah merupakan hal yang tidak mutlak diraih dengan mudah, melalui proses yang panjang, tekanan yang luar biasa, dan pengorbanan dari pengalaman ibu siti Qomariah memberikan kita pembelajaran untuk menjadi seorang perempuan yang terus belajar dan berjuang untuk dapat berkontribusi bermanfaat demi Kejayaan Indonesia Tahun 2045. Hidup Perempuan Indonesia !!!
Acara di akhir dengan senyum semangat dan Foto Bersama 😊

Terimakasih atas Ilmu, dan pengalaman yang telah dibagi kepada KAMMI, semangat untuk terus berkolaborasi, berkarya, berdaya, dan berperan.

TTD,
Departemen Pemberdayaan Perempuan
PW KAMMI KALTIMTARA Priode 2018 – 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung