Kunjungan KAMMI ke KPU KALTIM

Dari Banua Untuk Bersama Menatap Secercah Harapan Lombok Yang Bangkit
November 30, 2018

[Sikap KAMMI Kaltimtara pada PEMILU 2019]

Pemilihan Umum Ter-akbar di Indonesia beberapa waktu ini begitu berhembus dan memadati udara negeri. perdebatan tidak bisa dipungkiri. Terlebih berita saling tuding dan mengungkit problem pribadi dijadikan bahan yang terus digoreng dalam perang di sosial media serta tidak sedikit pula kabar hoax yang bertebaran, entah hal tersebut di jadikan sebagai strategi atau ada oknum lain yang memanfaatkannya. Apapun kedok dari itu semua namun, jelas hal tersebut berkesan kurang baik bagi masyarakat.

Masa kampanye yang di perpanjang oleh pihak penyelenggara seakan mengajak masyarakat untuk melek dan ikut penasaran dalam pemilu kali, tentu tujuannya adalah meningkatkan kontribusi pemilih dalam pemilu di 2019 nanti. Namun dengan isu dan perdebatan di antara timses antara dua kubu yang terkesan negatif berpeluang membuat mood masyarakat berkebalikan dengan apa yang di harapkan dari panjangnya masa kampanye ini.

Di balik kondisi yang kian memanas menjelang kontestasi politik akbar ini, KPU menjadi sorotan sebagai pihak yang berada di balik terselenggaranya pesta demokrasi tersebut. Mulai dari segala persiapan dan pelaksanaan serta segala sesuatu yang berkaitan dengan pemilu tentu berkorelasi dengan KPU.

KAMMI sebagai organisasi yang aktif dalam isu-isu dalam negeri hingga kini InsyaAllah terus konsisten mengawal isu yang ada. KAMMI Kaltimtara menjadikan Pilpres dan Pileg 2019 sebagai salah satu prioritas isu yang menitikberatkan pada jumlah pemilih karena inilah yang menjadi penentu dalam pemilihan umum tersebut.

Tercatat pada pemilihan Gubernur 2018 di Kalimantan Timur jumlah Golongan Putih/pemilih yang tidak menggunakan haknya mencapai 40%, dengan modal penyelenggaraan yang begitu besar, walaupun jumlah golput lebih kecil dari pada pemilu di 2014 dulu, namun angka 40% persen bisa terbilang besar bagi masyarakat yang seharusnya bisa ikut serta menentukan masa depan bangsa.

Menjelang pemilu di 2019 Kaltim sendiri sudah merilis DPS dari 10 kabupaten/kota yang ada dengan total pemilih berjumlah 2.378.517 pemilih meningkat dari daftar pemilih di Pilgub 2018 yang berjumlah 2.329.657 dengan catatan jumlah pemilih pemula yang umurnya mencapai 17 tahun pada momentum pemilihan nanti (Sumber : Tribun Kaltim).

KPU juga telah berencana untuk mendirikan TPS sebanyak 3.396 di 1.038 Desa/Kelurahan yang ada di Kalimantan Timur untuk memfasilitasi pemilih dalam menyalurkan hak suaranya di Pilpres dan Pileg di 2019 nanti. Selain itu tercatat juga jumlah pemilihan pemula yang ada diperkirakan berjumlah 48.860 dan terkhusus di Samarinda jumlah pemilihan pemula adalah yang paling besar dengan jumlah 10.614.

Dari data di atas KAMMI melihat sebuah targetan yang harus diperjuangkan. Terutama dari jumlah golput yang sudah menurun, namun angkanya masih cukup besar. Terkhusus lagi pemilih pemula yang perlu pencerdasan agar dapat ikut serta dalam pemilu dengan semangat. Maka, KAMMI InsyaAllah akan ikut serta untuk menyukseskan Pemilu 2019 dengan berkerja sama dengan KPU untuk meningkatkan jumlah pemilih dan meminimalisir golongan putih pada demokrasi akbar di Tahun 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung