Cikal Bakal International Women’s Day
March 19, 2019
Konsistensi Pemilu Akbar yang Sarat Akan Makna
April 4, 2019

April Mop merupakan hari dimana kebohongan, keusilan, kejahilan diperbolehkan dan korbannya tidak diperbolehkan untuk marah. Pada 1 April (perayaan April Mop), dusta, bohong dan menipu pun halal. Itulah alasan hari ini disebut dalam bahasa Inggris dengan April Fools’ Day. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu. April Mop merupakan perayaan yang tidak diperbolehkan dalam Islam karena April Mop merupakan budaya orang kafir. Sedangkan umat muslim dilarang untuk mengikut-ngikut budaya orang kafir sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Selain itu, Lelucon yang dibuat pada 1 April (April Mop) adalah lelucon yang penuh kedustaan. Intinya hanya ingin membuat orang lain tertawa karena kebodohan orang lain.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya,_
“Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.”Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya?Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim no. 102).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).

Selain itu, hal ini pun dapat menyakiti dan menakut-nakuti orang yang dicandai.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 2315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Lihatlah orang yang membuat cadaan, lawakan dikatakan celaka. Ini adalah ancaman baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para pelawak yang hanya ingin membuat penonton tertawa. Kadang candaan dan lelucon yang dibuat dengan mengambil lalu menyembunyikan barang orang lain. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda
“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.”(HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Orang yang mengambil hendaklah mengembalikannya,
Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)

Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu ia pun khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam hal ini kedustaan seperti itu akan lebih besar tingkat keharamannya, karena terdapat padanya kejelakan yang besar dan mengandung unsur penyerupaan dengan orang-orang kafir.

Maka yang wajib atas kaum muslimin adalah berhati-hati dan mewaspadainya dengan sungguh-sungguh, serta tidak meniru musuh-musuh Allah dari kalangan orang-orang kafir, karena Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kaum muslimin untuk bersama dengan orang-orang yang jujur.
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (At-Taubah: 119)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Seorang muslim itu adalah jika kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Jika ada seorang yang berdusta dengan sebuah kedustaan sehingga menyebabkan orang lain ketakutan, maka berarti kaum muslimin tidak selamat dari gangguan lisannya.

Saya memohon kepada Allah swt agar memberikan rezeki kepada kita berupa pemahaman dan ilmu terhadap agama ini, serta sikap ittiba’ (senantisa mengikuti) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berhati-hati dari perbuatan menyerupai orang-orang kafir, baik dari kalangan orang-orang barat maupun timur, serta berhati-hati dari mengikuti prinsip dan cara beragama orang-orang Yahudi dan Nashrani. Hal ini telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukanlah sesuatu yang asing, jika ada umat Islam yang terjatuh ke dalam perbuatan meniru dan mengikuti orang-orang Yahudi dan Nashrani dengan bentuk peniruan yang benar-benar persis, berjalan di belakang mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga jika mereka memasuki lubang dhabb, maka kita umat Islam juga akan ikut-ikutan memasukinya.

Oleh karena itu mari terus belajar untuk lebih memahami, mengerti dan memperluas ilmu pengetahuan agama kita, sehingga tidak mudah terperdaya oleh tipu muslihat orang-orang kafir, agar kita terhindar dari sihir-sihir dajjal di akhir zaman ini. Mari terus berusaha menjadi lebih baik, tidak pernah puas dalam mencari ilmu. Semoga Allah swt selalu melindungi dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung