KAMMI Bahas Fenomena Defisit Anggaran Bersama Perwakilan Pemuda se-Kota Bontang

kammikaltim.com. Sebagai wujud perhatian terhadap Kota Bontang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Kaltim menggelar diskusi publik bertemakan “kebijakan ekonomi pemerintah ditengah defisit anggaran” pada Rabu (21/12) malam. Bertempat di aula Hotel Equator Bontang, agenda tersebut dirangkai dengan deklarasi berdirinya KAMMI Bontang yang disaksikan oleh para mahasiswa dan wakil dari berbagai organisasi kepemudaan yang turut hadir sebagai peserta diskusi publik.

Dalam sambutannya sebagai Ketua KAMMI Kaltim, Syamsul Alam mengatakan bahwa pemuda adalah aset bangsa. Baginya, KAMMI sebagai bagian yang berada pada posisi pemuda, ingin mengajak semua pihak untuk memastikan kondisi negara dalam keadaan yang baik. “Pembangunan tidak boleh berhenti dengan adanya defisit anggaran, yang mana harapan kita akan hadir orang-orang hebat dalam kondisi yang sulit ini. Kita harus tetap optimis dalam kondisi yang sulit ini, rancang platform gerakan menjadi lebih baik lagi,” ungkap pria asal Sebatik ini.

Diskusi publik dibuka oleh walikota Bontang yang diwakilkan oleh Bahri selaku asisten administrasi pemerintahan Kota Bontang. Dalam sambutannya, Bahri mewakili pemerintah Kota Bontang mengapresiasi KAMMI yang telah menyelenggarakan kegiatan diskusi publik ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik. “Berkenaan dengan kegiatan diskusi publik ini, hingga saat ini kondisi perekonomian masih lesu dan melanda seluruh Indonesia bagi yang mengandalkan dana bagi hasil, khususnya di Kaltim dan Sumatera,” ucap Bahri yang membacakan isi sambutan walikota.

Melalui sambutannya, walikota Bontang berpesan, kegiatan diskusi publik tersebut dapat memberi masukkan dan terobosan dalam membantu pemerintah. “Harapan kami, melalui diskusi ini, dapat menciptakan inovasi dalam membuat peluang usaha sehingga mengurangi pengangguran,” ucap Bahri.

Mengenai tema diskusi publik yang mengangkat defisit anggaran, Ketua Panitia, Teguh, menyebut istilah tersebut bukanlah sebagai sebuah fenomena. Teguh berpendapat, fenomena defisit berasal dari kebijakan yang muncul karena melihat anggaran belanja yang lebih besar dibanding pendapatan. Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena defisit anggaran di Kaltim terjadi karena ada estimasi yang meleset.

Teguh juga menerangkan bahwa kegiatan diskusi publik ini bukanlah agenda tunggal KAMMI Kaltim. “Agenda ini merupakan awal dari rangkaian agenda KAMMI Kaltim, yang diikuti beberapa agenda internal lainnya,” jelasnya. Diantaranya, deklarasi KAMMI Bontang, RAPIMWIL (Rapat Pimpinan Wilayah) dan TFI (Training For Instruktur) yang digelar hingga Minggu (25/12). Dalam diskusi publik tersebut, Ma’ruf Effendi sebagai  tokoh legislatif Kota Bontang menjadi pembicara dihadapan para peserta.

Dec 30, 2016 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *