Aksi Kawal Pemilihan Gubernur Kaltim 2018

Melukiskan sebuah harapan pada sosok yang akan memimpin pada roda pemerintahan merupakan suatu mimpi yang dimiliki oleh tiap rakyat yang ada di Indonesia. Kesejahteraan yang meliputi berbagai aspek kehidupan merupakan indikator yang dimiliki oleh masyarakat dalam menilai setiap kebijakan yang diambil dalam roda kepemimpinan tersebut. Layaknya sebuah pentas seni, maka seorang pemimpin merupakan peserta yang unjuk gigi diatas panggung untuk menunnjukkan hasil yang maksimal. Rakyat sebagai penonton memiliki hak untuk memberikan nilai terhadap penampilan yang telah di sajikan oleh peserta tersebut sesuai dengan kacamata mereka masing-masing.

1 periode kepemimpinan bukanlah waktu yang singkat untuk meracik ramuan yang akan disuguhkan untuk perubahan terhadap daerah yang memilihnya. Kepercayaan dan harapan mutlak menjadi alasan yang harus di kedepankan oleh pemimpin tersebut dalam menjawab setiap misi yang mereka telah canangkan di saat masa kampanye. Terlebih lagi jabatan yang mereka telah emban bukanlah milik golongan apalagi milik pribadi, jabatan ini adalah suara rakyat yang berharap setiap transisi kepemimpinan maka akan ada perubahan nyata yang mereka rasakan.

Berbicara tentang transisi kepemimpinan maka kita akan tertuju pada satu provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Timur, yang luas wilayahnya lebih luas dibanding dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kemudian kekayaan alam yang melimpah menjadikan provinsi ini sebagai penyumbang devisa terbesar untuk perekonomian Indonesia. Namun, dibalik semua itu kinerja maksimal pemerintah provinsi belum mendapatkan senyum lebar dari masyarakatnya, banyak sektor-sektor yang belum terjamah secara maksimal mulai dari pendidikan, ekonomi, politik dll. Tibalah 1 periode dimana masa kepemimpinan akan melakukan pergantian, banyak calon yang mulai berdatangan untuk memanfaatkan momentum itu tersebut dalam meramaikan bursa transfer Cagub & Cawagub. Berbagai fraksi silih berganti menghiasi warna perpolitikan di provinsi Kalimantan Timur. Momentum tahun 2018 merupakan wajah baru kepemimpinan Provinsi Kalimantan Timur selama 5 tahun kedepan.

Berdasarkan gambaran diatas, maka KAMMI KALTIM KALTIM-KALTARA melakukan upaya pencerdasan kepada masyarakat untuk memberikan suaranya saat memilih Gubernur  & Wakil Gubernur KALTIM periode 2018-2023. Tepat pada hari Minggu 15 Oktober, KAMMI melakukan aksi pencerdasan terkait Pilgub Kaltin 2018 yang berlokasi di simpang empat Mall Lembuswana. Massa aksi yang terlibat sekitar 80 orang lebih dari beberapa kampus di Samarinda.

Kadept Kebijakan Publik KAMMI Kaltim-Kaltara, Said menyatakan bahwa, yang menjadi fokusan utama ialah KAMMI ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa tepat pada tahun 2018 nanti, akan dilaksanakan pesta demokrasi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur. KAMMI dengan tegas menyatakan bahwa, masyarakat di Kaltim yang nantinya akan menjadi objek utama dalam hal memilih, menginginkan kriteria pemimpin, antara lain : bebas korupsi, tidak money politik, tidak menjadikan pencitraan sebagai senjata untuk membohongi rakyat.

Mengingat pentingnya hal ini untuk diketahi masyarakat, maka KAMMI menyataka  himbauannya pada aksi kali itu, sebagai berikut :

  1. Masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin Kaltim
  2. Pilihlah pemimpin yang bebas korupsi dan tidak money politik
  3. Ikut serta dalam mengawal proses pemilihan Gubernur KALTIM 2018

#KAMMIKawalPilgubKaltim2018

#RakyatKaltimSukseskanPilgubKaltim2018

Oct 19, 2017 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *