Pemuda, Apa Kabarmu Kini?

oleh : Iin Muthmainnah (Kepala Biro Kestari KAMMI Kaltim Kaltara)

kammikaltimkaltara.com Belajar dari pendahulu para maestro ternama (pun) tanpa nama yang jasadnya terbujur di atas tanah air ibu pertiwi, pejuang lahir bukan tanpa makna, mereka tumbuh mengukir nama Indonesia dengan peluh darah, keringat, dan air mata.

Langkah dan suara hati mereka bukan tentang perasingan diri dari peliknya hegemoni penjajahan. Pelarian mereka bukan untuk bersembunyi dari medan pertempuran. Pemberhentian mereka bukan karena menyerah, namun sejenak menyusun langkah untuk kemudian bergerak menjemput tujuan, melepaskan rantai kesombongan tangan-tangan “penjajah” milik tuan.

Ada resiko yang harus dibayar mahal atas perjuangan yang mereka lakukan. Ya, terluka tertawan atau mungkin mati. Namun dibalik itu ada senandung kebaikan perjuangan yang tertanam bagi mereka atas usaha kerasnya mempertahankan nilai-nilai kebenaran, melekatkan kata kemerdekaan di sanubari bangsa yang belum merdeka kala itu.

Jalan yang mereka tempuh memang rumit dan penuh liku, namun itu bukan alasan untuk mereka kabur dari jalan juang. Andai saja dulu mereka tak berbekal semangat dan niat untuk membela tanah air, nama Indonesia hanya akan menggantung dalam angan-angan, mungkin hari ini bangsa Indonesia hanya jadi gurauan bangsa-bangsa lain.

Bergeraknya mereka itu pertanda, ada yang salah di negeri ini, ada yg perlu diperjuangkan untuk kokohnya negara kesatuan ini. Ada saatnya mereka menjadi garda terdepan menyelamatkan tetua-tetua bangsa dan kawan seperjuangan yang hampir saja mati ditangan penjajah tak punya perikemanusiaan.

Ada saatnya mereka lantang bersuara, mengingatkan kemiringan ulah pemimpin yang melewati tapal batas falsafah negara. Melawan kebatilan yang hampir saja menggerus negeri ini. Ada saatnya mereka tertawa bersama sambil menikmati hangatnya seduhan teh dan kopi pahit yang menemani waktu senggangnya. Ada saatnya mereka terdiam menundukkan kepala, mendekatkan hati dengan penciptanya, memohonkan petunjuk dan ampunan segala apa yang telah ia buat atas negerinya.

Mengepakkan panji-panji kemanusiaan, atas nama persatuan mereka bergerak. Titik temu mereka bersama sang saka merah putih yang berkibar di seluruh penjuru negeri.

Siapa mereka?
Pemuda
Selamat merenungi kembali semangat juang yang telah tertanam dalam jiwa-jiwa pemuda terdahulu.

Pemuda, apa kabarmu kini?
Semoga polahmu semakin bestari.

Oct 28, 2017 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *