Waspada Pelecehan Seksual !

Pernyataan Sikap Departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI KALTIMTARA

Akhir – akhir ini semakin banyak kerusakan yang terjadi pada negeri ini, dari berbagai bencana dan ditambah semakin banyak korban pelecehan seksual yang memilukan wajah Indonesia dimasa depan. Dan terjadi lagi dari sekian deret permasalahan kasus pelecehan pada perempuan.

(Tenggarong Sebrang, 04/01) Ternyata bertolak belakang dengan kehidupan sehari-hari di mata tetangganya di RT 16, Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar). Menurut Hendrik, Sutrisno atau yang akrab disapa Pakde ini sangat baik bahkan tidak pernah sekalipun memarahi atau menyakiti PI. “Pakde itu orangnya baik, sangat sayang sama anaknya itu,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian Diketahui, sejak 3 bulan lalu Sutrisno dan PI tinggal berdua setelah pisah dengan istrinya, ibu PI, korban. Selama itu, hasrat seksual pelaku tidak tersalurkan dan ditambah pergaulan sehari-harinya dengan wanita tuna susila (WTS) di warung kopi pangku Tenggarong Seberang. Ini dibuktikan saat pelaku Sutrisno diamankan polisi ketika nongkrong disalah satu warung kopi pangku. Terlebih sehari-hari pelaku bekerja sebagai penyuplai air ke warung-warung esek-esek berkedok tempat ngopi itu.

Kami sangat tidak menyangka jika Pakde bisa berbuat sekeji itu sama anaknya. Mereka baru saja tinggal di sini setelah istrinya pergi, sekitar 3 bulan lah,” bebernya saat ditemui sejumlah awak media. Sejak tinggal di rumah kontrakan tersebut, Hendrik mengaku kerap dititipkan PI oleh pelaku ketika mengantarkan air. “Pakde itu merawat PI, disekolahkan, disuruh mengaji, tidak pernah dimarahi,” tegasnya.

Kapolsek Tenggarong Seberang, IPTU Abdul Rauf didampingi Kanit Reskrim IPDA Hadi Winarno mengatakan, pelaku berhasil diamankan setelah ada laporan dari ibu korban bahwa anaknya telah disetubuhi. Dalam pemeriksaan, korban PI disetubuhi sebanyak tiga kali periode November-Desember 2018 atau sejak keduanya tinggal serumah. “Korban juga diduga tidak bisa menahan hawa nafsunya karena sering ngumpul di kopi pangku, di sana itu banyak perempuan berpakaian seksi,” jelasnya.

Terpisah, Sutrisno mengaku bersalah telah melakukan aksi bejat tersebut. Ia hanya mengaku khilaf melakukan perbuatan tersebut, aksi bejat itu karena sejak pisah tidak bisa meyalurkan hasrat seksualnya. Bahkan ketika menyetubuhi korban, sutrisno membayangkan istri pertamanya yang sudah lama meninggal dunia.

Sumber : Koran Kaltim, @info_etam

Kian hari kian bertambah korban yang berjatuhan dari kasus pelecehan seksual yang sangat rentan menyerang seorang anak perempuan. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah terkesan lambat dalam menyelesaikan permasalah pelecehan seksual terhadap generasi masa depan bangsa terlebih seorang anak perempuan yang di biarkan rusak. Provinsi Kalimantan Timur Darurat pelecehan seksual, jelas – jelas kasus ini adalah bukti dari banyaknya kasus yang mencuat bahwa pemerintah kita gagal melindungi perempuan dan anak. Maka melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI Kaltimtara menyatakan sikap :

  1. Pemerintah harus lebih serius dalam menindak tegas segala bentuk pelecehan seksual yang merugikan perempuan dan anak.
  2. Mendesak KPPA RI untuk lebih memperhatikan permasalahan perempuan dan anak di segala penjuru negeri terutama yang di daerah pedalaman.
  3. Mendesak pihak berwajib untuk menyelesaikan permasalahan sampai akar – akarnya
  4. Mendesak pihak yang berwenang setempat untuk memberantas segala bentuk kejahatan yang bersumber dari WTS Kopi Pangku tersebut.
  5. Mengecam keras kepada pelaku dan menuntut hukum yang seadil – adilnya.
  6. Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk pelecehan yang akan terjadi karena pelaku tak jauh ada disekitar anda.

Indonesia sudah sangat sedih dan terpuruk dengan sederet kasus kejahatan yang menimpa negeri ini, terutama pelecehan seksual yang menghantuan anak – anak perempuan.

Jangan pernah diam atas segala bentuk kedzaliman yang terjadi, sebab jika diamnya orang baik, maka orang jahat akan terus beraksi dan tunggu kehancuran negeri ini.

Tidak tega rasanya, seorang anak yang harusnya tumbuh dewasa dengan baik kini secara psikologisnya harus terganggu dengan bayang – bayang kelam pemerkosaan yang terjadi, akan membekas dan sangat merugikan.

Selamatkan Perempuan dan Anak Indonesia, demi peradaban yang lebih baik.

“Dan Janganlah mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Qs. Al – Isra : 32)

TTD,

Maya Rahmanah

Jakarta, 07 Januari 2019

Hidup Perempuan Indonesia !

Salam,

Departemen Pemberdayaan Perempuan

#PerempuanBerperan

#SepenuhCintaUntukIndonesia

#JayakanIndonesia2045

#SepenuhnyaIndonesia

Jan 13, 2019 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *