ERA 4.0 BUKAN BERARTI MELUPAKAN CARA MENDIDIK BANGSA INDONESIA

ERA 4.0 BUKAN BERARTI MELUPAKAN CARA MENDIDIK BANGSA INDONESIA

Sudah 21 tahun era reformasi kita nikmati bersama. Banyak nikmat yang kita lihat dari ufuk barat hingga ufuk timur. Carut marut pendidikan baik dari system pendidikan hingga masuk teknik pembelajaran.
Kasus-kasus tenaga pendidik yang tidak patut diteladani oleh generasi sekarang. Belum lagi persoalan kesejahteraan guru. Problem klasik ini tetap akan mengahntui generasi sekrang. Apalagi permasalahn gaji guru sekrang yang tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang 1995. Belum lagi setiap warga Negara Indonesia wajib mendapatkan pendidikan.

Semua ini bukan menjadi permasalahan klasik lagi, seakan-akan Negara berkata “ya mau di apa? Sudah begitu”. Pasrah bukan berarti menyerah untuk perbaikan pendidikan sekarang ini. Idealnya problem klasik pendidikan hari ini segera dituntaskan dan ditargetkan sampai tahun berapa mau dihapus persoalan ini. Jika 2030 harus tuntas? Maka wajib dituntaskan. Bukannya hanya kata “STOP” tapi wajib “di-DELETE” problem di negeri ini.

Tanpa adanya penuntasan atau sebuah solusi dari problem klasik hari ini, bagaimana persiapan bangsa Indonesia menghadapi ERA 4.0 (Era Digital). Era digital bukan penghambat tapi tantangan zaman sekarang dibidang inovasi dan kreatif dalam proses pembelajaran. Era digital tidak mempengaruhi cara mendidik anak bangsa hari ini. Pola mendidik tetap sama tapi memang perlu inovasi dalam penanaman nilai-nilai luhur Pancasila.
“Hal ini sesuai dengan kutipan dari blog Kurnia Effendi yang menjabarkan tentang survey kepemimpinan yang pernah dilakukan oleh lembaga John C Maxwell kepada 10.000 responden dari berbagai negara. Hasilnya? Tiga aspek atau sifat utama yang diharapkan sesuai urutan teratas adalah: jujur (integrity), berwawasan ke depan (vision), dan kompeten. Banyak syarat lain sebenarnya, seperti misalnya inovatif, smart, membangun semangat, penuh perhatian, bertanggung jawab, sabar, kharismatik, dan seterusnya. Namun demikian, kenyataannya, dari sampel seluruh dunia, sifat jujur menjadi puncak harapan setiap orang”.

Tiga hal tersebutlah yang akan menjadi tantangan di era digital sekarang ini. Semua elemen wajib melaksanakan pendidikan akhlak dan moral. Buat apa pintar, tapi tidak memiliki akhlak dan moral. Ilmu Teknologi (IT) bisa dikejar dengan belajar. Kemampuan bangsa hari ini bisa diasah dengan wadah belajar yang ada dimana-mana, karena belajar itu tidak hanya di sekolah saja. Tapi belajar itu dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua sudah memiliki aturan masing-masing.

Itulah tantangan besar bangsa Indonesia hari ini. Semua elemen wajib terlibat akan menciptakan generasi negarawan yang kuat aqidahnya dalam menyongsong kejayaan Indonesia 2045. Indonesia Mau Berjaya? Solusinya adalah Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mau berpikir luas dari luasnya wilayah Indonesia dan mau bekerja ikhlas dari dalam dirinya demi membangun generasi milenial yang terdidik.
“Pendidikan bukanlah segala-segalanya, tapi semua berawal dari pendidikan. Selamat Hari Pendidikan Nasional”.

May 3, 2019 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *