Perempuan Akhir Zaman

Dakwah tidak mengenal sikap ganda, tetapi hanya satu yaitu totalitas Semoga Allah Swt menuntun kita untuk dapat berjuang dijalan ini dengan keridhaan 🙂 Aamiin

Kita bukanlah Aisyah yang memiliki Tsaqofah seperti ulama perempuan sehingga layak menempati surga

Bukanlah Khadijah yang begitu wafa (habis – habisan dijalan dakwah) mengeluarkan seluruh harta, jiwa dan raga dijalan dakwah sehingga layak menyandang ratu bidadari surga

Bukanlah Asiyah ialah perempuan yang pandai berdiplomasi dalam politik hingga harus mempertahankan akidah dihadapan suaminya sendiri (fir’aun), sehingga pantas dijemput bidadari surga ketika ajal menjemputnya

Bukanlah fatimah yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam segala tekanan hidup hingga tangannya melepuh menopang keluarganya dijalan dakwah, hingga layak dijuluki perempuan ahli surga

Dan kita bukanlah perempuan seperti Maryam yang begitu menjaga kesucian sehingga namanya pantas berada di dalam Al – Qur’an dan menjadi wanita bersejarah dalam Islam

Serta masih banyak lagi wanita bersejarah, dalam peradaban islam yang kisah hidupnya jauh lebih berat mengalami cobaan dan ujian hingga ajal menjemput dikatakan layak untuk beristirahat di Surga

Ia kita hanyalah perempuan akhir zaman, yang merindukan rasulullah tetapi masih sangat jauh dari kata layak sebagai seorang aktivis dakwah.

Yang kadang baru mau turun ketika ada seruan ta’limat dari sang murrobbi

Yang kadang masih suka ah entar dulu, padahal kita gatau kapan kita tutup usia, berasa masih punya waktu yang panjang

Yang terkadang kita masih suka membedakan bedakan si A dan si B sehingga memperhambat ruang gerak kita sendiri

Yang terkadang kita merasa paling berat ujiannya

Yang terkadang kita merasa udah paling senior diakhir semester yang seharusnya tidak perlu ada dijalan ini

Yang kadang merasa tidak nyaman dengan amanah yang dititipkan, padahal Rasulullah pun tidak pernah nyaman dalam berdakwah, ingat ketika Rasulullah Saw berdakwah yang kemudian di sambut oleh lemparan batu ketika di Taif sampai malaikat gunung pun menawarkan kepada Rasul jika engkau meminta kepada Allah untuk menguncangkan gunung itu 🌋 agar penduduk Taif binasa akibat perbuatan yang melukai rasul hingga berdarah – darah, para sahabat dan malaikatpun tidak tega melihat hingga menangis menderaikan air mata melihat kondisi rasul yang luluh lantah bersusah payah, hancur hatinya pada saat itu. Akan tetapi apa yang rasul katakan? Dengan tenang menjawab mereka hanya saja belum paham. Begitulah dakwah Rasulullah yang begitu pahit dalam perjalanannya dan hingga suatu ketika segala upaya rasulpun Allah ridho penduduk Taif diganti oleh generasi yang lebih baik

Terkadang dan terkadang… Ah sudahlah, terkadang itu yang menjadi alasan

Teringat taujih dari salah seorang Ustadz kala itu ketika masih di utrujah dulu, beliau berpesan :

Pecundang itu yang selalu punya seribu alasan untuk gagal, sedangkan pejuang tidak punya alasan untuk gagal

Bukannya begitu sayang? Malam ini entah kenapa rasanya tidur pun tak nyenyak, jika masih memikirkan segala kemungkinan buruk dijalan ini, segala ketidak percayaan jaminan Allah Swt bagi hamba-Nya yang berjuang dijalan dakwah ada hati yang masih harus kita evaluasi ada niat yang harus kita terus perbaharui, mungkin ada yang menganjal yang harus di bersihkan dengan berlapang dada (ikhlas). Kita hanya butuh semua karena Allah Swt untuk bisa terus bergerak memperbaiki kondisi iman, hati, dan Amal sholeh :’)

Wallahu a’lam

 

Samarinda, 15 Juni 2019

Maya Rahmanah

DPP KAMMI KALTIMTARA 2019

Jun 14, 2019 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *