Tak Hanya Kalimantan Timur, Tanjung Selor Kalimantan Utara juga Terkena Bencana Alam

Tidak hanya Samarinda dan sekitarnya yang mengalami duka, Tanjung Selor Kalimantan Timur (Kaltim) juga mengalami gempa dengan kekuatan 4.7 Skala Richter. Walaupun memang saat ini belum ada, laporan dari pihak pemerintah terkait jumlah laporan korban jiwa serta kerugian yang tertimpa Kalimantan Utara (Kaltara).

Bulan Juni yang penuh duka buat Indonesia, berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi pukul 12.45 WIB, Selasa (11/6/2019). Pusat gempa berada di darat 40 KM Tenggara Bulungan.

Tak hanya daerah Kaltim dan Kaltara, daerah lain pun juga sedang berduka. Gempa juga menghantam daerah Maluku Utara dan Masama Sulawesi Barat.

Selengkapnya https://news.detik.com/berita/4582272/gempa-m-47-terjadi-di-bulungan-kalimantan-utara

Dikatakan oleh warga Karang Anyar kota Tarakan, Ardy mengatakan bahwa ketika ia sedang menonton TV, ia merasakan guncangan beberapa detik. Sebab menurut Nanang Buchori Kepala Badan Meterologi dan Geofisikan (BMKG) Kota Tarakan, gempa hanya berkuatan 4,2 skala richter dengan posisi lintang 3,61 N dan bujur 1117.71E di kedalaman10 kilometer di sebelah tenggara tenggara Tana Lia.

Selengkapnya https://kaltim.tribunnews.com/2016/01/08/saya-merasakan-meja-dan-laptop-ikutan-bergetar-gitu

Indonesia memang darurat bencana alam, karena memiliki daerah strategis bencana alam. Dalam Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) 2015-2019), disebutkan setidaknya ada 12 ancaman bencana yang dikelompokkan dalam bencana geologi (gempabumi, tsunami, gunungapi, gerakan tanah/tanah longsor), bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, kebakaran hutan dan lahan), dan bencana antropogenik (epidemic wabah penyakit dan gagal teknologi-kecelakaan industry). Menurut data Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2013, terdapat 205 juta jiwa penduduk tinggal di daerah rawan bencana.

Selengkapnya https://bnpb.go.id/uploads/24/buku-renas-pb.pdf

Dalam ReNas PB pasti membutuhkan anggaran yang julmah besar dengan tanggungan oleh pemerintah berdasarkan amanat UU No.24/2007 Pasal 5. ReNas PB juga mengusulkan tujuh (7) usulan selama satu periode untuk menangani proses penanggulangan bencana, salah satunya Program: Program Penanggulan Bencana.

Harapan besar pemerintah serta seluruh elemen untuk memahami dan melaksanakan ReNas PB dengan tepat dan efektif. Bukan hanya menjadi wacana oleh pemerintah, karena tahun ini 2019 sebagai tahun terakhir pelaksanaan program yang sudah dirancang.

 

Samarinda, 14 Juni 2019

Best Regards, Penulis Muda

Najar Ruddin Nur R

Jun 14, 2019 - Posted by kammi - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *