ARTI SEORANG IBU

(Oleh : Agustin Dwi Damayanti/Pengurus KAMMI PW KALTIMTARA 2019-2021)

Pondasi perbaikan bangsa adalah perbaikan keluarga dan kunci perbaikan keluarga adalah perbaikan kaum wanitanya. Karena wanita adalah guru dunia, dialah yang menggoyang ayunan dengan tangan kanannya dan mengguncang dunia dengan tangan kirinya

( Hasan Al Banna)

Berbicara mengenai peran seorang ibu, tentu yang paling membekas dalam ingatan kita bagaimana perjuangannya ketika mengandung 9 bulan lamanya, dan hampir meregang nyawa saat melahirkan sang buah hati. Belum lagi, ketika ia harus merawat, mengasuh, dan mendidiknya dengan ilmu agama dan pengetahuan yang bermanfaat, agar kelak buah hatinya mampu tumbuh menjadi generasi penerus bangsa dengan berbagai prestasi gemilang.

Ibu adalah sosok perempuan yang tak pernah lelah, tak pernah bosan, tak pernah berhenti, terus mencurahkan cintanya kepada sang buah hati. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, seorang ibu akan bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Kasih sayang ibu sudah dilakukan melalui perjuangan yang hebat, perjuangan yang dilakukan untuk melindungi, menjaga, merawat, memperhatikan serta menyayangi ketika masih berada dalam kandungan. Tak terhitung berapa kali beliau menarik napas panjang ketika sang janin menendang-nendang perutnya dan perjuangan melahirkan buah hatinya ke dunia dengan mengabaikan rasa sakit yang tiada tara, bahkan nyawanya sekalipun harus dipertaruhkan.

Sudah selayaknya kita berbakti kepada Ibu, bahkan wajib hukumnya. Tidak ada anak yang berhasil menjalani hidupnya dengan mulus tanpa peran seorang ibu. Peran beliau lebih hebat dan lebih berani dibandingkan semua tokoh yang pernah kita kenal. Oleh karena itu, jika ada pertanyaan siapa pahlawan tanpa tanda jasa? Maka jawaban sebenarnya adalah ibu, karena hanya beliau dengan segenap hidupnya berjuang agar anaknya bisa selamat terlahir ke dunia fana ini dan siap dengan segenap jiwa raganya berkorban untuk melindungi anaknya dari apapun yang dapat mencelakainya.

Untuk itu, memuliakan seorang ibu menjadi salah satu kewajiban setiap anak, mengingat betapa besar peran dan perjuangan yang selama ini dilakukannya. Allah SWT pun berfirman:

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembali” (QS. Luqman : 14).

Membicarakan sosok seorang ibu, kita rasanya tak pernah bosan bahkan sering meneteskan air mata. Ibu kita memang luar biasa. Tepat pada tanggal 22 desember 2019, dihari ibu ini marilah kita meluangkan waktu untuk meminta maaf kepada ibu kita atas segala salah yang pernah diperbuat kepadanya, mengucap syukur, dan mohon restu agar kita menjadi manusia yang bermartabat dan bermanfaat. Ibu kita bahagia bila kita bahagia. Bila orang tua kita sudah dipanggil kembali oleh Sang Ilahi, teruslah kita mendoakannya, semoga orang tua kita diampuni segala dosanya dan dikumpulkan di surga-Nya bersama orang-orang sholeh yang terlebih dahulu meninggalkan kita

Akhirnya saya ucapkan; “Selamat  Hari Ibu. Semoga segala yang kita lakukan membuat ibu kita, orang tua kita dan keluarga kita bahagia. Semoga Allah SWT merestui segala niat baik dan mengabulkan segala doa-doa kita.” Aamiin…

 

 

 

“SELAMAT HARI IBU”

 

Dec 22, 2019 - Posted by kammi - No Comments
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Kaltim Kaltara 2019-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *