Pandemi Corona Mulai Merajalela di Kalimantan Timur, Samarinda

Oleh : Ahmad Fikrianto (Staff Departemen Kebijakan Publik KAMMI Kaltim Kaltara)

Senin (2/3) merupakan awal sejarah dari kondisi Indonesia yang dilanda Covid-19 ini, hal ini merupakan sebuah musibah sekaligus peringatan bagi kita semua agar dapat menjaga diri serta menerapkan pola hidup sehat di kesehariannya. Sebagaimana dilansir oleh world Health Organization bahwa penyebaran virus ini tergolong sangat cepat, hal ini dikarenakan Covid-19 dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit (COVID-19) batuk atau mengeluarkan nafas. Penyebaran akan terjadi ketika orang lain menghirup udara yang terkandung virus, oleh karena itu menjadi sebuah keharusan bagi setiap individu agar dapat menjaga pola hidup sehat serta menghindari kontak langsung dengan orang lain yang memiliki gejala Covid-19 ini.

            Pemerintah Indonesia selaku Stakeholder tertinggi di Negara telah mengeluarkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mengharuskan setiap masyarakat agar dapat menjaga jarak satu sama lain atau yang kita kenal dengan sebutan Physical Distancing. Hal itu diterapkan guna menekan angka penyebaran Covid-19. Sebagaimana dilansir oleh Kompas.COM (23/4) telah tercatat 7.775 orang terinfeksi Covid-19. Jikalau kita berkaca kepada Negara dengan penyebaran Covid-19 terbesar yaitu Italia, maka kita akan mengetahui bahwasannya penyebab penyebaran pandemic ini beitu cepat disana disebabkan sikap acuh tak acuhnya masyarakat terhadap virus ini. Sifat acuh tak acuh ini menyebabkan masyarakat terkesan menganggap remeh bahaya dari virus ini. Oleh karenanya Italia ditetapkan sebagai Negara dengan kematian, sebagaimana dilansir Liputan6.com (22/4) Korban kematian resmi akibat pandemi corona dilaporkan mencapai 25.000 jiwa.

            Kondisi Negara lain tersebut seharusnya dapat menjadi teguran keras bagi kita semua agar kemudian tidak menganggap remeh pandemi Covid-19 ini, karena kita seharusnya menjaga kelangsungan bangsa kita agar korban yang berjatuhan tidak semakin banyak. Tetapi ironinya, kondisi acuh tak acuh ini kembali terulang di Negara kita, masih hangat diingatan pada tanggal (24/04) kondisi pembagian sembako yang dilakukan di sekitar rumah Gubernur Kalimantan Timur kian memunculkan keprihatinan. Hal ini dikarenakan pembagian sembako tersebut menyebabkan begitu banyak masyarakat yang berkerumun, dalih telah melaksanakan ketentuan Covid-19 telah disampaikan, tetapi sebagai pemegang kebijakan tertinggi di Kalimantan Timur seharusnya mampu menjadi teladan kepada seluruh masyarakat karena efek yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut lebih banyak mengandung mudharat ketimbang manfaat.

https://www.niaga.asia/warga-berjejal-antre-sembako-di-rumah-gubernur-isran-di-masa-pandemi-corona/

            Sebagai Stakeholder perlu menjadi evaluasi besar agar dapat melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib dan terstruktur, sekalipun itu merupakan bukti kecintaan ia kepada masyarakatnya. Jikalau berkaca kepada gubernur di beberapa daerah, distribusi sembako maupun kebutuhan masyarakat lainnya, pemerintah menggunakan jasa yang terkesan lebih aman seperti gojek maupun pos. Maka berdasarkan kejadian kemarin maka ada beberapa hal yang perlu di garis bawahi, karena mengingat penyebaran Pandemi Covid-19 ini :

  1. Pemerintah provinsi Kalimantan Timur perlu menindak tegas setiap oknum yang mengadakan kegiatan, yang menyebabkan kerumunan warga;
  2. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memfasilitasi setiap individu yang ingin membantu kebutuhan orang lain, agar pembagiannya dapat lebih terstruktur dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah;
  3. Menggalakkan program edukasi ke setiap lini masyarakat agar dapat mentaati segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam situasi dilematis karena pandemic Covid-19 ini seharusnya seiap lini masyarakat dan pemerintah dapat bersinergis dengan baik agar dapat menekan angka penyebaran virus ini, melakukan kebaikan dalam bentuk apapun pun perlu memperhatikan segala aspek manfaat dan mudharat. Karena pada situasi saat ini, kesehatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah maupun setiap individu masyarakatnya.

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Apr 26, 2020 - Posted by kammi - No Comments
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Kaltim Kaltara 2019-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *