HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIKALA COVID-19

oleh : Najar Ruddin Nur R

Staff HUMAS PW KAMMI KALTIMTARA 2019-2021

Hari Pendidikan Nasional dikala Covid-19 membuat aspek pendidikan semakin tertantang, kenapa demikian? Karena semuanya serba online. Tugas rumah peserta serba online, begitu pula dengan mahasiswa. Bahkan kalangan elit politik merasakan hal yang sama. Semua hari ini serba online. Apakah ini yang dinamakan dengan Era Digital 4.0? Iya, masih sebagian kecil kita rasakan. Karena kita tertantang untuk membuat yang aktif menjadi kreatif dan kreatif menjadi menyenangkan.

Amanat pendidikan nasional termaktub dalam  Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 untuk mengamanatkan kepada kelompok-kelompok terpelajar difungsi pemerintahan yang kemudian diberi wewenang meng-usahakan dan menyelenggarakan pendidikan nasional yang diharapkan mampu Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terbentuknya akhlak yang mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kondisi hari ini berbeda dengan hari lainnya. Seharusnya guru/dosen bertatap muka kepada kaum intelektual. Sekarang nyatanya, semua serba online. Mengkreatifkan diri dikala Covid-19 menjadikan tantangan sendiri. Tak berguna lagi metode dan model pembelajaran, yang penting sekarang adalah bagaimana tim antara orang tua dan guru bekerjasama agar peserta didik tetap belajar. Adanya kerjasama memerlukan komunikasi yang efektif untuk menunjang ananda belajar di rumah. Tak semua orang tua hari ini bisa mendampingi anaknya untuk belajar karena sebagian orang tua ada yang bekerja.

Jika tak bekerja, maka akan berdampak pada aspek ekonomi keluarga. Kondisi ini seperti dilanda kegalauan nasional. Disisi lain, orang tua yang dulu kurang akrab dengan anaknya sendiri akan membuat lebih akrab, ada interaksi langsung. Sisi lain juga, membuat anak jenuh dengan belajar di rumah. Begitu juga dengan mahasiswa hari ini, hak mereka bertemu dengan dosen via video call.

Covid-19 melemahkan system pendidikan hari ini, lalu kita bertanya bagaimana hari ini para guru/dosen menilai dari aspek belajar yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Bagaimana kira-kira? Apa kita percayakan sepenuhnya dengan orang tua/mahasiswa yang bersangkutan? Perlu tips dikala ini dan solusi yang terbaik dalam segi penilaian.

Semua segmentasi berpikir keras mengupayakan system pendidikan yang terbaik dikala Covid-19. Laporan online tidak cukup dari orang tua ataupun kuliah online. Ujung-ujungnya kembali kepada kebijakan instansi pendidikan yang bersangkutan hari ini dalam mengatasi hal ini, tidak semua kelas yang bisa online. Apalagi kelas rendah, harus ekstra kerja keras orang tua dan gurunya.

Terakhir di tahun 2019, disebutkan ada delapan permasalahan dunia pendidikan dalam Koran Bogor. Hari ini Pekerjaan Rumah Menteri Pendidikan dan Budaya kian bertambah memikirkan system pendidikan Indonesia saat ini. Hingga bapak Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa guru dan orang tua harus siap belajar di rumah hingga akhir tahun. Bahkan upacara Hardiknas pun daring, dikutip dari cnnindonesia.com

Upacara Hardiknas Daring, Nadiem Minta Semua Instansi Ikuti

Upacara Hardiknas Daring, Nadiem Minta Semua Instansi Ikuti

“Mengimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan serta kantor perwakilan RI di luar negeri untuk mengikuti jalannya upacara bendera melalui siaran langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI dan saluran TV Edukasi dari rumah masing-masing,” ujar Nadiem melalui surat edaran yang ditandatangani Rabu (29/4).

Sungguh miris Hardiknas tahun ini dengan kondisi seperti ini, tapi mau diapa. Saatnya kita berpikir dan bergerak sebagai pendidik. Merancang pendidikan ala Daring yang menyenangkan sehingga peserta didik hari ini tetap enjoy dengan kondisi begini. Perangkat software kita maksimalkan dengan kekreatifan guru/dosen dalam mengolah pembelajaran di rumah. Berikan pembelajaran yang tidak membebankan kaum intelektual hari ini dan tetap memberikan tanggungjawab agar tetap tertanam nilai-nilai luhur pendidikan Indonesia saat ini.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Selamat Belajar Dikala Covid-19, dan Selamat menjadi sosok guru yang sedang diasah kekreatifannya menunjang pendidikan saat ini. Terus berdoa dan berikhtiar bersama agar Covid-19 akan segera berkahir. Amin Ya Robbal Alamin.

Hidup Mahasiswa…

Hidup Pendidikan Indonesia…

Hidup Rakyat Indonesia…

 

May 2, 2020 - Posted by kammi - No Comments
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Kaltim Kaltara 2019-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *