Guru, Kapan Sejahtera?

oleh : Syarifah Fazlah

PW KAMMI Kaltimtara 2019/2021

Profesi guru merupakan profesi yang cukup tua di Indonesia. Bahkan, sematan “guru” telah ada sejak era kerajaan masih jaya di Nusantara. Profesi guru saat ini menjadi profesi yang cukup digemari. Nyatanya, profesi ini tak sesederhana pemikiran masyarakat saat ini. Jalur birokrasi untuk menjadi seorang guru PNS harus ditempuh minimal lulusan S-1 selama 4 (empat) tahun lamanya. Belum lagi ujian CPNS dan sertifikasi untuk uji kelayakan menjadi guru yang sejahtera keluarganya. Mari kita coba fokus menilik, keadaan para guru yang belum PNS saja atau sebutan bekennya guru honorer.

Faktanya, kondisi guru honorer di Indonesia cukup memprihatinkan. Gaji pokok guru honorer di Kalimantan saja hanya Rp. 10.000 per jam, jika diakumulasi menjadi 1 bulan dengan jam mengajar sebanyak 24 jam perminggu (mari kita sejenak menganggap 1 bulan ada 5 minggu), maka didapatkan gaji sekitar 120.000 per bulan. Wah, ternyata masih tinggi gaji penjaga minuman kaki lima, yakni Rp. 750.000. Walaupun begitu, gaji tersebut masih termasuk gaji pokok belum tunjangan dan lainnya, mari kita berharap setidaknya seluruh akumulasi gaji tersebut mampu membungkam perut satu keluarga kecil” sekali lagi, walaupun ada kemungkinan gaji tersebut akan dirapel dalam 3 (tiga) atau 6 (bulan) sekali. Sampai saat ini, guru honorer nonsertifikasi dan nonpenyesuaian (inpassing) hanya mendapat gaji dari pemerintah sebesar Rp 250 ribu per bulan dan sedikit tambahan insentif dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

            Tak jarang, upah gaji guru tersebut masih dibawah upah minimum kabupaten (UMK), bahkan kerap kali kesejahteraan guru honorer diabaikan. Kritik ini sebenarnya telah berulang kali dilayangkan, minimal 2 tahun sekali, para guru honorer dan mahasiswa menagih janji pemerintah yang berkata akan menyejahterakan guru honorer. Namun, fakta di lapangan mengatakan masih banyak guru honorer yang harus bersabar dan mengirit pengeluaran akibat gaji yang sedikit dan selalu saja dirapel. Kesejahteraan seorang manusia, memanglah diukur dari penghasilan. Begitu pun, penghasilan seorang guru. Padahal, beban guru honorer hampir menyamai beban guru PNS. Mereka mengajar dengan jumlah jam yang sama tingginya, namun kesejahteraannya jauh di bawah PNS.

            Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah mencoba untuk membendung segala kritikan yang ada dengan sekadar mengatakan “mendukung gaji honorer dinaikkan”, yang sayangnya hanya bualan kata manis semata. Memang benar, tak ada jalan lain selain menjadi PNS. Namun, untuk mendapatkan status tersebut tidaklah mudah. Seorang guru di Kalimantan yang mengajar lebih dari 7 tahun saja sampai saat ini belum juga diangkat menjadi guru tetap dan tidak PNS.

            Saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengumumkan pernyataan “Gaji Pokok Guru Honorer Lebih Tinggi dari Guru PNS”. Hal ini dikarenakan pemerintah sedang menyusun  Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait gaji dan tunjangan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau pekerja honorer), yang telah dibahas sejak lama. Namun, hanya 51 ribu guru honorer yang lulus seleksi yang akan mendapatkan hak ini, sangat tidak sebanding dengan jumlah guru honorer yang mencapai 847.973 orang.

            Peliknya kehidupan guru honorer tidaklah menjadi hambatan bagi banyak orang yang ingin mengabdikan dirinya pada profesi yang mulia ini. Dimana guru menjadi gerbang utama untuk mendapatkan sebuah ilmu. Guru adalah induk dari segala profesi. Tanpa guru, mustahil ada dokter, arsitek, karyawan, teknisi, dan profesi lainnya. Mari, sama-sama kita perjuangkan hak-hak guru-guru kita yang telah membimbing dan mendidik kita. Mereka telah menjadikan kita insan yang berakhlak dan berbudi pekerti yang luhur. Jangan sampai, profesi guru menjadi profesi yang tidak lagi diminati oleh anak-anak muda. Karena sejatinya, guru bukan hanya sekedar profesi melainkan itikad hati.

Selamat Hari Guru Se-Dunia! Jayalah para guru! Sejahterahkan guru!

“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tapi guru bermutu bisa melahirkan ribuan orang hebat!”

Oct 5, 2020 - Posted by kammi - No Comments
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Kaltim Kaltara 2019-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *