Influencer & Independence

Oleh : Najar Ruddin Nur R

Peradaban selalu mengalami perubahan, setiap masa ada masalahnya, dan setiap zaman ada pemimpinnya. Sebagaimana zaman dulu ada generasi pemimpin, generasi gemilang, generasi kemunduran, dan generasi pembaharu. Selalu berputar seperti bumi. Itulah sejarah akan selalu berulang kembali. Tugas influencer saat ini adalah menganalisis perkembangan zaman agar tidak terulang kembali.

Indonesia sudah melewati fase penjajahan, orde lama, orde baru dan reformasi. Sejarah Indonesia menjadikan generasi influencer untuk memperbaharui suasana demokrasi dari segala bidang. Generasi influencer memasuki usia kemerdekaan 76 tahun. Generasi inilah yang akan meninggalkan masa depan Indonesia yang akan menginjak Generasi Emas pada 2045.

Sosok pembaharu perlu memiliki kapasitas yang perbandingannya 1:1000. Artinya sosok ini sebagai influencer yang memiliki pengaruh seperti tokoh nasional, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh politik, tokoh hukum, tokoh pendidikan, dan lain-lain. Jika semua tokoh ini berkumpul dan membicarakan gagasan baru untuk Generasi Emas, maka akan lahir model, rencana strategis, tahapan dan tujuan Generasi Emas.

Influencer adalah seorang mempunyai daya pengaruh besar terhadap suatu gerakan dan perubahan. Kata lainnya adalah kaum elit. Ketika mereka berkumpul akan memberikan dampak. Sisa 14 tahun menuju usia 100 tahun Indonesia. Influencer saat ini sudah banyak menyebar di wilayah Indonesia.

Setiap perubahan-perubahan tak terlepas peran pemuda. Pada 2030, Indonesia akan mengalami demosgrafi. Generasi inilah yang akan memimpin Indonesia 2045.

Influencer saat ini melanjutkan perjuangan kemerdekaan dengan cara mengideologisasi dan mencari model peradaban Indonesia. Kemudian mempunyai strategi besar untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan menggerakan solidaritas bangsa Indonesia. Tidak sampai disitu, influencer sekarang ini harus memikirkan negara Indonesia menjadi negara yang kuat dan diakui oleh negara lain.

Setelah menjadi negara yang kuat, Indonesia harus membangun koalisi dengan negara lain. Walapun saat ini kita tahu, Indonesia ada hubungan baik dengan semua negara. Tapi perlu ada hal yang diperhatikan dalam berkoalisi. Influencer harus memahami kemerdekaan ini untuk masa yang akan datang bukan menjadi generasi penikmat dari keterkenalannya.

Aug 19, 2021 - Posted by kammi - No Comments
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Kaltim Kaltara 2019-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *